IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini
Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]
09:20
4 Juni 2026

IHSG Lanjutkan Pelemahan ke Level 5.800-an pada Kamis Pagi, Simak Saham-saham Ini

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih memerah pada awal perdagangan, Kamis, 4 Juni 2026. IHSG dibuka melemah ke level 5.919.

Mengutip data Bursa Efek Indonesia (BEI), hingga pukul 09.05 WIB, IHSG melanjutkan penurunan 1,44 persen ke level 5.855.

Pada perdagangan pada waktu itu, sebanyak 1,75 miliar saham diperdagangkan dengan nilai transaksi sebesar Rp 1,18 triliun, serta frekuensi sebanyak 141.100 kali.

Dalam perdagangan di waktu tersebut, sebanyak 115 saham bergerak naik, sedangkan 436 saham mengalami penurunan, dan 413 saham tidak mengalami pergerakan. 

Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]Warga mengamati layar digital pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Rabu (3/6/2026). [ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/bar]

Adapun, beberapa saham yang menjadi Top Gainers pada waktu itu diantaranya, MGNA, ALKA, MSIN, KOCI, dan DAAZ.

Sedangkan, saham yang masuk dalam Top Loser diantaranya, PRDA, APIC, FOLK, OMRE, dan ASPR.

Proyeksi IHSG

IHSG diperkirakan masih bergerak dalam fase konsolidasi pada perdagangan hari ini setelah kembali mencetak level terendah baru pada sesi sebelumnya.

Tim riset BRI Danareksa Sekuritas dalam publikasi Sapa Mentari edisi 4 Juni 2026 menyebutkan, IHSG ditutup melemah ke level 5.889 akibat kombinasi sentimen eksternal dan domestik yang masih membayangi pasar keuangan Indonesia.

"Faktor utama yang membebani pasar antara lain outlook negatif Moody’s terhadap Danantara, pelemahan rupiah yang telah mencapai lebih dari 7 persen sejak awal tahun, serta sikap wait-and-see investor menjelang pengumuman klasifikasi pasar MSCI pada 18 Juni 2026," tulis BRI Danareksa Sekuritas dalam risetnya.

Tekanan terhadap pasar saham domestik juga sejalan dengan pelemahan yang terjadi di bursa saham Amerika Serikat. Pada perdagangan sebelumnya, indeks Dow Jones Industrial Average ditutup turun 1,21 persen ke level 50.687,07.

Sementara itu, indeks S&P 500 melemah 0,74 persen ke posisi 7.553,68 dan Nasdaq Composite terkoreksi 0,89 persen menjadi 26.853,98.

BRI Danareksa menilai secara teknikal IHSG masih berpotensi melanjutkan pergerakan konsolidatif dalam jangka pendek. Area support diperkirakan berada di level 5.850, sedangkan resistance berada di kisaran 6.060.

Menurut riset tersebut, pelaku pasar akan mencermati sejumlah sentimen utama dalam beberapa waktu ke depan. Fokus investor tertuju pada perkembangan stabilitas nilai tukar rupiah, langkah pemerintah dalam meredam tekanan di pasar keuangan, serta hasil evaluasi indeks global yang berpotensi memengaruhi arus modal asing ke Indonesia.

Di tengah kondisi pasar yang masih penuh ketidakpastian, BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan dua saham pilihan, yakni PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA) dan PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS).

Disclaimer: Artikel ini merupakan pandangan dan analisis pasar yang ditujukan sebagai informasi umum, bukan saran atau rekomendasi investasi. Keputusan investasi tetap berada di tangan pembaca, dan setiap risiko investasi menjadi tanggung jawab pribadi.

Editor: Achmad Fauzi

Tag:  #ihsg #lanjutkan #pelemahan #level #5800 #pada #kamis #pagi #simak #saham #saham

KOMENTAR