Kisah Karl Bushby, 27 Tahun Jalan Kaki Temukan Makna Kebahagiaan
— Karl Bushby, petualang asal Inggris yang telah menghabiskan hampir tiga dekade berjalan kaki keliling dunia, membagikan pelajaran paling berharga yang ia petik selama menjalani ekspedisi yang disebut Goliath Expedition.
Dalam wawancara dengan CNBC Make It, Bushby menceritakan bagaimana perjalanan panjangnya mengubah pandangannya tentang kehidupan, kebahagiaan, dan hubungan manusia.
Bushby memulai perjalanannya pada 1998 saat masih berusia 29 tahun, dari Punta Arenas, Chile — kota paling selatan di Amerika Selatan — dengan modal awal hanya sekitar 500 dolar AS dan perlengkapan dasar.
Ia menetapkan tujuan ambisius: berjalan tanpa bantuan bentuk transportasi apa pun mengelilingi dunia dan kembali ke kampung halamannya di Hull, Inggris. Prinsip itu tetap dijaga hingga hari ini.
Ekspedisi ini, yang telah berlangsung sekitar 27 tahun, membawa Bushby menempuh ribuan mil melintasi benua dan kondisi geografis yang sangat beragam — dari gurun tandus, hutan tropis, hingga medan bersalju di pegunungan dan lintas batas negara yang menantang.
Sepanjang perjalanan itu, ia tidak hanya diuji secara fisik, tetapi juga secara emosional dan psikologis.
Di tengah kerasnya perjalanan, Bushby mengatakan bahwa pelajaran terbesar yang ia dapatkan bukanlah tentang ketangguhan tubuh atau kemampuan bertahan hidup, melainkan makna kebahagiaan yang ia rasakan melalui hubungan dengan orang lain.
Menurutnya, momen paling bermakna dalam perjalanan bukanlah menaklukkan medan ekstrem atau menempuh ribuan kilometer, melainkan kebaikan yang diberikan orang-orang yang ditemuinya di sepanjang rute.
Banyak kali, Bushby dibantu oleh orang asing yang memberi makanan, tempat berteduh, atau sekadar keramahan tanpa pamrih. Hal itu menurutnya memberikan arti lebih dalam tentang apa itu kebahagiaan sejati.
“Saya pikir kebahagiaan itu bukan soal mengatasi rasa sakit atau kesulitan di medan, tapi tentang hubungan manusia yang kita jalani — tentang cinta, dukungan, dan kebaikan orang lain yang muncul di saat paling tak terduga,” ujar Bushby dalam wawancara tersebut, sebagaimana dikutip oleh CNBC Make It.
Bushby bahkan menyatakan bahwa meskipun perjalanan ini membawa banyak tantangan fisik yang luar biasa, kehilangan hubungan pribadi yang ia bangun di luar ekspedisi justru menjadi hal yang paling membekas dalam hidupnya.
Ia menilai bahwa peristiwa-peristiwa yang sering dianggap kecil, justru membentuk definisi kebahagiaan yang lebih mendalam dibanding sekadar pencapaian ekstrem secara fisik.
Goliath Expedition, yang awalnya diperkirakan akan selesai dalam kurun waktu sekitar satu dekade, berubah menjadi perjalanan panjang yang kini memasuki fase akhir.
Sepanjang hampir tiga dekade, Bushby tetap setia pada prinsipnya: tidak menggunakan kendaraan bermotor dan tidak kembali ke rumah sampai ia benar-benar tiba di Hull dengan kaki sendiri.
Kisah Karl Bushby bukan hanya tentang prestasi fisik yang luar biasa, tetapi juga tentang bagaimana langkah-demi-langkah kecil yang dilalui seorang manusia dapat membawa pemahaman baru tentang kebahagiaan, kemanusiaan, dan arti komunitas di dunia yang luas ini.
Tag: #kisah #karl #bushby #tahun #jalan #kaki #temukan #makna #kebahagiaan