Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat
Pelaksanaan program Cetak Sawah di Kabupaten Merauke.(Dok. Kementan)
10:24
29 Januari 2026

Cetak Sawah Merauke Tembus 40.000 Ha, Peran Masyarakat Adat Menguat

- Program Cetak Sawah yang dijalankan Kementerian Pertanian (Kementan) sebagai bagian dari agenda besar pemerintah pusat dalam memperkuat ketahanan dan swasembada pangan nasional mulai menunjukkan capaian positif.

Hingga saat ini, total capaian cetak sawah di Kabupaten Merauke menembus 40.000 hektar (ha), menjadikannya salah satu lumbung pangan strategis di kawasan timur Indonesia.

Selain mendukung swasembada pangan, program Cetak Sawah juga bertujuan membuka ruang transformasi ekonomi bagi masyarakat adat sebagai pemilik sah tanah ulayat.

Hal tersebut telah dibuktikan melalui partisipasi Reinardus Ndiken, pemilik hak ulayat dari Marga Ndiken di Kampung Isano Mbias, Distrik Tanah Miring, Kabupaten Merauke, yang mengajukan lahan seluas 160 ha untuk masuk program Cetak Sawah 2025.

Baca juga: Cetak Sawah di Papua, ATR/BPN Terbitkan 328.000 Hektar HGU

Lahan yang diajukan Reinardus kini mulai memberikan hasil nyata bagi peningkatan kesejahteraan masyarakat setempat. Teranyar, masyarakat Kampung Isano Mbias telah berhasil memanen lahan seluas dua ha dan lima ha.

Reinardus mengungkapkan bahwa keterlibatannya dalam program cetak sawah didorong oleh keinginan untuk meningkatkan pendapatan pemilik tanah ulayat sekaligus masyarakat sekitar.

“Kami mencetak lahan untuk menambah pendapatan pemilik tanah dan masyarakat setempat. Dari cetak sawah 160 ha ini, semua saling mendukung, mulai dari dinas, kelompok tani, penyuluh, hingga Bintara Pembina Desa (Babinsa),” ujarnya dalam rilis pers yang diterima Kompas.com, Kamis (29/1/2026).

Reinardus berharap, dukungan infrastruktur, seperti jalan usaha tani dan pintu air, dapat terus diperkuat agar produktivitas lahan semakin optimal dan mendukung pelaksanaan panen raya di wilayah sekitar.

Baca juga: Tingkatkan Produktivitas Lahan, IPB Latih Petani Kuasai Teknik Agroforestri

Ia menyebut, dari 160 ha lahan yang ada, kini 100 ha tengah dikerjakan oleh petani yang tergabung dalam dua Brigade Pangan di Distrik Tanah Miring. 

Progres tersebut menjadi bukti nyata bahwa masyarakat adat di Merauke siap bertransformasi menuju pertanian modern yang produktif dan berkelanjutan.

Keberhasilan cetak sawah berbasis masyarakat, seperti yang dilakukan Reinardus, sekaligus membuktikan bahwa kebijakan nasional mampu berjalan efektif ketika bersentuhan langsung dengan kearifan lokal dan partisipasi masyarakat.

Baca juga: Menjaga Bumi Nusantara Melalui Kearifan Lokal

Dukungan berbagai pihak

Bupati Merauke Yoseph Bladib Gebze menegaskan bahwa transformasi Cetak Sawah sejalan dengan program swasembada pangan yang digadang Presiden RI Prabowo Subianto sekaligus arah pembangunan daerah yang mendorong keterlibatan aktif masyarakat lokal dalam sektor pertanian.

“Masyarakat asli dan saudara-saudara yang ada di Merauke hari ini adalah masyarakat Merauke. Sinergi dan asimilasi ini harus berjalan. Dulu mungkin berburu dan meramu, sekarang mulai bergeser ke bercocok tanam, beternak, bahkan mencetak sawah agar ada nilai ekonomi yang meningkatkan kesejahteraan,” jelasnya.

