ChatGPT Resmi Jadi ‘Asisten’ AI Militer Amerika Serikat
Induk perusahaan ChatGPT, OpenAI merancang strategi baru dengan merambah bisnis iklan, seperti Google Search.(dig.watch)
14:03
12 Februari 2026

ChatGPT Resmi Jadi ‘Asisten’ AI Militer Amerika Serikat

- ChatGPT resmi menjadi pelengkap platform AI generatif di Departemen Perang (Department of War/DoW) Amerika Serikat.

Integrasi chatbot itu diumumkan langsung oleh Departemen Perang AS maupun OpenAI sebagai pemilik ChatGPT pada Senin (9/2/2026) waktu setempat.

Menurut lembaga militer AS itu, ChatGPT diintegrasikan ke sistem GenAI.mil, yakni platform AI generatif yang sudah dipakai oleh personil di Departemen Perang.

Platform tersebut digunakan oleh Angkatan Darat, Angkatan Laut, Angkatan Udara, Angkatan Luar Angkasa, hingga Korps Marinir AS.

Baca juga: Pentagon Tantang Semua Orang Retas Sistem Keamanan Mereka

"Kemitraan ini akan membuat model AI canggih OpenAI lebih mudah diakses oleh tiga juta personel Departemen Perang," demikian keterangan DoW AS dalam pernyataan resmi, dikutip KompasTekno dari DefenseScoop.

"Mengintegrasikan ChatGPT ke GenAI.mil menandai langkah penting lain dalam menjadikan kemampuan AI canggih sebagai standar untuk operasi sehari-hari," lanjut pihak DoW.

Namun pengumuman itu belum merinci kapan ChatGPT tersedia di GenAI.mil. Perihal keamanan chatbot ini ketika terintegrasi dengan AI militer tersebut juga tidak dijabarkan, misalnya bagaimana soal potensi kebocoran data maupun risiko data yang tidak akurat.

Para pejabat departemen yang kerap dijuluki Pentagon itu hanya menegaskan bahwa pihaknya "sedang membangun ekosistem AI untuk kecepatan, keamanan, dan dampak misi yang berkelanjutan".

ChatGPT versi khusus

Adapun menurut OpenAI, ChatGPT yang diintegrasikan ke GenAI.mil merupakan ChatGPT khusus yang didesain mendukung kepentingan departemen.

Baca juga: Era Gratisan Berakhir, Begini Tampilan Iklan di ChatGPT

"Sistem ini berjalan di infrastruktur cloud pemerintah yang berwenang, dengan kontrol keamanan dan perlindungan data Departemen yang sangat sensitif, memberikan tim akses yang aman ke AI generatif," kata OpenAI dalam keterangan resmi.

OpenAI juga memastikan bahwa data yang diproses di GenAI.mil tidak dipakai untuk melatih atau meningkatkan model AI yang dipakai untuk publik atau komersil.

ChatGPT khusus ini akan mendukung tugas departemen dengan rincian berikut.

  • Meringkas dan menganalisis dokumen kebijakan dan panduan
  • Menyusun dan meninjau materi pengadaan dan kontrak
  • Menghasilkan laporan internal dan daftar pengecekan kepatuhan
  • Mendukung berbagai macam workflow penelitian, perencanaan, dukungan misi dan administrasi

Integrasi GenAI.mil dengan chatbot populer sebenarnya bukan kali pertama ini terjadi. Sebab, AI milik DoW itu sudah diintegrasikan dengan Gemini dari Google.

Dengan demikian, ChatGPT menjadi chatbot kedua yang terhubung ke GenAI.mil.

Para pejabat DoW sebelumnya juga menyatakan bahwa model AI Grok dari xAI akan turut disertakan dalam GenAI.mil pada awal tahun 2026 ini.

Proyek Rp 3 triliun

Upaya ini tampaknya merupakan bagian dari kesepakatan senilai 200 juta dollar AS (sekitar Rp 3,3 triliun) yang sudah ditetapkan pada tahun lalu kepada OpenAI, xAI, Google hingga Anthropic. Dana ini dikucurkan untuk menjalankan proyek "AI mutakhir".

Bagi OpenAI, kerja sama ini turut memperluas kemitraan perusahaan dengan departemen yang sebelumnya bernama Departemen Pertahanan (Department of Defense/DoD) itu.

Ini termasuk kolaborasi dengan Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA) untuk membantu para pelindung keamanan siber dan progran percontohan dengan Department’s Chief Digital and Artificial Intelligence Office (CDAO), dihimpun KompasTekno dari situs resmi OpenAI.

Tag:  #chatgpt #resmi #jadi #asisten #militer #amerika #serikat

KOMENTAR