Menlu AS Umumkan Perang Iran Berakhir, Tak Gubris Serangan Terbaru
Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio tetap mempertahankan klaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir, meski serangan masih berlanjut.(AP file)
09:36
4 Juni 2026

Menlu AS Umumkan Perang Iran Berakhir, Tak Gubris Serangan Terbaru

Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Marco Rubio tetap mempertahankan klaim bahwa perang dengan Iran telah berakhir, meski serangan masih berlanjut.

Rubio menyatakan AS tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan ke wilayah Iran karena operasi militer yang disebut Washington sebagai Operation Epic Fury telah selesai.

“Kami tidak lagi melakukan serangan berkelanjutan di dalam Iran untuk melemahkan militer mereka, karena Epic Fury sudah berakhir,” kata Rubio saat memberikan keterangan di hadapan Komite Urusan Luar Negeri DPR AS, Rabu (3/6/2026).

Baca juga: Trump Bocorkan Niatnya soal Iran ke Staf: Tak Mau Perang Lagi, kecuali Hal Ini Terjadi

Rubio juga menegaskan bahwa Amerika Serikat telah mencapai kemenangan dalam konflik tersebut.

Namun, klaim itu mendapat penolakan dari anggota parlemen dari Partai Demokrat yang menyebut perang masih berlangsung.

Rubio sebut AS berhasil melumpuhkan kekuatan Iran

Perang antara AS dan Israel melawan Iran, yang oleh Washington disebut sebagai Operation Epic Fury, telah meluas ke kawasan Timur Tengah sejak serangan pertama terhadap Iran pada 28 Februari.

Iran kemudian merespons dengan menyerang sekutu-sekutu AS di kawasan dan secara efektif memblokir Selat Hormuz, jalur pelayaran penting bagi distribusi minyak dan gas dari kawasan Teluk.

Rubio mendefinisikan kemenangan AS sebagai keberhasilan menghancurkan kemampuan industri pertahanan Iran, mengurangi jumlah peluncur rudal, serta menekan persediaan drone milik Teheran.

“Kami mendefinisikan kemenangan dengan menghancurkan basis industri pertahanan mereka, secara signifikan mengurangi jumlah peluncur rudal yang mereka miliki, secara signifikan mengurangi persediaan drone mereka,” ujar Rubio.

“Dan kami mencapai semua itu, selain menghancurkan apa yang tersisa dari angkatan udara mereka dan memusnahkan seluruh angkatan laut konvensional mereka.”

Demokrat bantah perang telah berakhir

Pernyataan Rubio mendapat perlawanan dari anggota Demokrat di Kongres AS. Mereka menilai konflik masih berlangsung, terutama setelah Iran melancarkan serangan terbaru ke wilayah sekutu Washington.

Iran menyerang bandara Kuwait pada Rabu, menewaskan satu orang dan melukai 63 lainnya dalam eskalasi besar konflik. Bahrain, yang juga menjadi lokasi keberadaan militer AS dalam jumlah besar, turut mengalami serangan drone Iran pada malam sebelumnya.

Baca juga: DPR AS Muak dengan Perang Iran, Paksa Trump Tarik Pasukan Amerika

Anggota DPR AS dari California, Sara Jacobs, mengkritik klaim Rubio tersebut.

“Anda bisa mengubah nama operasinya. Itu tidak mengubah fakta bahwa Selat masih ditutup, dan para anggota dinas saya, serta seluruh anggota dinas kita, masih berada dalam bahaya,” kata Jacobs.

Negosiasi nuklir Iran masih berjalan

Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).VANTOR via AFP Citra satelit dari Vantor memperlihatkan situs nuklir Iran di Natanz dengan beberapa kerusakan yang diduga akibat serangan, ketika dipublikasi pada Senin (2/3/2026).

Dalam keterangannya kepada anggota parlemen, Rubio juga membahas perkembangan negosiasi dengan Iran.

Ia mengatakan, stok uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran menjadi salah satu isu utama dalam pembicaraan, sementara Iran belum menyetujui kesepakatan damai.

Washington menuntut Iran menyerahkan uranium yang hampir mencapai tingkat senjata, membatasi aktivitas nuklirnya, serta membuka kembali Selat Hormuz sebagai syarat tercapainya kesepakatan damai.

“Saya pikir sekarang, dalam beberapa dokumen yang telah dipertukarkan bolak-balik, hal itu sudah dibahas dengan jelas, tetapi kami... masih belum mendapatkan persetujuan akhir dari sistem mereka hingga pagi ini,” ujar Rubio kepada Komite Urusan Luar Negeri DPR AS.

Iran sebelumnya menyatakan membutuhkan pencairan aset senilai 12 miliar dollar AS (sekitar Rp 216 triliun) yang dibekukan sebelum terlibat dalam pembicaraan substantif mengenai program nuklirnya.

Teheran juga menolak pernyataan Presiden AS Donald Trump yang menyebut stok uranium Iran pada akhirnya akan dihancurkan.

Baca juga: Sekutu AS Ini Tak Mau Jauhi Iran, Didesak Trump Pilih Kubu

Tag:  #menlu #umumkan #perang #iran #berakhir #gubris #serangan #terbaru

KOMENTAR