Naik Kereta Jarak Jauh Saat Cuaca Ekstrem Apakah Aman? Ini 4 Skema Pengalihan Rute
JawaPos.com - Cuaca ekstrem kembali menjadi ujian bagi perjalanan kereta api jarak jauh. Hujan lebat yang memicu banjir di jalur Pantai Utara Jawa membuat sebagian perjalanan terganggu, bahkan berujung pembatalan.
Kondisi ini memunculkan pertanyaan di kalangan calon penumpang: masih amankah naik kereta jarak jauh saat cuaca tidak bersahabat?
Pada praktiknya, perjalanan kereta tetap bisa berlangsung dengan sejumlah skema pengalihan rute yang telah disiapkan. Skema ini memungkinkan kereta tetap berjalan tanpa melintasi lintasan rawan banjir, meski dengan konsekuensi waktu tempuh yang lebih panjang.
Berikut empat skema pengalihan yang umum diterapkan dan bisa menjadi gambaran bagi penumpang.
1. Pengalihan dari Jalur Pantura ke Jalur Selatan
Skema paling sering digunakan adalah mengalihkan perjalanan dari jalur utara ke jalur selatan Jawa. Saat lintas Pekalongan dan Semarang tidak memungkinkan dilalui, kereta dialihkan melewati Tasikmalaya, Banjar, Kroya, hingga Yogyakarta dan Solo.
Kereta seperti Argo Wilis, Turangga, Argo Semeru, Bima, hingga Taksaka dikenal sebagai layanan yang memang sejak awal menggunakan jalur selatan. Karena itu, kereta-kereta ini cenderung tetap berjalan saat Pantura terdampak banjir.
2. Penggunaan Stasiun Percabangan Strategis
Stasiun Kroya menjadi titik kunci dalam skema pengalihan. Dari stasiun ini, kereta dapat diarahkan menuju lintas selatan Jawa Tengah tanpa harus masuk ke wilayah Pantura.
Selain Kroya, stasiun seperti Kutoarjo dan Lempuyangan juga berfungsi sebagai simpul penting untuk menjaga konektivitas perjalanan jarak jauh dari barat ke timur Jawa.
3. Optimalisasi Kereta Jalur Selatan yang Sudah Aktif
Alih-alih memaksakan kereta baru, KAI memaksimalkan perjalanan kereta yang memang rutin melintas jalur selatan. Kereta ekonomi seperti Serayu, Progo, Kutojaya Selatan, Bengawan, Pasundan, hingga Kahuripan tetap menjadi andalan saat cuaca ekstrem melanda Pantura.
Bagi penumpang, skema ini berarti tetap ada pilihan perjalanan meski dengan kelas dan jadwal yang mungkin berbeda dari rencana awal.
4. Penyesuaian Pola Operasi dan Waktu Tempuh
Skema terakhir adalah penyesuaian operasional, termasuk pengaturan kecepatan dan jadwal. Meski rute dialihkan, aspek keselamatan tetap menjadi prioritas utama. Dampaknya, waktu tempuh bisa lebih panjang dan kedatangan tidak selalu sesuai jadwal normal.
Namun, skema ini dinilai lebih aman dibandingkan memaksakan perjalanan melalui lintasan yang tergenang atau rawan longsor.
Aman atau Tidak, Ini yang Perlu Dipahami Penumpang
Perlu dipahami, tidak ada moda transportasi yang sepenuhnya bebas risiko saat cuaca ekstrem. Jalur selatan pun memiliki potensi gangguan, terutama karena melewati perbukitan dan daerah rawan longsor.
Karena itu, penumpang disarankan selalu memantau informasi resmi dari KAI, menyiapkan waktu cadangan dan mempertimbangkan rute jalur selatan sebagai alternatif serta fleksibel terhadap perubahan jadwal dan kelas kereta.
Dengan memahami skema pengalihan yang diterapkan, penumpang bisa lebih tenang dan realistis dalam merencanakan perjalanan. Naik kereta jarak jauh saat cuaca ekstrem tetap memungkinkan, selama keselamatan menjadi prioritas dan penumpang siap dengan segala penyesuaian.
Tag: #naik #kereta #jarak #jauh #saat #cuaca #ekstrem #apakah #aman #skema #pengalihan #rute