Di Balik Dapur Indonesia, Ada Kilang Strategis di Gresik yang Menjaga Pasokan LPG Nasional
Kilang LPG milik PT Arsynergy Resources menggunakan teknologi Turbo Expander dalam proses ekstraksi LPG dari gas bumi yang ada di Gresik, Jawa Timur.(Dokumentasi PT Arsynergy Resources )
21:48
3 Juni 2026

Di Balik Dapur Indonesia, Ada Kilang Strategis di Gresik yang Menjaga Pasokan LPG Nasional

- Di tengah aktivitas kegiatan sehari-hari masyarakat di berbagai daerah Indonesia, ada satu kebutuhan yang nyaris tidak tergantikan yakni LPG.

Energi berbasis gas ini menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari masyarakat. Namun di balik penggunaan yang terlihat sederhana itu, ada peran besar industri energi nasional yang bekerja menjaga pasokan tetap aman dan berkelanjutan.

Salah satunya datang dari PT Arsynergy Resources, perusahaan nasional yang bergerak di bidang pengolahan gas bumi menjadi LPG, kondensat, dan lean gas yang berlokasi di Kawasan Industri Maspion V, Manyar, Gresik, Jawa Timur.

Perusahaan ini memegang peranan penting dalam rantai ketahanan energi nasional karena beroperasi langsung pada sektor yang menyentuh kebutuhan masyarakat luas, mulai dari rumah tangga hingga industri.

Baca juga: BRIN dan PalmCo Kembangkan Gas dari Limbah Sawit untuk Pengganti LPG

Peran vital PT Arsynergy Resources membuat fasilitas pengolahan LPG miliknya ditetapkan sebagai Objek Vital Nasional.

Penetapan tersebut berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 63 Tahun 2004 dan Keputusan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Nomor 385.K/BN.05/MEM.S/2025 tentang Objek Vital Nasional Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral.

Status itu menunjukkan bahwa keberadaan kilang bukan sekadar fasilitas industri biasa. Operasionalnya berkaitan langsung dengan kepentingan masyarakat dan stabilitas nasional.

Gangguan terhadap aktivitas kilang dapat berdampak luas terhadap rantai distribusi dan pemenuhan kebutuhan LPG domestik yang selama ini menjadi kebutuhan utama masyarakat Indonesia.

“Kehadiran kami adalah bagian dari upaya menjaga ketahanan energi nasional dan mengurangi impor LPG dalam pemenuhan kebutuhan dalam negeri,” kata Achmad Harijanto selaku Managing Director PT Arsynergy Resources.

Baca juga: LPG Impor Membengkak, Konversi CNG Dinilai Tak Bisa Instan

Indonesia Masih Bergantung pada LPG Impor

Tantangan terbesar sektor energi Indonesia saat ini adalah tingginya ketergantungan terhadap impor LPG. Data Kementerian ESDM mencatat pada tahun 2025 porsi impor LPG Indonesia mencapai 80,58 persen dari total kebutuhan nasional.

Bahkan pada tahun 2026 hingga Februari, angka ketergantungan tersebut meningkat menjadi sekitar 83,97 persen.

Besarnya konsumsi masyarakat membuat kebutuhan LPG nasional mencapai sekitar 25 ribu metrik ton per hari atau setara 9,1 juta ton per tahun pada 2025.

Dari angka tersebut, estimasi impor LPG Indonesia mencapai sekitar 7,3 juta ton. Amerika Serikat menjadi pemasok terbesar dengan kontribusi sekitar 70 persen dari total impor, disusul Uni Emirat Arab, Qatar, Kuwait, Arab Saudi, Australia, hingga Malaysia.

Kondisi ini menunjukkan bahwa sektor produksi dan distribusi LPG dalam negeri memiliki posisi yang sangat strategis. Ketika pasokan terganggu, dampaknya langsung dirasakan masyarakat mulai dari rumah tangga hingga sektor usaha kecil.

Baca juga: ESDM Tegaskan CNG Tak Langsung Gantikan LPG 3 Kg

Menjaga Energi Tetap Sampai ke Rumah Tangga

Untuk itu di tengah tingginya kebutuhan nasional, keberadaan kilang LPG domestik menjadi bagian penting dalam menjaga stabilitas energi Indonesia.

PT Arsynergy Resources terus berupaya mengoptimalkan operasional kilang dan jaringan distribusi agar pasokan LPG tetap terjaga.

Ketahanan energi tidak hanya berbicara soal produksi, tetapi juga memastikan energi bisa sampai ke pengguna akhir dengan aman dan berkesinambungan.

Dimana pasokan LPG yang stabil sangat dibutuhkan oleh rumah tangga, UMKM, restoran, hingga sektor industri yang setiap hari bergantung pada energi gas untuk menjalankan aktivitasnya.

Tag:  #balik #dapur #indonesia #kilang #strategis #gresik #yang #menjaga #pasokan #nasional

KOMENTAR