Yoseph menambahkan, pemerintah daerah (pemda) terus mengimbau agar masyarakat lokal sebagai pemilik tanah ulayat tidak hanya dilibatkan, tetapi juga membuka diri terhadap perubahan yang membawa dampak ekonomi jangka panjang.

“Ini bukti bahwa masyarakat kita mau terlibat. Dari waktu ke waktu kita melihat ada peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal di Kabupaten Merauke,” tambahnya.

Baca juga: APBN 2026 Fokus Peningkatan Kesejahteraan, Tambah Tiga Indikator Baru

Dukungan terhadap program Cetak Sawah juga disampaikan oleh Penanggung Jawab (Pj) Ketua Satuan Tugas (Satgas) Swasembada Pangan Papua Selatan, Oeng Anwarudin.

Menurutnya, kunci keberlanjutan swasembada pangan terletak pada penguatan sumber daya manusia (SDM), khususnya petani dan kelembagaan pendukungnya.

“Yang harus kita utamakan adalah petaninya. Kita dorong pembentukan kelompok tani dan gabungan kelompok tani agar pendampingan lebih mudah,” ungkap Oeng.

Ia menilai, kelembagaan pertanian harus dikolaborasikan dengan dinas teknis dan lembaga jasa keuangan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Baca juga: Petani Pemilik Sawah Terendam Banjir Bakal Dapat Asuransi Pertanian

Lebih lanjut, Oeng juga menekankan pentingnya kolaborasi lintas sektor, mengingat keterbatasan jumlah penyuluh, terutama di wilayah pedalaman, sehingga sinergi semua pihak menjadi kunci keberhasilan.

Dukungan lain datang dari Komandan Kodim 1707/Merauke Letkol CZI Dili Eko Setyawan. Ia menyatakan bahwa Tentara Nasional Indonesia (TNI) melalui Babinsa siap mendukung peningkatan kapasitas petani, khususnya pada lahan-lahan baru hasil cetak sawah.

“Tugas kami membantu pemda melalui pendampingan. Pengetahuan Babinsa terus kami tingkatkan melalui kerja sama dengan dinas pertanian, agar bisa berbagi pengetahuan dan pengalaman kepada petani, terutama yang baru pertama kali menanam di lahan cetak sawah,” ujarnya.

Dari sisi hilir, dukungan terhadap hasil panen petani juga diperkuat oleh Perusahaan Umum Badan Urusan Logistik (Perum Bulog).

Baca juga: Bulog Targetkan Serap Gabah Petani Kalteng 32.000 Ton pada 2026

Pimpinan Cabang Bulog Merauke Karennu menegaskan, Bulog menjalankan peran strategis sesuai Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 13 Tahun 2016, yakni menjamin ketersediaan, keterjangkauan, dan stabilitas harga pangan, khususnya beras.

“Upaya Bulog dalam penyerapan dan pendistribusian beras hasil petani berpedoman pada regulasi tersebut,” ucapnya.

Karennu memaparkan bahwa pada 2025, Bulog Merauke berhasil menyerap 22.200 ton beras atau meningkat 141 persen, serta 186 ton gabah atau naik 156 persen. Ia menyebut, capaian ini merupakan yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.

Faktanya, capaian tersebut didorong oleh peningkatan luas panen. Pada periode Januari hingga Desember 2025, luas panen padi Merauke tercatat mencapai 78.955 ha atau naik 67,39 persen dibandingkan 2024.

Baca juga: BPS: Luas Panen Padi Naik 9,18 Persen pada Agustus 2025

Produksi padi gabah kering panen juga melonjak dari 258.626 ton menjadi 426.828 ton. Sementara itu, produksi beras meningkat dari 124.355 ton menjadi 205.231 ton atau tumbuh lebih dari 65 persen.

Kondisi tersebut semakin menegaskan posisi Kabupaten Merauke sebagai salah satu episentrum pengembangan pertanian nasional melalui program Cetak Sawah berskala besar.

Tag:  #cetak #sawah #merauke #tembus #40000 #peran #masyarakat #adat #menguat

KOMENTAR