Nanik BGN Minta Izin ke Prabowo untuk Tak Kejar Kuantitas soal MBG
Kepala Badan Gizi Nasional Nanik S Deyang menyapa wartawan sebelum konferensi pers di Kantor Pusat BGN, Jakarta, Kamis (4/6/2026). Konferensi pers tersebut memperkenalkan dua Wakil Kepala BGN yang baru Agustina Arumsari bersama Mayjen TNI Trenggono dan menyampaikan perbaikan tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) 2026 dimulai dari mengoptimalkan efisiensi anggaran. ANTARA FOTO/Fakhri Hermansyah/sgd(FAH)
19:54
4 Juni 2026

Nanik BGN Minta Izin ke Prabowo untuk Tak Kejar Kuantitas soal MBG

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Nanik S Deyang mengaku telah meminta izin kepada Presiden Prabowo Subianto untuk tidak mengejar kuantitas terkait program Makan Bergizi Gratis (MBG) pada 2026

Nanik mengatakan, BGN ingin memperbaiki kualitas MBG, ketimbang kuantitas, berkaca dari adanya kasus dugaan korupsi terkait tata kelola program MBG yang dibongkar Kejaksaan Agung.

"Nah, jadi gini dampaknya ya, kemarin kami bertiga dipanggil Presiden dan kami sudah menyampaikan ke beliau, 'Tahun 2026 ini mohon Bapak kami tidak mengejar kuantitas, kami akan perbaiki kualitas'," ujar Nanik dalam konferensi pers di Kantor BGN, Jakarta Pusat, Kamis (4/6/2026).

Baca juga: Kejagung Pastikan SPPG Terkait Kasus Dadan dkk Tetap Bisa Layani MBG

Nanik menyatakan, di bawah kepemimpinannya yang baru ini, BGN tidak hanya ingin memenuhi target 82 juta penerima MBG, melainkan memastikan dapur-dapur MBG memberikan makanan bergizi.

Salah satu caranya, BGN akan melakukan refocusing agar MBG disalurkan ke sekolah-sekolah yang benar-benar membutuhkan.

"Misalnya nanti akan kita juga kalau ada sekolah-sekolah yang mahal gitu kan kita tanya apakah masih perlu MBG? Nah, ini yang kita alihkan ke 3T," ucap Nanik.

Menurut Nanik, dengan adanya refocusing tersebut, jumlah pemerima manfaat bisa bertambah.

Baca juga: BGN Bakal Moratorium Pembangunan SPPG untuk Efisiensi Anggaran

"Tapi tambahannya ini sebetulnya mengurangi dari yang tidak fokus mungkin selama ini. Sekarang kita fokuskan. Kan sekarang kan semua sekolah dikasih, nah sekarang kita fokuskan adalah ke 3T dan terutama untuk 3B," jelas dia.

Dengan begitu, program MBG tetap berjalan meski adanya efisiensi anggaran.

"Kami concern hal pertama yang kami lakukan adalah untuk melakukan efisiensi anggaran, sehingga meskipun sekarang sudah dipotong Rp 2 (triliun), tinggal Rp 268 (triliun), kami berharap masih bisa menurunkan lagi, namun tidak mengurangi sasaran," ujar Nanik.

Seperti diketahui, Nanik baru saja ditunjuk oleh Prabowo untuk menjadi kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Baca juga: Ditunjuk Prabowo Jadi Kepala BGN, Nanik: Mohon Koreksi kalau Kami Salah

Selain Nanik, Prabowo juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen Trenggono sebagai wakil kepala BGN, menggantikan Irjen (Purn) Sony Sonjaya dan Mayjen (Purn) Lodewyk Pusung.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyebutkan, pergantian pimpinan BGN ini didasari oleh hasil evaluasi dan monitoring dalam 1,5 tahun terakhir.

Sementara itu, setelah dicopot Prabowo, Dadan, Sony, dan Lodewyk ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi terkait tata kelola MBG oleh Kejaksaan Agung.

Tag:  #nanik #minta #izin #prabowo #untuk #kejar #kuantitas #soal

KOMENTAR