Kenapa Kursi Pesawat Banyak yang Berwarna Biru?
Perangkat IFE Panasonic di kursi pesawat.(Panasonic Avionic)
11:07
6 Januari 2026

Kenapa Kursi Pesawat Banyak yang Berwarna Biru?

Jika sering bepergian dengan pesawat, kamu mungkin menyadari satu kesamaan yang kerap muncul di berbagai maskapai, yakni warna kursi kabin yang didominasi biru.

Padahal, setiap penerbangan selalu berbeda, mulai dari penumpang, awak kabin, hingga suasana di dalam pesawat. Namun soal warna kursi, banyak maskapai dunia seolah sepakat.

Melansir Metro, mayoritas maskapai besar seperti Ryanair, KLM, Air France, hingga Wizz Air menggunakan kursi pesawat bernuansa biru. Meski ada beberapa pengecualian seperti Virgin Atlantic yang identik dengan merah, Iberia dan Swiss Airlines dengan cokelat, serta Aer Lingus yang memilih hijau, warna biru tetap menjadi pilihan paling umum di industri penerbangan global.

Pilihan ini bukan sekadar kebetulan atau mengikuti selera pribadi para petinggi maskapai. Ada alasan psikologis dan praktis yang membuat warna biru dianggap paling ideal untuk interior kabin pesawat.

Efek psikologis dari warna biru

Salah satu alasan utama penggunaan warna biru adalah efek psikologisnya yang menenangkan. Nigel Goode, desainer penerbangan dan salah satu pendiri perusahaan desain interior pesawat PriestmanGoode, mengatakan bahwa tujuan utama pemilihan warna kabin adalah mengurangi stres penumpang selama perjalanan.

Menurut Goode, warna biru dikenal mampu memunculkan rasa tenang dan aman. Ia menyebut biru sebagai warna yang konservatif, tidak memicu kontroversi, serta merepresentasikan kepercayaan dan keselamatan, dua hal yang sangat penting dalam dunia penerbangan.

Maskapai berbiaya rendah memang cenderung memilih biru dengan warna lebih cerah atau berani. Namun sebagian besar maskapai lainnya memilih nuansa biru yang lebih lembut dan redup karena dianggap mampu menciptakan suasana kabin yang terasa lebih santai dan “home-like”.

Jika pertama kali naik pesawat, penting untuk mengingat bahwa setelah menaruh barang segeralah duduk dan memakai sabuk pengaman.SHUTTERSTOCK Jika pertama kali naik pesawat, penting untuk mengingat bahwa setelah menaruh barang segeralah duduk dan memakai sabuk pengaman.

Warna yang paling disukai secara global

Alasan psikologis ini juga diperkuat oleh berbagai riset internasional. Dalam laporan global perusahaan kertas G.F Smith yang melibatkan lebih dari 26.000 responden dari lebih 100 negara, warna biru tua dinilai sebagai warna yang paling mampu menimbulkan rasa tenang.

Selain itu, survei YouGov pada 2015 menunjukkan bahwa biru merupakan warna favorit secara global, melampaui warna lain di hampir semua kelompok usia, gender, dan latar belakang sosial. Popularitas yang luas ini membuat biru menjadi pilihan aman bagi maskapai yang melayani penumpang dari berbagai negara dan budaya.

Rishi Kapoor, pendiri dan CEO Nanak Flights, pernah mengatakan bahwa bagi banyak orang, naik pesawat adalah pengalaman yang memicu kecemasan. Karena itu, detail kecil seperti warna interior kabin, meski terlihat sepele, sebenarnya berperan penting dalam menciptakan pengalaman terbang yang lebih nyaman.

Membantu mengatur persepsi suhu kabin

Tak hanya memengaruhi perasaan, warna biru juga disebut berpengaruh terhadap persepsi suhu dan kenyamanan fisik penumpang. Dalam laporan Boeing tentang psikologi kenyamanan desain interior pesawat, disebutkan bahwa warna dapat memengaruhi cara seseorang merasakan suhu, kelembapan, bahkan aroma di sekitarnya.

Biru dikenal sebagai warna yang memberi kesan sejuk dan segar. Di dalam kabin pesawat yang tertutup dan berpotensi terasa pengap, warna biru membantu mengurangi kesan sumpek dan membuat ruangan terasa lebih lapang serta nyaman, meski suhu sebenarnya tidak berubah.

Dengan kata lain, biru bekerja sebagai “trik visual” yang membantu penumpang merasa lebih nyaman selama berada di udara.

Menyamarkan noda dan lebih hemat biaya

Selain pertimbangan psikologis, ada alasan praktis yang tak kalah penting. Pesawat adalah ruang publik dengan tingkat aktivitas tinggi, minuman tumpah, remah makanan, hingga noda kecil sulit dihindari.

Warna biru, terutama biru tua, dikenal lebih efektif menyamarkan noda dibanding warna terang. Hal ini membuat kursi tampak lebih bersih dalam waktu lebih lama, sekaligus membantu maskapai menghemat biaya perawatan dan pembersihan.

Dalam jangka panjang, pilihan warna ini dinilai masuk akal secara bisnis karena dapat menekan biaya operasional tanpa mengorbankan kenyamanan penumpang.

Dari luar, kursi pesawat berwarna biru mungkin terlihat seperti pilihan desain yang sederhana. Namun di baliknya, terdapat perpaduan pertimbangan psikologi, kenyamanan, hingga efisiensi biaya.

Warna biru dipilih bukan hanya karena disukai banyak orang, tetapi juga karena kemampuannya menciptakan rasa tenang, aman, dan nyaman, faktor penting dalam perjalanan udara. Tak heran jika hingga kini, biru tetap menjadi warna dominan di kabin pesawat berbagai maskapai dunia.

Tag:  #kenapa #kursi #pesawat #banyak #yang #berwarna #biru

KOMENTAR