BRI Bagikan Dividen Interim Rp 137 per Saham, Ini Jadwal Lengkapnya
– PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) akan membagikan dividen interim untuk tahun buku 2025. Keputusan tersebut diambil berdasarkan persetujuan Direksi dan Dewan Komisaris BRI pada 15 Desember 2025.
Emiten bank pelat merah tersebut menyepakati total dividen interim sebesar Rp 20,63 triliun atau setara Rp 137 per saham.
“Perseroan akan membagikan dividen interim tahun buku 2025 sebesar Rp 137 per lembar saham,” ujar direksi BRI dalam keterbukaan informasi, Rabu (17/12/2025).
Berdasarkan laporan keuangan perseroan, laba bersih BRI yang diatribusikan kepada pemilik entitas induk per akhir kuartal III-2025 tercatat sebesar Rp 40,77 triliun.
Dengan nilai dividen interim Rp 20,63 triliun, besaran dividen tersebut setara sekitar 50 persen dari laba bersih perseroan.
Jadwal Pembagian Dividen Interim BRI
Berikut jadwal pembagian dividen interim BRI sebagaimana dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI):
- Cum dividen di pasar reguler dan negosiasi: 29 Desember 2025
- Ex dividen di pasar reguler dan negosiasi: 30 Desember 2025
- Cum dividen di pasar tunai: 2 Januari 2026
- Tanggal pencatatan (recording date) atau daftar pemegang saham (DPS): 2 Januari 2026 pukul 16.00 WIB
- Ex dividen di pasar tunai: 5 Januari 2026
- Pembayaran dividen tunai: 15 Januari 2026
Secara konsolidasi, BRI membukukan laba bersih periode berjalan sebesar Rp 41,23 triliun pada kuartal III-2025. Angka ini turun 9,1 persen secara tahunan (year on year/yoy) dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 45,36 triliun.
Meski laba menurun, kinerja intermediasi BRI tetap tumbuh. Berdasarkan laporan keuangan yang dipublikasikan pada 30 Oktober 2025, penyaluran kredit BRI meningkat 6,2 persen yoy menjadi Rp 1.438,11 triliun per September 2025.
Dari total kredit tersebut, penyaluran kredit kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) mencapai Rp 1.150,73 triliun atau setara 80,02 persen dari total portofolio kredit perseroan.
Sementara itu, rasio kredit bermasalah atau non-performing loan (NPL) gross BRI meningkat dari 2,90 persen pada September 2024 menjadi 3,08 persen pada September 2025. Adapun NPL coverage tercatat sebesar 183,09 persen.
Dari sisi penghimpunan dana, dana pihak ketiga (DPK) BRI tumbuh 8,2 persen menjadi Rp 1.474,78 triliun sepanjang sembilan bulan pertama 2025. DPK tersebut terdiri atas giro sebesar Rp 435,07 triliun, tabungan Rp 562,55 triliun, dan deposito Rp 477,16 triliun.
Rasio kecukupan modal atau Capital Adequacy Ratio (CAR) BRI tercatat sebesar 25,42 persen, sedangkan Loan to Deposit Ratio (LDR) berada di level 86,52 persen pada kuartal III-2025.
Hingga akhir September 2025, total aset BRI tumbuh 6,55 persen yoy menjadi Rp 2.123,45 triliun, dibandingkan Rp 1.992,98 triliun pada September 2024.