Babad Fort Willem 1 Pukau Penonton, Digelar Rutin Setiap Bulan Purnama
- Gerimis sejak sore hari tak menyurutkan pengunjung Benteng Fort Willem 1 Ambarawa Kabupaten Semarang untuk menonton pagelaran sendratari kolosal Babad Fort Willem 1.
Penampilan para penari pun membuat penonton kagum. Mereka tampil penuh totalitas, mulai dari make up, kostum, gerakan serta koreografi yang penuh energi serta keterpaduan dengan musik yang mengiringi.
Termasuk tata lampu yang apik menjadikan suasana di benteng semakin syahdu dan penuh nuansa romantisme.
Cerita dalam Babad Willem 1
Babad Willem 1 yang digelar Sabtu (17/1/2026) pukul 21.00 WIB berdurasi sekira satu jam. Sendratari ini menarasikan sejarah pembangunan Benteng Fort Willem 1 di Ambarawa.
Termasuk perjalanan fungsi dari benteng tersebut, mulai dari benteng pertahanan, gudang senjata, barak pasukan, serta pusat logistik militer.
Tak jarang, penonton bertepuk tangan saat adegan tarian menampilkan yang eksplosif dan rancak.
Apalagi saat para penari memperagakan perang antara tentara kolonial dengan pejuang pribumi.
Adegan ini diperindah dengan penari yang membawa bendera, sehingga memperkuat kesan heroisme dan nasionalisme.
"Pertunjukannya bagus. Namun sayang karena diselenggarakan secara outdoor, molor karena hujan. Kalau secara penampilan cukup keren, paduan lampu dan musiknya juga serasi dengan tema tarian," kata Agus Budiyono, warga Kabupaten Semarang.
Buat penonton lebih nyaman
Meski begitu dia memberi masukan kepada penyelenggara. Agus berharap ruang untuk penonton dibuat lebih nyaman, agar tetap kerasan menonton hingga selesai.
"Konsepnya outdoor, tapi kalau penonton di area berumput juga susah karena jadi seperti berlumpur. Duduk lesehan atau berdiri serba salah, apalagi space penonton belum rata benar," kata Agus.
Penampilan penari dalam Babad Fort Willem 1 mampu memukau penonton
Sementara Bupati Semarang Ngesti Nugraha mengapresiasi pementaran sendratari Babad Ford Willem 1.
"Ini sangat luar biasa, apalagi pagelaran ini membawa semangat Ambarawa untuk Dunia, semua saling mendukung dan bersinergi," ujarnya.
Jadwal rutin Sendratari Babad Fort Willem 1
Jika ingin menyaksikan Sendratari Babad Fort Willem 1, maka acara ini rencananya akan digelar secara rutin.
"Dengan adanya pementasan yang rencananya akan digelar rutin setiap bulan di waktu bulan purnama, maka akan mampu meningkatkan kunjungan wisatawan," ujar Ngesti.
Ia melanjutkan, di Kabupaten Semarang ada 4.000 kelompok kesenian, sehingga kaya seni budaya.
Tag: #babad #fort #willem #pukau #penonton #digelar #rutin #setiap #bulan #purnama