Seblang Bakungan Banyuwangi, Ritual Sakral 400 Tahun yang Jadi Magnet Wisata
Penari Seblang Bakungan menari dalam keadaan tidak sadar dengan mata terpejam. Banyuwangi punya Seblang Bakungan, ritual sakral berusia 400 tahun yang digelar rutin pada bulan Dzulhijah, sepekan usai Hari Raya Idul Adha.(KOMPAS.COM/Dokumentasi Pemkab Banyuwangi)
17:49
2 Juni 2026

Seblang Bakungan Banyuwangi, Ritual Sakral 400 Tahun yang Jadi Magnet Wisata

- Alunan gending Seblang di tengah temaram cahaya obor, memecah malam di Kelurahan Bakungan, Kecamatan Glagah, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (31/5/2026).

Perlahan, seorang perempuan memasuki tengah kerumunan. Ia menari dengan mata terpejam dalam kondisi trance atau kehilangan kesadaran, mengawali ritual sakral yang telah diwariskan turun-temurun selama hampir 400 tahun tersebut.

Tahun ini, Seblang dibawakan oleh Isni yang telah berusia 54 tahun. Tahun ini jadi tahun ketiganya menjadi penari di ritual kuno yang digelar rutin di bulan Dzulhijah (bulan Haji), tepatnya satu pekan setelah hari raya Idul Adha.

Seblang Bakungan, ritual sakral 400 tahun di Banyuwangi

Diawali dengan kenduri masal

Sebelum tarian yang menjadi puncak acara itu digelar, warga Osing Bakungan lebih dulu mengawali ritual dengan prosesi kenduri masal di sepanjang Jalan Bakungan.

Warga juga menggelar shalat magrib dan shalat hajat bersama di masjid setempat sembari memohon untuk keselamatan dan kesejahteraan desa.

Setelah menunaikan shalat, warga lanjut menggelar parade oncor (obor) yang dibawa berkeliling desa, yang biasa dikenal dikenal dengan ider bumi.

Di sepanjang jalan itu, tumpeng dengan menu khas pecel pithik dinikmati bersama beralaskan tikar di bawah temaram cahaya obor.

Puncak ritual ditandai saat penari Seblang memasuki kondisi trance. Isni terus menari sambil mata terpejam diiringi musik gending seperti "Kodok Ngorek" dan "Seblang Lukinto". Saat menari, Isni diyakini telah dirasuki roh leluhur.

Daya tarik wisatawan mancanegara

Pagelaran Seblang Bakungan yang ditampilkan Suku Osing Banyuwangi di hadapan ribuan wisatawan, Kamis (12/6/2025). Banyuwangi punya Seblang Bakungan, ritual sakral berusia 400 tahun yang digelar rutin pada bulan Dzulhijah, sepekan usai Hari Raya Idul Adha.KOMPAS.COM/DOKUMENTASI Pemkab Banyuwangi Pagelaran Seblang Bakungan yang ditampilkan Suku Osing Banyuwangi di hadapan ribuan wisatawan, Kamis (12/6/2025). Banyuwangi punya Seblang Bakungan, ritual sakral berusia 400 tahun yang digelar rutin pada bulan Dzulhijah, sepekan usai Hari Raya Idul Adha.

Tarian magis dan ritual yang mengiringinya menjadi tontonan yang memikat ribuan wisatawan yang hadir di malam itu. Termasuk wisatawan asal Hungaria, Gergo Zalatnai.

"Unik. Penarinya paruh baya, dan sedang kehilangan kesadaran. Sangat tidak lazim, tapi justru ini yang membuat menarik. Saya belum pernah melihat seperti ini di tempat lain," ujar Zalatnai.

Hal serupa juga diungkapkan Riski, pengunjung asal Yogyakarta yang mengaku terkesan dengan ritual ini. Riski yang sedang menghabiskan liburnya di Banyuwangi ini mengaku sengaja ingin menonton ritual Seblang Bakungan.

"Terkesan, terasa magisnya. Selain itu saya juga kagum dengan warga di sini yang gotong royong terus menggelar acara ini setiap tahunnya," ucap Riski.

Seblang Blakungan jadi identitas budaya daerah

Bupati Banyuwangi, Ipuk Fiestiandani menyampaikan apresiasi atas keguyuban warga dalam melestarikan tradisi leluhur yang diyakini telah ada sejak tahun 1639 tersebut.

Ia berkomitmen terus mendukung pelestarian Seblang Bakungan sebagai salah satu identitas budaya daerah.

"Tradisi ini bukan sekadar upaya menjaga warisan leluhur, tapi juga memastikan budaya lokal tetap eksis di tengah modernisasi. Ini juga menjadi ajang memperkuat semangat gotong royong dan persaudaraan warga," jelas Ipuk.

Di Banyuwangi, tradisi Seblang bisa dijumpai di dua tempat yang menjadi basis suku osing, yakni Desa Olehsari dan Kelurahan Bakungan di Kecamatan Glagah.

Seblang Bakungan digelar setiap bulan Dzulhijah dan dibawakan oleh penari yang sudah paruh baya.

Sementara itu, Seblang Olehsari digelar setelah Idul Fitri dan dibawakan oleh penari yang masih belia.

Tag:  #seblang #bakungan #banyuwangi #ritual #sakral #tahun #yang #jadi #magnet #wisata

KOMENTAR