ChatGPT Rilis Fitur ''Lockdown Mode'', Lindungi Data dari Serangan Hacker AI
Induk ChatGPT, OpenAI resmi merilis SearchGPT, layanan mesin pencari (search engine) yang berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk pengguna gratisan. Pengguna ChatGPT di Indonesia sudah bisa coba.(OpenAI)
09:03
8 Juni 2026

ChatGPT Rilis Fitur ''Lockdown Mode'', Lindungi Data dari Serangan Hacker AI

- OpenAI merilis fitur keamanan baru bernama Lockdown Mode di chatbot ChatGPT pada Minggu (7/6/2026). 

Fitur tersebut dirancang untuk melindungi pengguna dari risiko kebocoran data akibat serangan siber berbasis kecerdasan buatan (AI), termasuk via prompt injection.

Prompt injection merupakan metode serangan yang memanfaatkan instruksi tersembunyi dalam dokumen, situs web, atau sumber data lain yang diproses oleh model AI.

Instruksi tersebut dapat mempengaruhi perilaku AI, dan dalam beberapa kasus berpotensi digunakan untuk mengekstrak atau membocorkan informasi sensitif.

Baca juga: OpenAI dan Negara Ini Beri ChatGPT Plus Gratis untuk Semua Warga

Cara kerja Lockdown Mode

Lockdown Mode melindungi pengguna dengan cara membatasi berbagai kemampuan ChatGPT yang terhubung ke internet atau layanan eksternal. Salah satunya adalah fitur penelusuran web langsung (live web browsing).

Dalam mode ini, ChatGPT hanya dapat mengakses konten yang tersimpan di cache sehingga hasil pencarian bisa lebih terbatas, tidak tersedia, atau tidak selalu terbaru.

Dukungan gambar juga dibatasi. ChatGPT tidak dapat menampilkan gambar dari web dalam respons reguler.

Meski demikian, pengguna masih dapat mengunggah file gambar dan menggunakan fitur pembuatan gambar (image generation) yang memang tersedia di akunnya.

Selain itu, fitur Deep Research dan Agent Mode, begitu juga Canvas dan pengunduhan dokumen, akan dinonaktifkan sepenuhnya saat Lockdown Mode aktif.

Lantas, fitur apa saja yang tak terpengaruh Lockdown Mode?

Menurut OpenAI, Lockdown Mode tidak mengubah fungsi Memory, unggahan file, kemampuan membagikan percakapan, maupun pengaturan penggunaan data percakapan untuk pelatihan model AI.

Lockdown Mode juga tidak memengaruhi akses jaringan pada Codex, alat pemrograman AI milik OpenAI.

Kendati memiliki fungsi untuk mencegah prompt injection, OpenAI menegaskan bahwa Lockdown Mode tidak bisa menghentikan semua serangan prompt injection yang ada.

Sebab, serangan ini bisa saja tersembunyi di dalam file hingga dokumen yang diunggah, atau konten web yang sebelumnya diakses oleh pengguna dan disimpan dalam sebuah percakapan ChatGPT sebelum Lockdown Mode aktif. 

Baca juga: Bos OpenAI Pasang Badan saat ChatGPT Dituding Jadi Pelopor PHK Massal

OpenAI mengatakan, Lockdown Mode mulai digulirkan untuk akun ChatGPT pribadi yang memenuhi syarat, termasuk pengguna Free, Go, Plus, dan Pro, serta akun ChatGPT Business versi self-service.

Pengguna yang telah mendapatkan akses dapat mengaktifkan fitur ini melalui menu Settings > Security > Advanced Security > Lockdown Mode.

Lockdown Mode tidak dapat digunakan bersamaan dengan Developer Mode. Ketika Lockdown Mode diaktifkan, Developer Mode akan otomatis dinonaktifkan, begitu pula sebaliknya.

Untuk kebutuhan tertentu, pengguna juga dapat menonaktifkan Lockdown Mode hanya pada satu percakapan (chat) tanpa harus mematikannya secara penuh di semua akun.

OpenAI menjelaskan bahwa Lockdown Mode tidak ditujukan untuk semua pengguna.

Fitur ini lebih ditujukan bagi individu maupun organisasi yang mengelola informasi penting dan membutuhkan tingkat keamanan lebih tinggi saat menggunakan layanan AI, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari OpenAI.

Tag:  #chatgpt #rilis #fitur #lockdown #mode #lindungi #data #dari #serangan #hacker

KOMENTAR