Asus dan Acer Setop Jualan Laptop di Negara Ini
- Acer dan Asus kini dilarang berjualan di Jerman. Kebijakan ini ditetapkan setelah pengadilan Jerman memutuskan kasus hukum yang melibatkan kedua vendor laptop asal Taiwan tersebut.
Menurut pengadilan regional Munich I, Acer dan Asus melanggar paten standar yang terkait dengan codec video H.265/HEVC milik Nokia.
Standar ini banyak dipakai untuk mengkompres video resolusi tinggi termasuk 4K dan 8K, serta terintegrasi ke prosesor dan sistem grafis modern yang dipakai di laptop maupun desktop.
Gugatan ini awalnya diajukan Nokia pada tahun 2025 terhadap Acer, Asus dan Hisense. Hisense lantas melakukan perjanjian lisensi dengan Nokia sehingga tuntutan terhadap perusahaan dicabut.
Baca juga: Harga Produk Asus Berpotensi Naik mulai Januari 2026, Termasuk Konsol ROG
Sementara Asus dan Acer belum menempuh upaya serupa, sehingga pengadilan menyatakan bahwa keduanya melanggar paten Nokia karena mendapatkan dukungan HEVC tanpa memperoleh lisensi dengan skema FRAND (fair, reasonable, and non-discriminatory).
Karena itu, lembaga hukum Jerman mengabulkan permintaan Nokia dan memberikan perintah pemblokiran sementara bagi Acer dan Asus.
Batasi produk
Keputusan ini berarti bahwa kedua perusahaan tersebut tidak boleh mengimpor, menjual atau mendistribusikan perangkat yang melanggar paten di Jerman, setidaknya untuk saat ini.
Mengingat dukungan HEVC terintegrasi ke berbagai hardware dan software modern, keputusan ini berpotensi mencakup sebagian besar model laptop dan dekstop terbaru Acer maupun Asus.
Merespons keputusan itu, Asus membatasi sebagian situs web-nya di Jerman, di mana beberapa halaman produk menjadi offline atau menampilkan keterangan "tidak tersedia".
Acer Predator Triton 14 AI diklaim sebagai laptop gaming tertipis di kelasnya. Perangkat ini punya dimensi ketebalan hanya 1,1 cm dan bobot 1,6 kg.
Begitu pula dengan Acer yang telah menghapus katalog PC dari toko online-nya di Jerman. Saluran penjualan Acer ini hanya menampilkan perangkat periferal seperti monitor.
Walau demikian, keduanya memastikan bahwa garansi, perbaikan hingga layanan pelanggan di negeri Seribu Kastil tersebut tetap berjalan normal.
Baca juga: Acer Punya PC yang Layarnya Bisa Diputar, Ini Kelebihannya
Adapun perintah pengadilan ini hanya berlaku untuk Asus dan Acer langsung, tidak berdampak bagi ritel pihak ketiga seperti Amazon, MediaMarkt, dan lain-lain. Artinya, peritel yang masih punya stok laptop atau desktop dari kedua merek itu, masih bisa menawarkannya ke konsumen hingga stok habis.
Namun begitu stok benar-benar habis, kemungkinan diperlukan waktu yang lama untuk mengisi ulang perangkat, setidaknya hingga sengketa lisensi tuntas.
Belum diketahui pasti kapan Acer dan Asus membereskan masalah lisensi ini. Kedua vendor laptop ini diperkirakan akan mengajukan banding, dihimpun KompasTekno dari Gizmochina.