Rahasia Konstruksi Burj Khalifa, Bagaimana Gedung Tertinggi di Dunia Ini Dibangun?
KOMPAS.COM - Dubai identik dengan kemewahan dan arsitektur futuristik. Di antara deretan bangunan ikoniknya, satu nama yang paling mencuri perhatian adalah Burj Khalifa.
Dengan tinggi mencapai 828 meter, gedung ini masih menyandang status sebagai bangunan tertinggi di dunia sejak resmi dibuka pada 4 Januari 2010.
Di balik kemegahannya, pembangunan Burj Khalifa menyimpan kisah rekayasa teknik yang luar biasa.
Dikutip dari Vietnam.vn pada (3/6/26)mengulas bagaimana proyek ambisius ini berhasil diwujudkan di tengah tantangan alam gurun, tekanan angin ekstrem, hingga kebutuhan konstruksi yang belum pernah dilakukan sebelumnya.
Baca juga: Tas Penumpang Asia Ditemukan di Bandara Dubai, Berisi Perak Senilai 2 Juta Dirham
Dibangun Selama Enam Tahun
Pembangunan Burj Khalifa dimulai pada tahun 2004 dan membutuhkan waktu sekitar enam tahun hingga peresmian pada awal 2010.
Proyek ini dikembangkan oleh Emaar Properties, sementara desain arsitekturnya dikerjakan oleh Adrian Smith dari firma arsitektur Skidmore, Owings & Merrill (SOM).
Selama masa konstruksi, ribuan pekerja dari berbagai negara terlibat dalam proyek raksasa ini. Guinness World Records mencatat lebih dari 12.000 orang bekerja dalam pembangunan gedung tersebut.
Baca juga: Dubai Resmikan Pantai Khusus Perempuan Pertama di Dunia, Buka 24 Jam
Desain Khusus untuk Melawan Angin Kencang
Salah satu tantangan terbesar dalam membangun gedung setinggi Burj Khalifa adalah angin. Semakin tinggi bangunan, semakin besar tekanan angin yang harus ditahan.
Untuk mengatasinya, para insinyur mengembangkan desain berbentuk huruf Y yang unik. Bentuk ini membantu memecah aliran angin sehingga tidak menghasilkan getaran berlebihan pada struktur bangunan.
Teknik tersebut sering disebut sebagai cara untuk "membingungkan angin" agar tekanan tidak terkonsentrasi pada satu titik.
Membangun gedung tertinggi dunia di atas tanah gurun tentu bukan pekerjaan mudah. Karena itu, Burj Khalifa menggunakan fondasi beton masif yang ditopang ratusan tiang pancang dalam untuk memastikan kestabilannya.
Struktur inti bangunan atau buttressed core system menjadi kunci utama kekuatan Burj Khalifa. Sistem ini memungkinkan bangunan tetap kokoh meskipun menghadapi beban vertikal yang sangat besar serta tekanan angin dari berbagai arah.
Baca juga: Hotel Burj Al Arab di Dubai Tutup Sementara, Pertama Kalinya Sejak 1999
Memecahkan Banyak Rekor Dunia
Burj Khalifa bukan hanya memegang rekor sebagai gedung tertinggi di dunia.
Bangunan ini juga mencatat berbagai pencapaian lain, termasuk jumlah lantai yang sangat banyak, lantai hunian tertinggi, serta sejumlah fasilitas yang berada pada ketinggian ekstrem. Guinness World Records mencatat tinggi resmi Burj Khalifa mencapai 828 meter.
Selain apartemen dan perkantoran, gedung ini juga menampung hotel mewah, restoran, area observasi, serta berbagai fasilitas premium yang menjadikannya sebuah "kota vertikal" di jantung Dubai.
Lebih dari sekadar pencakar langit, Burj Khalifa telah menjadi simbol transformasi Dubai menjadi salah satu pusat bisnis dan pariwisata dunia.
Keberhasilan proyek ini menunjukkan bagaimana inovasi arsitektur dan teknik sipil mampu mendorong batas kemampuan manusia dalam membangun struktur modern.
Hingga saat ini, meskipun berbagai proyek supertinggi tengah dibangun di sejumlah negara, Burj Khalifa masih berdiri sebagai ikon arsitektur global dan salah satu destinasi wisata paling terkenal di dunia.
Baca juga: Sempat Ditangguhkan Akibat Perang Iran VS AS-Israel, Penerbangan Emirates Rute Bali-Dubai Buka Lagi
Baca juga: Cerita WNI di Dubai, Dengar Ledakan Rudal Iran dari Rumah
Tag: #rahasia #konstruksi #burj #khalifa #bagaimana #gedung #tertinggi #dunia #dibangun