Kesemutan dan Kebas, Waspadai Carpal Tunnel Syndrome Saat Hamil
- Kelelahan dan mual merupakan efek samping saat kehamilan. Namun, ada satu efek samping tersembunyi yang kerap menyerang tak terduga, yakni rasa nyeri hebat di pergelangan tangan.
Kondisi ini dikenal sebagai carpal tunnel syndrome. Sekitar 31-62 persen ibu hamil mengalaminya, jauh lebih tinggi dibandingkan populasi umum yang hanya mencapai 4-5 persen, menyadur The New York Post, Rabu (3/6/2026).
“Perubahan hormonal selama kehamilan menyebabkan peningkatan pembengkakan dan peradangan pada jaringan di sekitar pergelangan tangan, yang menyebabkan kompresi saraf median, sehingga menimbulkan gejala carpal tunnel,” ujar ahli bedah ortopedi yang berspesialisasi dalam bedah tangan dan ekstremitas atas di Good Samaritan University Hospital, dr. Christopher G. Larsen.
Baca juga: 5 Peregangan Tangan untuk Cegah Carpal Tunnel Syndrome
Pemicu carpal tunnel syndrome
Saraf median membentang dari leher, menyusuri lengan, hingga tangan. Sindrom ini terjadi ketika saraf itu tertekan saat melewati carpal tunnel, lorong sempit di pergelangan tangan.
Volume darah meningkat, cairan menumpuk, serta fluktuasi hormon saat hamil memicu pembengkakan yang menekan saraf median.
Meski bisa muncul kapan saja, sindrom ini rentan terasa pada trimester kedua atau ketiga, dan gejalanya bisa membingungkan.
Menurut direktur Peripheral Nerve untuk Departemen Bedah Saraf di Icahn School of Medicine at Mount Sinai, dr. Stephen Miranda, ada beberapa faktor risiko terkait carpal tunner syndrome dan kehamilan.
“Meliputi usia ibu yang lebih tua, pembengkakan tangan secara umum selama kehamilan, obesitas, diabetes gestasional, atau kondisi medis penyerta lainnya seperti hipotiroidisme atau diabetes,” ungkap dia.
Baca juga: Mengenal Hamil Anggur dan Bahayanya bagi Ibu Hamil, Ini Kata Dokter
Gejala yang wajib diwaspadai
Carpal tunnel syndrome biasanya ditandai dengan beberapa gejala yang perlu diwaspadai.
"Mati rasa pada jari-jari, biasanya ibu jari, telunjuk, dan jari tengah, yang memburuk di malam hari dan terkadang dapat menyebabkan nyeri terbakar di tangan yang akan membangunkan kamu dari tidur,” kata dr.Larsen.
Berbeda dengan "Mommy thumb" yang tak memicu kebas, carpal tunnel sangat identik dengan kesemutan layaknya tusukan jarum. Efeknya antara lain kesulitan membuka stoples, mengancingkan baju, atau sekadar memegang barang. Hal ini memburuk saat malam akibat kebiasaan tanpa sadar menekuk pergelangan tangan ketika tidur.
“Menekuk pergelangan tangan mengurangi ruang di carpal tunnel untuk saraf median, yang memicu gejala,” terang dr. Larsen.
Baca juga: Waspadai 5 Dampak Stres pada Ibu Hamil, Salah Satunya Risiko Kelahiran Prematur
Ilustrasi ibu hamil. Hukum puasa Ramadan bagi perempuan hamil dan menyusui pada dasarnya tidaklah wajib jika kondisi fisik tidak memungkinkan. Hal ini didasarkan pada hadis Nabi Muhammad SAW yang menegaskan adanya pembebasan kewajiban sementara.
Selain itu, saat berbaring di malam hari, cairan berpindah ke seluruh tubuh. Cairan yang biasanya berada di kaki pada siang hari saat duduk atau berdiri akan didistribusikan kembali ke seluruh tubuh, yang cenderung meningkatkan pembengkakan di lengan.
Nyeri semakin parah setelah usia kehamilan 32 minggu. Segera ke dokter apabila kebas mulai mengganggu di siang hari.
Baca juga: Pola Makan Sehat untuk Ibu Hamil, Lengkapi Nutrisi Penting Selama Kehamilan
Cara aman meredakan nyeri
Karena sebagian besar obat antiinflamasi berbahaya bagi ginjal janin, perawatan non-obat lebih disarankan. Langkah awalnya adalah memakai penyangga khusus pergelangan tangan setiap malam. Tujuannya agar tangan tidak menekuk saat tidur.
Senam khusus juga bisa mengurangi nyerinya. Caranya adalah dengan mengepalkan tangan, meluruskan jari, menekuk pergelangan, merentangkan ibu jari, dan memutar lengan bawah. Jika tak membuahkan hasil, suntikan steroid menjadi opsi.
“Suntikan steroid lokal diketahui aman selama kehamilan karena hanya sedikit steroid yang diserap secara sistemik. Suntikan tidak hanya bagus untuk meredakan gejala, tetapi juga dapat membantu mencegah perkembangan gejala lebih lanjut,” ungkap dr. Larsen.
Baca juga: Segera Cuci Tangan Setelah Menyentuh 6 Benda Ini demi Mencegah Penyakit
Tindakan medis dan pemulihan
Gejala sering kali membaik usai melahirkan. Namun, kompresi parah yang diabaikan bisa memicu kelemahan tangan permanen. Jika metode nonbedah gagal, tindakan pelepasan carpal tunnel dipertimbangkan.
Tindakan Thread Carpal Tunnel Release dilakukan dengan memakai benang bedah khusus guna melonggarkan ligamen karpal melalui tusukan jarum. Usai 15 menit, benang dilepas dan titik tusukan ditutup perban. Tindakan ini memakai bius lokal.
“Kabar baiknya adalah waktu pemulihan sangat minim, tanpa memerlukan waktu pemulihan untuk penyembuhan sayatan, jadi bahkan pascapersalinan, itu akan sangat membantu bagi para ibu baru,” papar dr. Miranda.
Baca juga: 11 Cara Mengatasi Carpal Tunnel Syndrome (CTS) pada Ibu Hamil
Tag: #kesemutan #kebas #waspadai #carpal #tunnel #syndrome #saat #hamil