Menhan: Waspada! Ada Deep State yang Jadi Musuh dalam Selimut
Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin saat berkunjung ke Yonif TP 861/Maleo Kamur di Kampung Wanam, Distrik Ilwayab, Kabupaten Merauke, Provinsi Papua Selatan, Sabtu (23/5/2026).(DOK. Setjen Infohan Kemhan)
12:26
3 Juni 2026

Menhan: Waspada! Ada Deep State yang Jadi Musuh dalam Selimut

- Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin menyebut ada musuh dalam selimut yang dia sebut sebagai deep state yang tidak menyukai birokrasi di Indonesia kuat.

“Orang-orang di luar Indonesia, bahkan juga ada orang-orang di dalam Indonesia yang kita sebut sebagai deep state. Saya pernah cerita dulu ada musuh dalam selimut, itu adalah tidak suka kalau birokrasi di Indonesia itu kuat. Padahal kamu adalah dilatih untuk supaya birokrasi kuat dan menjadi teladan,” kata Sjafrie, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Deep State di Pemerintahan Prabowo

Hal itu disampaikan Sjafrie saat memberikan pengarahan kepada 1.764 peserta Latsarmil Komcad ASN di Artha Hanggar Indonesia, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur.

“Setelah kamu diberi bekal, kamu diberi dasar-dasar bela negara, ini adalah modal kamu untuk waspada. Kenapa harus waspada? Birokrat itu adalah milik negara. Orang-orang di luar tidak ingin birokrasi di Indonesia kuat,” kata Sjafrie.

Karena itu, ia meminta para ASN Komcad tidak mudah terpengaruh ideologi atau paham yang bertentangan dengan dasar negara.

Sjafrie menegaskan ideologi bangsa Indonesia sudah jelas, yakni Pancasila, dengan landasan konstitusi Undang-Undang Dasar 1945.

Baca juga: Menhan Sebut Komcad ASN Bakal Ubah Lingkungan Kerja Masing-masing

Menurut dia, berbagai tantangan dan pengaruh akan muncul ketika para peserta kembali ke satuan kerja dan lingkungan masing-masing.

Selain menekankan kewaspadaan, Sjafrie juga meminta ASN Komcad menjadi teladan di tempat kerja maupun di tengah masyarakat.

Menurut dia, peserta tidak perlu menunjukkan identitas Komcad melalui atribut militer, tetapi melalui sikap dan perilaku.

“Kamu sebagai ASN Komcad harus menjadi teladan, harus menjadi panutan minimal di lingkungan kerjamu dan maksimal di lingkungan kehidupanmu,” jelas dia.

Soal penghormatan dan kehormatan

Di akhir arahannya, Sjafrie menekankan pentingnya menjaga kehormatan sebagai aparatur negara.

Ia membedakan antara penghormatan dan kehormatan.

Menurut dia, penghormatan bisa bersifat sementara dan bergantung pada jabatan atau situasi, sedangkan kehormatan merupakan penilaian yang melekat pada diri seseorang dalam jangka panjang.

“Jadi sepanjang kamu sekarang mendapatkan posisi sebagai birokrasi, mendapatkan penghormatan sebagai birokrasi, kamu harus menabung kehormatan,” ucap dia.

“Kamu harus menabung kehormatan, jangan mencederai dirimu dan jangan mencederai kehormatanmu. Begitu kehormatanmu itu cedera, selesailah semua penghormatan yang telah kamu buat selama ini,” lanjutnya.

Tag:  #menhan #waspada #deep #state #yang #jadi #musuh #dalam #selimut

KOMENTAR