



Manfaatkan Teknologi Digital, Berbagi Ilmu Literasi Finansial Lewat Media Sosial
- Literasi keuangan menjadi isu yang semakin relevan di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat akan pengelolaan keuangan yang lebih baik.
Salah satu sosok yang aktif menyuarakan pentingnya literasi finansial di Indonesia adalah Indri Anjar Kartika Sari, seorang perencana keuangan bersertifikat yang kini memanfaatkan platform digital untuk berbagi pengetahuan.
Sebagai seorang Certified Financial Planner (CFP), Qualified Wealth Planner (QWP), dan Associate Wealth Planner (AWP), Indri memiliki pengalaman lebih dari 15 tahun di dunia keuangan.
Kini, ia merambah dunia digital dengan membagikan konten edukasi finansial melalui akun Instagram dan TikTok, yang telah menarik perhatian ribuan pengikut.
Memulai Perjalanan Digital
Langkah Indri di dunia media sosial berawal dari keinginannya untuk membuat literasi keuangan lebih mudah diakses. Ia menilai, banyak keluarga di Indonesia—terutama ibu rumah tangga—menghadapi tantangan dalam memahami konsep keuangan yang sering dianggap rumit.
“Awalnya, saya hanya ingin berbagi pengalaman melalui video pendek. Responsnya ternyata cukup besar, banyak yang bertanya soal tips menabung hingga cara mengelola anggaran rumah tangga,” ujar Indri kepada awak media, Kamis (28/11).
Dalam waktu tiga bulan, akun Instagram miliknya berhasil meraih lebih dari 9.000 pengikut, sementara akun TikToknya memiliki 1.900 pengikut. Indri mengatakan bahwa pendekatan yang sederhana dan relevan menjadi kunci kontennya diterima oleh masyarakat.
Mendorong Literasi Keuangan di Era Digital
Melalui kontennya, Indri berharap dapat membantu masyarakat, khususnya perempuan dan ibu rumah tangga, memahami pentingnya literasi keuangan. Ia meyakini bahwa langkah kecil seperti berbagi informasi di media sosial dapat memberikan dampak besar bagi banyak orang.
“Kita semua memiliki peran untuk membangun kesadaran akan pentingnya pengelolaan keuangan yang baik, terutama dalam keluarga,” ujarnya.
Indri mengakui bahwa topik keuangan sering kali dianggap sulit dipahami. Oleh karena itu, ia menggunakan pendekatan yang ringan, seperti memberikan contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Saya mencoba membahas hal-hal kompleks dengan bahasa yang mudah dipahami, misalnya cara mengatur belanja bulanan atau memilih investasi yang aman untuk pemula,” jelasnya.
Selain menyampaikan informasi, Indri juga aktif berinteraksi dengan audiensnya. Ia kerap menjawab pertanyaan di kolom komentar dan membuat konten berdasarkan isu yang paling banyak ditanyakan.
Kolaborasi untuk Menjangkau Lebih Luas
Untuk memperluas dampaknya, Indri juga menjalin kolaborasi dengan berbagai pihak, termasuk perusahaan yang menawarkan produk atau layanan keuangan. Kolaborasi ini mencakup aplikasi budgeting, layanan perbankan, hingga produk investasi.
Indri menekankan pentingnya memastikan bahwa setiap kerja sama yang ia lakukan relevan dengan kebutuhan audiensnya. “Saya ingin setiap kolaborasi membawa manfaat nyata bagi pengikut saya,” ungkapnya.
Indri memiliki rencana untuk terus mengembangkan kontennya dan menjangkau lebih banyak audiens. Salah satu langkah yang akan dilakukan adalah mengadakan sesi tanya jawab langsung di Instagram setelah mencapai 15.000 pengikut.
“Tujuan saya adalah membantu audiens mengatasi tantangan finansial mereka dengan memberikan solusi yang sesuai,” ujarnya.
Tag: #manfaatkan #teknologi #digital #berbagi #ilmu #literasi #finansial #lewat #media #sosial