Persaingan Mobil Listrik Tiongkok Makin Ketat, Lepas Uji Publik SUV Premium L8 di IIMS 2026
- Persaingan mobil listrik asal Tiongkok di pasar global, termasuk Indonesia, semakin padat dan berlapis.
Tidak lagi hanya bermain di segmen harga terjangkau, sejumlah merek mobil listrik kini mulai masuk ke kelas menengah hingga premium dengan membawa teknologi elektrifikasi, desain modern, dan pendekatan gaya hidup.
Indonesia pun kian sering dipilih sebagai pasar uji mobil listrik, bukan sekadar tujuan penjualan, seiring pertumbuhan minat terhadap kendaraan energi baru.
Dalam konteks tersebut, merek otomotif Lepas menjadikan Indonesia sebagai lokasi first public driving experience untuk SUV New Energy Vehicle (NEV) premium mereka, Lepas L8, yang digelar dalam rangkaian Indonesia International Motor Show (IIMS) 2026.
Ini menjadi kali pertama publik mendapat kesempatan mencoba langsung karakter berkendara Lepas L8 sejak diperkenalkan ke pasar global.
Melalui uji berkendara terbuka, pengunjung tidak hanya melihat klaim spesifikasi, tetapi merasakan langsung bagaimana performa, kenyamanan, dan teknologi bekerja dalam simulasi penggunaan harian.
Langkah ini juga mencerminkan perubahan strategi merek-merek Tiongkok, yang kini semakin mengandalkan pengalaman langsung untuk membangun kepercayaan konsumen di pasar baru.
Head of Marketing Lepas Indonesia, Arga Simanjuntak, mengatakan bahwa pengalaman berkendara menjadi cara paling relevan untuk menilai sebuah kendaraan premium berbasis elektrifikasi.
“Melalui first public driving experience ini, kami ingin memberikan kesempatan kepada konsumen Indonesia untuk merasakan langsung karakter Lepas L8, bagaimana kenyamanan, teknologi, dan desain bekerja bersama dalam sebuah pengalaman berkendara,” ujar dia di arena IIMS 2026.
Secara teknis, Lepas L8 dikembangkan di atas LEX Platform yang dirancang untuk kendaraan NEV.
Selama sesi uji berkendara di area IIMS, beberapa aspek yang menjadi perhatian antara lain stabilitas kendaraan, pengendalian di kecepatan rendah, serta kenyamanan suspensi yang ditujukan untuk penggunaan perkotaan dan perjalanan jarak menengah.
Dengan wheelbase 2.800 mm, ruang kabin terasa cukup lapang, terutama untuk penumpang baris kedua.
Fitur kursi dengan mode pijat dan ventilasi turut menjadi bagian dari pengalaman berkendara, mencerminkan upaya Lepas menempatkan L8 di kelas SUV elektrifikasi dengan orientasi kenyamanan.
Punya Fitur Ciptakan Kabin Senyap
Kenyamanan akustik juga menjadi salah satu elemen yang diuji langsung. Lepas L8 dibekali sistem peredaman kebisingan aktif serta penggunaan kaca laminated ganda.
Fitur ini ditujukan untuk menekan suara luar dan menciptakan kabin lebih senyap, sebuah aspek yang kini semakin diperhitungkan konsumen mobil listrik.
Dari sisi teknologi, Lepas L8 memperkenalkan fitur bantuan parkir otomatis dan kendali parkir jarak jauh untuk mendukung mobilitas di area perkotaan yang padat.
Selain itu, fitur Vehicle-to-Load (V2L) memungkinkan kendaraan digunakan sebagai sumber daya listrik portabel, memperluas fungsi kendaraan di luar kebutuhan transportasi semata.
Salah satu spesifikasi yang cukup mencuri perhatian adalah kemampuan water-wading atau simpelnya menerobos banjir hingga 600 mm, yang diklaim sebagai standar tertinggi di kelas PHEV.
Fitur ini relevan dengan kondisi jalan di Indonesia yang kerap menghadapi genangan air, sekaligus menjadi pembeda di tengah dominasi mobil listrik yang lebih berfokus pada penggunaan urban.
Tag: #persaingan #mobil #listrik #tiongkok #makin #ketat #lepas #publik #premium #iims #2026