11 Oleh-oleh Khas Jogja Selain Bakpia, Tradisional hingga Kekinian
Ilustrasi gudeg. (Dok. Shutterstock/wawan cahyana)
16:35
30 Desember 2025

11 Oleh-oleh Khas Jogja Selain Bakpia, Tradisional hingga Kekinian

Yogyakarta tak pernah kehabisan cerita, bahkan soal oleh-oleh. Di luar bakpia yang sudah lebih dulu dikenal luas, kota ini menawarkan beragam pilihan buah tangan kuliner yang tersebar dari pusat kota hingga kawasan pinggiran.

Mulai dari jajanan tradisional hingga produk modern, oleh-oleh ini kerap menjadi bagian dari pengalaman wisatawan saat berkunjung ke Kota Gudeg.

1. Mochi Sakura

Salah satu oleh-oleh kekinian yang banyak ditemui wisatawan adalah Mochi Sakura.

Produk ini mudah dijumpai di berbagai pusat oleh-oleh di kawasan Malioboro, Kotabaru, hingga sepanjang Jalan Laksda Adisucipto.

Teksturnya yang lembut dengan isian beragam membuat Sakura Mochi cukup digemari, terutama oleh wisatawan muda dan keluarga.

Meski bukan kuliner tradisional Yogyakarta, popularitasnya tumbuh karena kemasan menarik dan rasa yang relatif mudah diterima berbagai kalangan.

2. Gudeg

Gudeg tetap menjadi simbol kuliner Yogyakarta yang paling kuat.

Untuk dibawa pulang, wisatawan biasanya memilih gudeg kering atau gudeg dalam kemasan khusus dari rumah makan legendaris seperti Gudeg Yu Djum di kawasan Wijilan dan Malioboro, atau Gudeg Bu Tjitro di Jalan Janti.

Gudeg masih menjadi salah satu oleh-oleh paling dicari wisatawan karena merepresentasikan identitas kuliner Yogyakarta secara autentik.

3. Wedang Uwuh

Wedang uwuh menjadi pilihan oleh-oleh yang cukup menonjol.

Minuman berbahan rempah ini banyak dijual di kawasan Imogiri, Bantul, serta di pasar tradisional seperti Pasar Beringharjo.

Wedang uwuh dikenal sebagai minuman penghangat dengan cita rasa khas, dan cukup populer di kalangan wisatawan yang tertarik pada budaya Jawa dan kuliner berbasis herbal.

4. Yangko

Sementara itu, yangko masih bertahan sebagai salah satu jajanan tradisional khas Yogyakarta.

Oleh-oleh ini banyak ditemukan di kawasan Kotagede, terutama di sekitar Pasar Kotagede dan toko oleh-oleh tradisional.

Teksturnya yang kenyal dan balutan tepung membuat yangko sering disebut sebagai “mochi khas Jogja”.

Meski tidak sepopuler bakpia, yangko tetap menarik perhatian wisatawan yang ingin membawa pulang jajanan klasik.

5. Tiwul

Untuk wisatawan yang berkunjung ke wilayah selatan Yogyakarta, tiwul kerap menjadi pilihan oleh-oleh bernuansa tradisional.

Olahan singkong ini banyak dijumpai di kawasan Gunungkidul, khususnya di pasar tradisional dan desa wisata.

Tiwul memiliki nilai budaya yang kuat sebagai makanan pokok masyarakat tempo dulu.

6. Cokelat Monggo

Cokelat Monggo menjadi contoh oleh-oleh lokal dengan pendekatan modern.

Gerai resminya berada di kawasan Kotagede, dan produknya juga tersedia di pusat oleh-oleh, Malioboro, hingga Bandara Internasional Yogyakarta (YIA).

Cokelat Monggo populer di kalangan wisatawan karena kualitas produknya yang terjamin.

7. Roti Sisir

Oleh-oleh yang lebih dikenal secara lokal adalah roti sisir.

Roti ini banyak dijual di toko roti tradisional serta pasar-pasar seperti Pasar Kranggan dan Pasar Demangan.

Roti sisir dikenal sederhana dan akrab bagi warga Yogyakarta.

8. Abon Gulung

Pilihan oleh-oleh praktis lainnya adalah abon gulung khas Yogyakarta, yang banyak dijual di pusat oleh-oleh kawasan Malioboro, Jalan Magelang, dan sekitar Tugu Yogyakarta

Produk ini cukup diminati wisatawan karena mudah dibawa dan memiliki daya simpan lebih lama.

9. Jadah Tempe

Bagi wisatawan yang singgah ke kawasan lereng Merapi, jadah tempe hampir selalu menjadi buruan.

Kuliner khas ini paling mudah ditemui di kawasan Kaliurang, dijual di warung-warung sepanjang jalur wisata.

Jadah tempe dikenal sebagai ikon kuliner Kaliurang dan sangat populer untuk dinikmati langsung, meski jarang dibawa pulang untuk perjalanan jauh.

10. Yogja Banana Sayajo

Oleh-oleh modern lain yang kerap dipilih wisatawan adalah Yogja Banana Sayajo.

Produk berbahan dasar pisang ini tersedia di berbagai pusat oleh-oleh di kawasan Malioboro dan sekitarnya.

Inovasi rasa dan kemasan membuatnya cukup digemari wisatawan muda yang mencari alternatif oleh-oleh selain bakpia.

11. Lemper Bu Sri

Terakhir, ada Lemper Bu Sri, jajanan legendaris yang gerainya berada di kawasan Kotabaru, Yogyakarta.

Lemper ini dikenal luas di kalangan warga lokal dan sering diburu wisatawan untuk disantap langsung.

Keberagaman oleh-oleh ini menunjukkan bahwa Yogyakarta menawarkan pilihan yang jauh lebih luas dari sekadar bakpia.

Wisatawan dapat menyesuaikan oleh-oleh berdasarkan lokasi kunjungan, selera, serta pengalaman kuliner yang ingin dibawa pulang dari Kota Gudeg.

Tag:  #oleh #oleh #khas #jogja #selain #bakpia #tradisional #hingga #kekinian

KOMENTAR