Hati-hati Terjebak Macet di Perjalanan Bandung–Banjar, Ini 5 Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih
ILUSTRASI. Padatnya lalu lintas hingga menimbulkan macet di kawasan Jalan Sudirman, Jakarta. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)
11:21
16 Januari 2026

Hati-hati Terjebak Macet di Perjalanan Bandung–Banjar, Ini 5 Jalur Alternatif yang Bisa Dipilih

- Perjalanan darat dari Bandung ke Banjar, Jawa Barat, sering jadi pilihan favorit saat musim liburan. Selain karena jaraknya masih relatif terjangkau, rute ini juga menyuguhkan pemandangan alam khas Priangan Timur.

Namun, satu hal yang kerap jadi ujian adalah kemacetan, terutama di jalur-jalur utama yang dilewati pemudik dan wisatawan. Macet panjang di kawasan Garut, Tasikmalaya, hingga perbatasan Ciamis–Banjar bukan cerita baru, khususnya saat akhir pekan panjang atau libur nasional.

Karena itu, mengetahui jalur alternatif bisa menjadi penyelamat waktu, tenaga, dan suasana hati selama perjalanan. Berikut rangkuman lima jalur alternatif Bandung–Banjar yang bisa dipertimbangkan agar perjalanan liburan tetap nyaman.

1. Jalur Selatan via Garut–Tasikmalaya (Rute Klasik, Banyak Pilihan)

Ini adalah jalur paling populer sekaligus paling sering dipilih. Rutenya Bandung–Garut–Tasikmalaya–Banjar. Dari Bandung, pengendara bisa memilih lewat Cijapati–Majalaya atau Rancaekek menuju Garut.

Kelebihan jalur ini adalah kondisi jalan yang relatif baik dan fasilitas penunjang yang lengkap. SPBU, rumah makan, hingga bengkel mudah ditemukan. Namun, saat libur panjang, jalur ini rawan padat, terutama di Limbangan, Malangbong, dan perkotaan Tasikmalaya.

Jalur ini cocok bagi yang ingin perjalanan santai sambil menikmati panorama, tapi sebaiknya berangkat pagi.

2. Jalur Tengah via Sumedang–Ciamis (Alternatif Saat Jalur Selatan Padat)

Jika Jalur Selatan sudah merah di peta navigasi, jalur tengah bisa jadi opsi. Rutenya Bandung–Sumedang–Wado–Malangbong–Ciamis–Banjar.

Meski sama-sama melewati Malangbong, kepadatan di jalur ini sering kali lebih terkendali dibanding via Garut. Jalannya cukup menantang dengan tanjakan dan tikungan, namun pemandangan perbukitan Sumedang menjadi bonus tersendiri.

Pastikan kondisi kendaraan prima karena beberapa ruas minim penerangan saat malam hari.

3. Jalur Rajadesa–Kawali, Lebih Sepi dari Bus dan Truk

Bagi pengguna mobil pribadi yang ingin menghindari kendaraan besar, jalur Banjar–Rajadesa–Bayasari–Jatinagara–Kawali–Tasikmalaya patut dilirik. Jalur ini dikenal relatif sepi dari bus besar dan truk berat. Suasana pedesaan yang tenang membuat perjalanan terasa lebih rileks.

Namun, kondisi jalan bervariasi, terutama setelah hujan. Ada ruas yang sempit dan berlubang, sehingga pengendara perlu ekstra waspada. Jalur ini cocok bagi yang tidak terburu-buru dan ingin menghindari kemacetan ekstrem.

4. Jalur Alternatif dari Cicalengka, Fleksibel ke Selatan atau Tengah

Cicalengka bisa dibilang sebagai “simpul” jalur alternatif. Dari Bandung, arahkan kendaraan ke Cicalengka, lalu pilih jalur lanjutan sesuai kondisi lalu lintas. Jika ingin ke Garut, ambil jalur Cijapati. Bila ingin ke Sumedang dan Ciamis, arahkan ke Parakan Muncang–Tanjungsari.

Keunggulan jalur ini adalah fleksibilitasnya. Pengendara bisa memutuskan rute akhir setelah melihat kondisi lalu lintas terkini di aplikasi navigasi.

5. Kombinasi Ciamis–Banjar–Tasikmalaya untuk Menghindari Titik Rawan

Untuk bagian akhir perjalanan, jalur Ciamis–Banjar–Manonjaya–Tasikmalaya bisa menjadi solusi menghindari kepadatan di jalur utama Tasik–Banjar. Rute ini sering dipilih warga lokal saat terjadi penumpukan kendaraan di perbatasan kota.

Meski jarak sedikit lebih jauh, arus lalu lintas biasanya lebih lancar. Jalur ini cocok digunakan saat puncak arus liburan, terutama sore hingga malam hari.

Dengan mengenali jalur-jalur alternatif ini, perjalanan Bandung–Banjar tak lagi harus diwarnai stres karena macet. Liburan pun bisa dimulai sejak di perjalanan.

Editor: Estu Suryowati

Tag:  #hati #hati #terjebak #macet #perjalanan #bandungbanjar #jalur #alternatif #yang #bisa #dipilih

KOMENTAR