Banyak Penghargaan, Ketua Komisi DPR Semprot Menpar: Apa Manfaatnya Buat Rakyat?
- Ketua Komisi VII DPR RI Saleh Partaonan Dauly mempertanyakan dampak penghargaaan yang diraih pariwisata Indonesia terhadap kondisi masyarakat Indonesia.
Pertanyaan tersebut dilontarkan setelah Menteri Pariwisata (Menpar) Widiyanti Putri Wardhana memaparkan presentasi dalam rapat kerja bersama Menpar di Gedung DPR, Senayan, Jakarta.Jakarta, Rabu (21/1/2026) kemarin.
Sepanjang tahun 2025, Kemenpar disebut berhasil menyabet 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat jauh dari tahun sebelumnya.
"Pertama-tama izinkan saya membawa kabar baik. Pariwisata Indonesia menorehkan beragam penghargaan pada tahun 2025. Tepatnya 154 penghargaan dari berbagai organisasi internasional, meningkat jauh dibandingkan pencapaian tahun 2024 yang hanya sebesar 66 penghargaan," ujar Widiyanti.
Lalu, Widiyanti menyebut Bali juga baru saja dinobatkan sebagai destinasi terbaik dunia versi TripAdvisor. Dia mengatakan, Bali telah mengukuhkan posisinya di jajaran destinasi elite dunia.
Menambahkan dari siaran resmi Kementerian Pariwisata, sepanjang Januari 2026, pariwisata Indonesia tercatat meraih penghargaan dalam 32 kategori dari 25 organisasi dan lembaga internasional.
Adapun organisasi dan lembaga tersebut antara lain TripAdvisor, Rough Guides, US News, Forbes, Travel and Tour World, Holidity, Tatler Travel, Condé Nast Traveler, The Times UK, Travel + Leisure India, BBC, Luxury Lifestyle Magazine, Tripzilia, Urban List, eDreams Odigeo, Lifestyle Asia, Tatler Asia, Luxury Escapes, The Rume, VMAN Southeast Asia, Afar Media, Beautiful Hotels, Net-a-Porter, The Bali Sun, dan The Scoop.
Penghargaan tersebut diberikan kepada sejumlah destinasi unggulan, seperti Bali, Sumba, Labuan Bajo, hingga Raja Ampat.
Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana saat menghadiri rapat kerja Komisi VII di gedung DPR, Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Selain destinasi, sejumlah hotel dan resor di Indonesia juga masuk dalam berbagai kategori penghargaan. Hal ini, katanya, mencerminkan peningkatan kualitas layanan dan pengalaman wisata yang semakin kompetitif di tingkat global.
"Dari sisi indikator kinerja utama Kementerian Pariwisata, kami sampaikan pariwisata Indonesia juga mencatat prestasi yang sangat positif. Dari sisi kunjungan wisatawan mancanegara, capaian kumulatif hingga November 2025 sebesar 13,98 juta kunjungan mencatatkan pertumbuhan 10,44 persen secara year-on-year," jelasnya.
Kemudian, Saleh langsung bertanya manfaat penghargaan-penghargaan yang diperoleh oleh Kementerian Pariwisata RI.
"Pertanyaan saya, apa manfaat dari penghargaan itu untuk rakyat Indonesia?" tanya Saleh dalam Rapat Kerja di Gedung DPR RI pada Rabu (21/1/2026), seperti dikutip dari tayangan TVR Parlemen, Kamis (22/1/2026).
Saleh juga meminta Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana untuk menjelaskan satu persatu jenis penghargaan yang diproleh, dan dampak penghargaan tersebut terhadap rakyat Indonesia.
Ia juga mengatakan jawaban tersebut harus disampaikan secara langsung, dan tidak dalam bentuk tertulis.
"Bu Menteri kalau enggak mau rapat, ya jangan jadi menteri juga. Kita juga kalau anggota DPR enggak mau rapat, ya jangan jadi anggota DPR. Kan konsekusensi dari tugas konstitusional," ujar Saleh.
Kompas.com telah menghubungi pihak Kementerian Pariwisata untuk menanggapi pertanyaan Ketua Komisi VII DPR RI. Namun hingga berita ini tayang, belum ada tanggapan lebih lanjut dari Kementerian Pariwisata.
Tag: #banyak #penghargaan #ketua #komisi #semprot #menpar #manfaatnya #buat #rakyat