Trump Tunjuk Kepala Intel Baru, Pengalamannya ''Cuma'' Urus Perumahan
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk pejabat bidang perumahan Bill Pulte sebagai Direktur Intelijen Nasional yang baru.(AFP/JIM WATSON)
12:30
3 Juni 2026

Trump Tunjuk Kepala Intel Baru, Pengalamannya ''Cuma'' Urus Perumahan

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menunjuk pejabat bidang perumahan Bill Pulte sebagai Direktur Intelijen Nasional (Director of National Intelligence/DNI) yang baru.

Penunjukan ini langsung menuai sorotan karena Pulte dinilai tidak memiliki pengalaman di bidang keamanan nasional, meski dipercaya sebagai sekutu dekat Trump.

Dilansir AFP, Selasa (6/3/2026), Pulte yang saat ini menjabat sebagai kepala Federal Housing Finance Agency (FHFA) akan menggantikan Tulsi Gabbard, yang bulan lalu mengatakan dirinya mundur untuk merawat suaminya yang menderita kanker.

Baca juga: Trump: Semua Orang Membencimu Netanyahu, Kamu Benar-benar Gila

Trump mengumumkan penunjukan tersebut melalui unggahan di media sosial. Ia memuji Pulte dengan menyebutnya memiliki pengalaman menangani berbagai persoalan sensitif di Amerika Serikat.

“Dia memiliki pengalaman mendalam dalam mengelola masalah-masalah paling sensitif di Amerika, yaitu keamanan dan stabilitas pasar,” kata Trump.

Tidak miliki pengalaman keamanan nasional

Bill Pulte, Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal, ditunjuk Presiden Donald Trump menjadi Direktur Intelijen Nasional.BRENDAN SMIALOWSKI Bill Pulte, Direktur Badan Keuangan Perumahan Federal, ditunjuk Presiden Donald Trump menjadi Direktur Intelijen Nasional.

Sebagai Direktur Intelijen Nasional, Pulte akan memimpin komunitas intelijen Amerika Serikat yang luas dan menjadi penasihat utama presiden dalam urusan intelijen.

Namun, posisi tersebut secara hukum mengharuskan seseorang memiliki “keahlian luas dalam keamanan nasional”. Sementara itu, Pulte yang berusia 38 tahun dan merupakan pewaris kekayaan bisnis pembangunan rumah, tidak memiliki latar belakang tersebut.

Trump mengatakan, Pulte akan tetap menjalankan perannya yang berkaitan dengan sektor perumahan, termasuk sebagai pimpinan perusahaan pembiayaan hipotek raksasa Fannie Mae dan Freddie Mac.

Sejumlah media AS menggambarkan Pulte sebagai “anjing penyerang” Trump karena pendekatannya yang agresif dalam menyerang lawan politik presiden.

Pulte sebelumnya menuduh Senator Demokrat Adam Schiff dan Jaksa Agung New York Letitia James memalsukan dokumen dalam pengajuan hipotek.

The Wall Street Journal juga melaporkan bahwa berdasarkan pengaduan internal di Fannie Mae, Pulte diduga mengakses catatan hipotek James dan pejabat Demokrat lainnya secara tidak semestinya.

Kontroversi Pulte

Pulte juga menjadi pendukung utama kasus dugaan penipuan hipotek yang melibatkan Gubernur Federal Reserve Lisa Cook. Berdasarkan kasus tersebut, Trump sempat berupaya memecat pejabat bank sentral itu. Kasus tersebut kini masih berada di Mahkamah Agung AS.

Langkah-langkah politik Pulte membuatnya menjadi sosok yang kontroversial, bahkan di lingkungan Trump sendiri.

Pada 2025, Menteri Keuangan AS Scott Bessent dilaporkan mengancam akan memukul Pulte saat menghadiri jamuan makan di sebuah klub pribadi, menurut laporan The Wall Street Journal dan Politico.

Sejumlah anggota parlemen Demokrat mengecam keputusan Trump dengan menyoroti kurangnya pengalaman Pulte dan memperingatkan bahwa jabatan intelijen tersebut dapat digunakan untuk mengejar musuh politik Trump.

“Presiden telah memilih seorang pejabat yang menunjukkan bukan hanya kesediaan, tetapi juga keinginan kuat untuk menggunakan kewenangan pemerintah guna melakukan pembalasan politik,” kata Mark Warner, wakil ketua Komite Intelijen Senat AS.

Baca juga: Diduga Jadi Hadiah Politik Loyalis Trump, AS Bekukan Dana Kompensasi Rp 32 T

Pemimpin Demokrat di Senat, Chuck Schumer, mengatakan, seseorang yang pernah mengajukan “tuduhan politik yang tidak berdasar, keterlaluan, dan bermuatan politik terhadap pejabat yang tidak ia sukai” tidak dapat dipercaya untuk menjaga keamanan nasional.

Pendukung Trump membela Pulte

Meski mendapat kritik, sejumlah orang dekat Trump membela keputusan tersebut.

Wakil Presiden AS JD Vance menyebut Pulte sebagai “orang hebat” yang memahami bahwa birokrasi komunitas intelijen harus mengikuti kepemimpinan yang dipilih rakyat, bukan sebaliknya.

Penasihat ekonomi Gedung Putih Kevin Hassett juga membela Pulte dan menyebutnya sebagai sosok yang dipercaya Trump.

“Dia orang yang luar biasa dan dipercaya oleh presiden,” kata Hassett kepada wartawan.

Sementara itu, dokter televisi Mehmet Oz yang kini menjabat sebagai administrator Centers for Medicare and Medicaid Services menolak berkomentar soal kualifikasi Pulte dalam pengarahan di Gedung Putih.

“Saya percaya pada penilaian presiden,” ujar Oz.

Rekam jejak Pulte

Pendahulu Pulte, Tulsi Gabbard, juga sebelumnya menjadi pilihan yang kontroversial. Ia pernah dituduh kritikus sebagai sosok yang menerima narasi Kremlin dan sempat terlihat berbeda pandangan dengan Trump terkait perang Iran.

Namun, Pulte diperkirakan bisa menjadi sosok yang lebih memecah belah karena rekam jejak politiknya.

Ia pernah memecat pengawas etika internal yang sedang menyelidiki sekutunya sendiri.

Pulte menyebut langkah tersebut sebagai upaya mengakhiri kebijakan keberagaman, kesetaraan, dan inklusi (DEI) di Fannie Mae, kebijakan yang memang ingin dihapus oleh pemerintahan Trump dari lembaga pemerintah AS.

Dalam bidang pembiayaan perumahan, Pulte juga mendorong penerapan skema hipotek 50 tahun di Amerika Serikat, sebuah gagasan yang memicu kemarahan sebagian pendukung gerakan MAGA.

Pulte juga pernah berselisih dengan keluarganya terkait masa depan perusahaan PulteGroup dan meninggalkan dewan direksi perusahaan tersebut pada 2020.

Baca juga: Trump Caci Maki Netanyahu soal Serangan ke Beirut, Hubungan AS-Israel Retak?

Tag:  #trump #tunjuk #kepala #intel #baru #pengalamannya #cuma #urus #perumahan

KOMENTAR