Benarkah Sering Cek Tiket Pesawat Online Bikin Harga Naik?
Pernah mengalami harga tiket pesawat tiba-tiba lebih mahal saat dicek ulang keesokan harinya? Banyak calon penumpang kemudian menduga, harga tiket naik karena rute yang sama terlalu sering dicari di internet.
Anggapan ini sudah lama beredar dan kerap dikaitkan dengan penggunaan cookies, mode incognito, hingga dugaan maskapai sengaja “mengintip” kebiasaan pencarian calon penumpang.
Namun, benarkah harga tiket pesawat naik hanya karena sering dicari?
Baca juga: 10 Hotel Romantis di Bali untuk Bulan Madu 2026
Mengutip Metro.co.uk, sejumlah pakar di bidang perjalanan dan teknologi membahas hal ini:
Mitos yang sulit hilang di kalangan wisatawan
Dalam laporan Metro, disebutkan bahwa banyak orang percaya maskapai dan situs pemesanan dapat melihat pencarian berulang pada rute yang sama, lalu menaikkan harga untuk mendorong konsumen segera membeli.
Namun, menurut para ahli yang diwawancarai Metro, pencarian berulang tidak secara langsung menyebabkan harga tiket atau paket liburan naik.
Harga tiket tidak naik karena riwayat pencarian
CEO platform transportasi darat Mozio, Nicole Kerr, mengatakan bahwa harga tiket pesawat tidak meningkat berdasarkan riwayat pencarian individu, termasuk saat pengguna memakai mode incognito.
“Meski banyak ‘ahli perjalanan’ menyarankan pencarian incognito, biaya penerbangan tidak akan naik berdasarkan histori pencarian atau cookies,” ujar Kerr, dikutip dari Metro.
Baca juga: 6 Mudik Gratis Lebaran 2026, Catat Rute, Syarat, dan Tanggalnya
Menurutnya, fluktuasi harga tiket terjadi secara real-time dan dipengaruhi oleh permintaan serta ketersediaan kursi secara keseluruhan, bukan oleh perilaku satu calon penumpang.
Penyebab utama harga tiket pesawat naik-turun
Metro menjelaskan bahwa harga tiket pesawat ditentukan oleh sistem dynamic pricing atau harga dinamis. Sistem ini menyesuaikan tarif berdasarkan tingkat permintaan dan jumlah kursi yang tersedia.
Jika permintaan tinggi, harga cenderung naik. Sebaliknya, ketika permintaan menurun, harga bisa lebih rendah. Meski data pengguna memang dikumpulkan oleh sejumlah operator perjalanan, data tersebut tidak digunakan untuk menargetkan harga ke individu tertentu.
Apa itu dynamic pricing? Dynamic pricing merupakan mekanisme perubahan harga yang cepat berdasarkan permintaan pasar. Dalam industri penerbangan, strategi ini sudah menjadi praktik umum.
Artinya, kenaikan harga yang muncul setelah seseorang mengecek tiket sering kali terjadi karena banyak orang lain juga sedang mencari atau memesan rute yang sama, bukan karena satu pengguna melakukan pencarian berulang.
Baca juga: Promo Tiket Terusan Ancol Cuma Rp 150.000, Ini Syarat dan Ketentuannya
Apakah cookies memengaruhi harga tiket?
Isu cookies juga kerap dianggap sebagai penyebab mahalnya tiket pesawat. Cookies sendiri merupakan data kecil yang tersimpan di perangkat pengguna saat mengakses sebuah situs.
Namun, platform pembanding tiket Skyscanner menegaskan bahwa cookies tidak digunakan untuk menaikkan harga tiket.
Direktur komunikasi global Skyscanner, Laura Lindsay, menyebut harga yang ditampilkan di platform mereka bersifat netral dan berasal dari maskapai atau mitra perjalanan.
“Maskapai menggunakan algoritma kompleks dalam menetapkan harga, tetapi faktor utama yang menentukan harga akhir tetap sederhana, yakni penawaran dan permintaan,” kata Lindsay.
Tag: #benarkah #sering #tiket #pesawat #online #bikin #harga #naik