KRI Sultan Iskandar Muda Tiba di Tanah Air Usai 14 Bulan Misi di Lebanon
- Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) Sultan Iskandar Muda (SIM)-367 akhirnya tiba di Tanah Air pada Minggu (1/2/2026) setelah menyelesaikan misi perdamaian selama 14 bulan di Lebanon.
Kapal perang korvet kelas Ship Integrated Geometrical Modularity Approach (SIGMA) ini diawaki Satuan Tugas (Satgas) Maritime Force (MTF) TNI Kontingen Garuda XXVIII-P/UNIFIL di bawah naungan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).
Baca juga: Simulator Penanganan Darurat Kapal Perang Koarmada I Telan Anggaran Rp 249 Miliar
Berdasarkan pantauan Kompas.com, kapal perang berkelir abu-abu itu bersandar di Dermaga Komando Lintas Laut Militer (Kolinlamil), Tanjung Priok, Jakarta Utara, di tengah guyuran hujan deras yang membasahi kawasan pelabuhan.
Di sepanjang tepi dermaga, sejumlah prajurit TNI Angkatan Laut mengenakan Pakaian Dinas Lapangan (PDL) tampak berbaris rapi.
Mereka tetap bersiaga menyambut kedatangan KRI Sultan Iskandar Muda, meski hujan terus mengguyur tanpa henti.
Suasana penyambutan kian terasa khidmat ketika alunan musik dari trompet, trombon, hingga drum menggema dari pendopo yang berada tepat di seberang dermaga.
Irama musik itu menembus derasnya hujan dan debur ombak, menandai momen kedatangan satuan tugas yang baru kembali dari penugasan.
Tak lama berselang, Kepala Staf Angkatan Laut (KASAL) Laksamana TNI Muhammad Ali memasuki lapangan upacara saat hujan mulai mereda.
Dari atas geladak KRI Sultan Iskandar Muda, Anugerah turun dan segera melaporkan kedatangannya kepada KASAL sebagai bentuk laporan resmi pelaksanaan tugas.
Baca juga: KSAL Resmikan Simulator Penanganan Darurat Kapal Perang di Koarmada I
Sebagai tanda penyambutan, Laksamana TNI Muhammad Ali mengalungkan bunga ke leher Anugerah.
Prosesi itu menandai berakhirnya rangkaian penyambutan awal di dermaga Kolinlamil.
Usai prosesi tersebut, Ali beserta pejabat TNI Angkatan Laut berjalan kaki meninjau KRI Sultan Iskandar Muda.
Ia menyusuri bagian kapal sekaligus memperhatikan kondisi serta kesiapan para awak yang baru menyelesaikan penugasan.
Baca juga: Kapal Menumpuk di Muara Angke, Pramono Bakal Tambah Kapasitas Pelabuhan
Setelah peninjauan, Ali memberikan pengarahan singkat kepada seluruh personel.
Ia menyampaikan apresiasi atas dedikasi dan profesionalisme prajurit selama menjalankan tugas, sekaligus mengingatkan pentingnya menjaga disiplin dan kesiapsiagaan ke depan.
Menutup rangkaian kegiatan, Ali meminta seluruh prajurit untuk meneriakkan yel-yel kebanggaan satuan.
Seruan lantang pun menggema di dermaga Kolinlamil, menjadi penutup penuh semangat atas kepulangan KRI Sultan Iskandar Muda.
Bertugas di Libanon
Menurut siaran pers yang diterima Kompas.com, KRI Sultan Iskandar Muda membawa pulang 120 prajurit, terdiri atas 105 prajurit KRI dan 15 personel komponen pendukung.
Komponen pendukung tersebut meliputi pilot, flight engineer, air crew, perwira kesehatan, perwira intelijen, perwira psikologi, perwira penerangan, personel Kopaska, serta penyelam.
Selama bertugas di Lebanon, Satgas melaksanakan patroli maritim dan pengamanan perairan sesuai mandat United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL).
Sejak menjalankan misi pada 17 Januari 2025, KRI Sultan Iskandar Muda telah melaksanakan 33 kali tugas operasi (on task), dengan 70 persen di antaranya berupa patroli di Laut Mediterania.
Baca juga: Kapal Menumpuk di Muara Angke, Pramono Bakal Tambah Kapasitas Pelabuhan
Selain itu, KRI Sultan Iskandar Muda juga melaksanakan diplomasi angkatan laut melalui 150 kali latihan bersama dengan berbagai angkatan laut negara sahabat.
Atas pelaksanaan tugas tersebut, KRI Sultan Iskandar Muda menerima sejumlah penghargaan internasional, antara lain Letter of Appreciation dari Maritime Task Force Commander Rear Admiral Richard Kesten dan Rear Admiral Stephan Plath (Jerman).
Baca juga: Warga Usul Pengerukan Kali Adem untuk Atasi Kepadatan Kapal di Muara Angke
Lalu UN Medal dari UNIFIL Force Commander Major General Diodato Abagnara (Spanyol), LAF Medal dari LAF Navy Commander Admiral Mustafa Al-Ali (Lebanon), Medali Duta Budaya RI dari Duta Besar RI untuk Lebanon H.E. Dicky Komar, serta Tanzani Medal dari Tanzania Contingent Commander.
Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda
Penugasan KRI Sultan Iskandar Muda sebagai bagian dari Satgas MTF Konga XXVIII-P/UNIFIL disebut sejalan dengan program Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto, khususnya dalam memperkuat pertahanan dan keamanan negara, menjalankan politik luar negeri bebas aktif, serta meningkatkan peran Indonesia dalam menjaga perdamaian dunia.
Tag: #sultan #iskandar #muda #tiba #tanah #usai #bulan #misi #lebanon