Survei Skyscanner Ungkap Waktu Termurah untuk Beli Tiket Pesawat 2026
Bagi wisatawan yang ingin berhemat saat liburan musim panas 2026, memilih waktu keberangkatan bisa sangat menentukan harga tiket pesawat.
Laporan terbaru dari Skyscanner menyebut, periode 10 hingga 16 Agustus menjadi minggu termurah untuk terbang pada musim panas tahun depan.
Melansir The Straits Times, Minggu (1/6/2026), temuan ini berasal dari Smarter Summer Report yang dirilis Skyscanner pada April 2026. Analisis tersebut menunjukkan adanya penurunan harga tiket setelah puncak musim liburan di awal Agustus.
Baca juga: Liburan ke Tokyo Disney? Layanan Fast Track Gratis Dihapus Mulai 31 Agustus
Setelah libur tengah tahun, harga tiket cenderung turun
Menurut laporan tersebut, harga tiket pesawat biasanya mulai turun setelah periode libur puncak.
Skyscanner menjelaskan bahwa permintaan perjalanan cenderung melandai pada pertengahan Agustus, sementara kapasitas penerbangan masih relatif tinggi. Kondisi ini membuat harga tiket lebih kompetitif.
“Pertengahan Agustus sering menjadi periode transisi ketika permintaan mulai turun, sementara kapasitas penerbangan masih tinggi,” kata Brendan Walsh, pakar tren perjalanan Skyscanner.
Baca juga: Saat Jaranan Bertemu Senja, Atraksi Budaya Baru Banyuwangi Curi Perhatian
Asia dan Australia jadi destinasi lebih murah
Dalam periode 10–16 Agustus, beberapa destinasi yang disebut lebih terjangkau dari Singapura antara lain Perth, Melbourne, hingga Sapporo.
Rata-rata harga tiket pulang-pergi ke Perth tercatat sekitar 433 dolar AS, sementara ke Sapporo sekitar 739 dolar AS untuk periode Juli–Agustus.
Sementara itu, untuk perjalanan pada bulan Juni, destinasi yang dinilai lebih murah meliputi Langkawi, Bali, Phuket, dan Bangkok dengan rata-rata tiket pulang-pergi di bawah 260 dolar AS.
Wisata tetap tinggi, tapi harga jadi pertimbangan
Meski harga tiket menjadi tantangan, minat masyarakat Singapura untuk bepergian masih tinggi.
Laporan tersebut menyebut 91 persen responden berencana melakukan perjalanan pada musim panas, namun 59 persen di antaranya mengaku mempertimbangkan ulang rencana perjalanan karena harga tiket yang naik.
Selain biaya, proses perencanaan perjalanan juga disebut menjadi tantangan tersendiri, terutama untuk liburan kelompok.
Baca juga: 7 Staycation Keluarga di Singapura: Glamping hingga Kamar Luar Angkasa
Hari keberangkatan juga memengaruhi harga
Skyscanner juga menemukan bahwa hari keberangkatan berpengaruh pada harga tiket. Penerbangan yang berangkat pada hari Minggu cenderung lebih murah dibanding hari lainnya.
Hal ini disebabkan pola perjalanan wisatawan dan pelaku bisnis yang berbeda, sehingga permintaan penerbangan tidak selalu merata sepanjang pekan.
Walsh menambahkan, fleksibilitas tanggal perjalanan menjadi salah satu cara paling efektif untuk mendapatkan harga tiket lebih murah.
“Perubahan jadwal beberapa hari saja bisa memberikan perbedaan harga yang signifikan,” ujarnya.
Tag: #survei #skyscanner #ungkap #waktu #termurah #untuk #beli #tiket #pesawat #2026