Liburan Nataru di Jogja, Kereta Padat dan Okupansi Hotel Tembus 70 Persen
Yogyakarta menjadi salah satu destinasi favorit yang disambangi wisatawan untuk liburan jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru).
Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba menyampaikan tingginya pergerakan wistawan ke Yogyakarta tercermin dari rata-rata volume pelanggan harian selama masa Nataru.
Berdasarkan data Kereta Api Indonesia (KAI), Kereta api jarak jauh melayani rata-rata 10.664 pelanggan per hari, kereta bandara melayani sekitar 9.846 pelanggan per hari, Commuter Line Yogyakarta mencatat rata-rata 27.939 pelanggan per hari, serta KA Prameks melayani sekitar 3.101 pelanggan per hari.
"Data tersebut menunjukkan bahwa Stasiun Yogyakarta berperan strategis sebagai simpul mobilitas, baik untuk perjalanan jarak jauh, regional, maupun perkotaan selama masa Nataru,” ujar Anne dikutip dari siaran resmi KAI, Senin (22/12/2025).
Lebih lanjut disampaikan, konektivitas antarmoda yang terintegrasi antara kereta api jarak jauh, Commuter Line Yogyakarta, layanan Prameks, serta kereta bandara menuju Yogyakarta International Airport menjadikan Stasiun Yogyakarta mampu melayani rata-rata 51.550 penumpang KAI Group per hari selama periode libur akhir tahun.
Dari sisi operasional, selama Angkutan Nataru 2025/2026, kata Anne, Stasiun Yogyakarta melayani rata-rata harian 50 perjalanan kereta bandara.
Kemudian, melayani 31 perjalanan Commuter Line, 13 perjalanan kereta api jarak jauh, serta 10 perjalanan KA Prameks.
Intensitas layanan ini, kata Anne, mencerminkan tingginya kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Yogyakarta dan sekitarnya.
"Untuk memastikan kelancaran, keamanan, dan ketertiban perjalanan, KAI memperkuat Posko Keamanan Nataru yang beroperasi selama 24 jam," ujar Anne.
Posko ini, lanjutnya, berfungsi sebagai pusat koordinasi pengamanan, pengaturan arus penumpang, serta pengendalian layanan, khususnya di stasiun dengan tingkat kepadatan tinggi.
Di samping itu, KAI juga mengimbau seluruh pelanggan untuk mematuhi arahan petugas, menjaga keselamatan saat berada di peron, mendahulukan penumpang yang turun dari kereta api, serta hadir lebih awal di stasiun, minimal 30 menit sebelum jadwal keberangkatan.
Masyarakat juga diharapkan merencanakan perjalanan sejak dini dan memanfaatkan aplikasi Access by KAI untuk kemudahan pembelian tiket dan informasi perjalanan.
"Melalui penguatan Posko Keamanan dan disiplin bersama, KAI berkomitmen menjaga agar mobilitas masyarakat selama Nataru, khususnya di Yogyakarta sebagai kota tujuan favorit, dapat berlangsung aman, tertib, dan lancar,” kata Anne.
Okupansi hotel capai 70 persen
Tingginya minat masyarakat untuk liburan ke Yogyakarta juga tercermin dari tingkat keterisian kamar (okupansi) hotel disana jelang Natal dan Tahun Baru.
"Favorit pilihan wisatawan masih di wilayah tengah kota Yogyakarta, seperti Malioboro dan sekitarnya, di sana rata-rata okupansinya sudah 70 persen," kata Ketua PHRI (Perhimpunan Hotel dan Rstoran Indonesia) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) Deddy Pranowo Eryono kepada Kompas.com via Whatsapp, Senin (22/12/2025).
Ilustrasi Stasiun Tugu Yogyakarta. Tarif parkir motor Stasiun Yogyakarta. Tarif parkir mobil Stasiun Yogyakarta. Tarif parkir inap Stasiun Tugu Yogyakarta.
Ia melanjutkan, berdasarkan reservasi periode 20 Desember 2025 sampai 2 Januari 2026, tingkat okupansi akomodasi di Yogyakrata berkisar antara 30 sampai 45 persen.
"Saat ini realita bisa mencapai rata-rata 55 persen, ini akan merangkak naik prediksinya," kata Deddy.
Deddy menambahkan, mulia 21 Desember sampai 25 Desember, okupansi akomodasi di Yogyakarta terpantau meningkat.
Kebanyakan, kata Deddy, berdasarkan catatan hotel anggota PHRI di Yogyakarta, tamu tidak melakukan reservasi terlebih dahulu, tetapi langsung datang dan melakukan pemesanan di lokasi.
Mesipun okupansi hotel di wilayah Malioboro dan sekitarnya rata-rata sudah mencapai 70 persen, tetapi pada tanggal 30 dan 31 Desember 2025, tingkat okupansinya masih sekitar 35 persen.
"Masih banyak tersedia kamar di anggota PHRI wilayah DIY, karena saat ini wisatawan juga memilih di indekost harian, villa, homestay, rumah dadakan yang disewakan," kata Deddy.
Serta, lanjutnya, wisatawan juga memilih menginap di apartemen yang sebagian besar tidak berizin, atau tidak sesuai peruntukannya, dan tidak bayar pajak.
