Tips Terhindar dari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung pada Musim Hujan
BMKG memprakirakan hujan disertai petir berpotensi terjadi di sejumlah wilayah.(Pexels/Derek Keats)
13:00
26 Desember 2025

Tips Terhindar dari Sambaran Petir Saat Mendaki Gunung pada Musim Hujan

Musim hujan kerap membuat sebagian pendaki mengurangi aktivitas outdoor karena risiko cuaca ekstrem semakin tinggi.

Namun tidak sedikit pula yang tetap nekat menantang jalur pendakian meski curah hujan sedang tinggi.

Selain longsor dan jalan licin, bahaya lain yang tak boleh diremehkan adalah risiko sambaran petir.

Dilansir dari Kompas.com (26/12/2025), baru-baru ini seorang pendaki perempuan bernama Mella Irawanti Kusuma (22) meninggal dunia akibat tersambar petir saat mendaki Gunung Merbabu melalui Jalur Suwanting pada Kamis (25/12/2025).

Kejadian ini kembali mengingatkan pentingnya memahami mitigasi risiko petir ketika melakukan pendakian.

Tips terhindar dari sambaran petir di gunung

Berikut tips agar tidak tersambar petir saat mendaki gunung di musim hujan, dirangkum dari Kompas.com (21/10/2022).

1. Jangan berlindung di bawah pohon tinggi

Saat hujan turun, sebagian pendaki memilih berteduh di bawah pohon. Padahal, menurut BMKG, jenis petir side flash kerap menyambar pohon terlebih dahulu sebelum “melompat” ke tubuh manusia yang berada dekat batangnya.

Karena itu, hindari pohon tinggi, tiang, atau objek menjulang lainnya sebagai tempat berteduh.

2. Jauhi menara pemancar dan struktur logam

Beberapa gunung di Indonesia memiliki menara pemancar, seperti Pos Pemancar di jalur Cunthel atau Thekelan Gunung Merbabu (sekarang sudah roboh).

Menara ini bersifat konduktif sehingga dapat menyalurkan listrik dari sambaran petir ke area sekitar.

Selain menara pemancar, jauhi pula:

  • Pipa listrik
  • Pipa gas
  • Kawat logam
  • Peralatan logam lain yang bisa menghantar listrik

Semakin dekat dengan obyek konduktor, semakin tinggi risiko tersambar.

3. Hindari puncak gunung dan punggungan terbuka

Jenis petir direct flash biasanya menyambar area paling tinggi dan terbuka, seperti puncak gunung dan punggungan.

Seorang pendaki di Puncak Gunung Sindoro.KOMPAS.com/ANGGARA WIKAN PRASETYA Seorang pendaki di Puncak Gunung Sindoro.

Jika cuaca mulai memburuk:

  • Segera turun ke area lebih rendah
  • Hindari area terbuka tanpa pepohonan rendah
  • Jangan memaksakan naik ke puncak

Puncak adalah area paling dekat dengan awan penghasil petir, membuatnya sangat berbahaya saat badai.

4. Matikan alat komunikasi saat cuaca buruk

Handphone, HT, atau perangkat komunikasi lain bersifat konduktor sehingga berpotensi meningkatkan risiko sambaran petir.

Saat badai mulai terdengar:

  • Matikan perangkat komunikasi
  • Simpan benda-benda metal di tas
  • Kurangi penggunaan barang elektronik

Langkah ini membantu meminimalkan potensi aliran listrik dari petir.

5. Tunda pendakian jika ramalan cuaca buruk

Sebelum mendaki, cek prakiraan cuaca resmi dari BMKG melalui aplikasi atau situs web. Jika diperkirakan terjadi badai, sebaiknya tunda pendakian.

Cuaca panas di Jabodetabek.KOMPAS.com/Erwina Rachmi Cuaca panas di Jabodetabek.

Selain itu:

  • Cek status jalur pendakian
  • Ketahui titik evakuasi
  • Pastikan semua anggota tim memahami prosedur keselamatan

Sejumlah jalur pendakian juga ditutup sementara saat cuaca ekstrem, sehingga pendaki wajib mengikuti informasi resmi dari pengelola gunung.

Tag:  #tips #terhindar #dari #sambaran #petir #saat #mendaki #gunung #pada #musim #hujan

KOMENTAR