Bagi wisatawan yang berencana liburan dan manghabiskan waktu libur akhir tahun di Yogyakarta, Deddy menyarankan untuk melakukan reservasi terlebih dahulu.
Baik resevasi melalui online trave agent (OTA) ataupun langsung melalui hotel-hotel yang sudah dipilih sebelumnya.
"Hati-hati banyak penipuan via google map, yang nomor ponsel sudah siganti dengan nomor ponsel penipu. Sebaiknya cari data resmi anggota PHRI dari hotel non bintang, sampai hotel bintang 5 di website PHRI DIY," kata Deddy.
Liburan ke Jogja bisa ngapain aja?
Bagi yang baru pertama kali liburan ke Yogyakarta dan bingung hendak kemana, itinerary 2 hari 1 malam di Yogyakarta dari Kompas.com (19/12/2025) berikut sepertinya bisa jai referensi liburan.
Hari 1: Jelajah candi ikonis dan pusat kota
Perjalanan dimulai dari Jakarta menuju Yogyakarta menggunakan pesawat atau kereta api. Bagi wisatawan yang ingin menghemat waktu, penerbangan pagi menjadi pilihan agar setibanya di Jogja bisa langsung berwisata.
Estimasi tiket pesawat pulang-pergi Jakarta–Yogyakarta berkisar Rp 900.000 hingga Rp 1,5 juta, tergantung maskapai dan waktu pemesanan.
Tugu Jogja.
Alternatif lainnya adalah kereta api dari Stasiun Gambir atau Pasar Senen menuju Stasiun Tugu Yogyakarta atau Lempuyangan dengan tarif ekonomi hingga eksekutif sekitar Rp 250.000–Rp 700.000 sekali jalan.
Dari bandara atau stasiun YIA, perjalanan Candi Prambanan dapat dilanjutkan menuju menggunakan taksi online.
Estimasi biaya sekitar Rp 120.000–Rp 180.000 dari Bandara YIA, atau Rp 40.000–Rp 60.000 dari Stasiun Tugu atau Lempuyangan.
Setibanya di Candi Prambanan, wisatawan dapat menjelajahi kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang telah ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO.
Tiket masuk wisatawan domestik sekitar Rp 50.000. Dari kawasan Prambanan menuju pusat kota untuk makan siang, perjalanan menggunakan taksi online memakan biaya sekitar Rp 35.000–Rp 55.000.
Kemudian, untuk makan siang bisa mampir ke rumah makan khas Jawa terdekat. Makan siang di rumah makan khas Jawa atau warung gudeg di pusat kota berkisar Rp 30.000–Rp 60.000 per porsi.
Perjalanan kemudian dilanjutkan ke Keraton Yogyakarta dengan taksi online sekitar Rp 10.000–Rp 20.000. Keraton Yogyakarta menjadi pusat Kebudayaan Jawa yang masih aktif hingga kini, dengan tiket masuk sekitar Rp 15.000.
Menjelang sore hingga malam hari, wisatawan dapat melanjutkan perjalanan ke kawasan Malioboro dengan berjalan kaki atau taksi online berbiaya sekitar Rp 10.000–Rp 20.000.
Di kawasan ini, wisatawan dapat berbelanja oleh-oleh sekaligus menikmati kuliner kaki lima dengan perkiraan pengeluaran Rp 50.000–Rp 150.000.
Untuk bermalam, wisatawan disarankan memilih hotel di pusat kota agar mudah menjangkau berbagai destinasi.
Sejumlah pilihan hotel yang tersedia di Traveloka antara lain Hotel Neo Malioboro, Hotel Jambuluwuk Malioboro, atau hotel budget di sekitar Malioboro dengan tarif sekitar Rp 400.000–Rp 900.000 per malam.
Hari 2: Kampung wisata dan ruang publik kota
Hari kedua dimulai dengan sarapan di hotel atau warung lokal dengan estimasi biaya Rp 20.000–Rp 40.000.
Dari pusat kota, wisatawan dapat menuju Kampung Wisata Taman Sari menggunakan taksi online dengan perkiraan biaya Rp 10.000–Rp 20.000.
Taman Sari merupakan bekas taman kerajaan yang kini menjadi kawasan wisata sejarah dan budaya. Tiket masuknya sekitar Rp 15.000.
Taman Sari, tempat wisata dekat Alkid Yogyakarta.
Menjelang siang, perjalanan dapat dilanjutkan ke Alun-alun Kidul dengan taksi online berbiaya sekitar Rp 5.000–Rp 15.000.
Di kawasan ini, wisatawan dapat menikmati jajanan khas Yogyakarta dengan estimasi makan siang dan jajan sekitar Rp 30.000–Rp 60.000.
Sebelum kembali ke Jakarta, waktu dapat dimanfaatkan untuk berbelanja oleh-oleh seperti bakpia atau gudeg kaleng dengan perkiraan belanja Rp 50.000–Rp 150.000.
Perjalanan menuju stasiun atau bandara dapat ditempuh menggunakan taksi online dengan estimasi biaya Rp 40.000–Rp 60.000 menuju stasiun, atau Rp 120.000–Rp 180.000 menuju Bandara YIA.
Tag: #liburan #nataru #jogja #kereta #padat #okupansi #hotel #tembus #persen