Kerja Terlalu Lama di Depan Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome
Ilustrasi seseorang terkena Computer Low Vision (Freepik)
16:09
26 Januari 2026

Kerja Terlalu Lama di Depan Layar? Waspadai Computer Vision Syndrome

Ringkasan Berita: 

  • Bekerja atau beraktivitas di depan layar komputer dan ponsel dalam waktu lama kini menjadi rutinitas banyak orang. Namun, kebiasaan menatap layar berjam-jam tanpa jeda dapat memicu berbagai keluhan, seperti mata lelah, perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala. Kondisi ini dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS) dan kerap dianggap sepele, padahal dapat mengganggu kenyamanan serta produktivitas sehari-hari.
  • Menurut American Optometric Association, CVS adalah kumpulan gangguan pada mata, penglihatan, dan otot tubuh akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan. Tekanan pada penglihatan jarak dekat membuat mata bekerja lebih keras dari kondisi normal. Sejak pandemi dan maraknya pola kerja serta belajar jarak jauh, CVS tidak hanya dialami pekerja kantoran, tetapi juga pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak.
  • Gejala CVS meliputi mata kering dan lelah, pandangan kabur, mata terasa panas atau berpasir, hingga nyeri leher dan bahu akibat postur yang kurang ergonomis. Untuk mengurangi risikonya, pengguna disarankan menerapkan aturan 20-20-20, membiasakan berkedip, mengatur posisi dan jarak layar, menyesuaikan pencahayaan, serta rutin beristirahat dari layar. Pemeriksaan mata secara berkala juga penting agar gangguan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

- Bekerja di depan layar komputer atau ponsel dalam waktu lama sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang, mulai dari pekerja kantoran, pelajar, hingga pekerja kreatif.

Namun tanpa disadari, kebiasaan menatap layar berjam-jam setiap hari bisa memicu berbagai keluhan, seperti mata lelah, perih, pandangan kabur, hingga sakit kepala yang mengganggu aktivitas.

Kondisi tersebut dikenal sebagai Computer Vision Syndrome (CVS), yakni kumpulan gangguan pada mata dan penglihatan akibat penggunaan perangkat digital secara berlebihan.

Meski sering dianggap sepele, CVS dapat berdampak pada produktivitas dan kenyamanan jika dibiarkan terus-menerus. Maka dari itu, penting bagi pengguna perangkat digital untuk mengenali ancamannya sejak dini dan mengetahui cara mengurangi risikonya. Selengkapnya berikut ini ulasannya.

Apa itu Computer Vision Syndrome (CVS)?

Menurut laman American Optometric Association, Computer Vision Syndrome (CVS) atau digital eye strain adalah kumpulan gangguan pada mata, penglihatan, dan otot tubuh yang muncul akibat penggunaan perangkat digital. Seperti komputer, tablet, dan ponsel, dalam waktu lama tanpa jeda yang cukup.

Menatap layar secara terus-menerus memberikan tekanan berlebih pada penglihatan jarak dekat, sehingga mata dipaksa bekerja lebih keras dari kondisi normal.

Masalah ini semakin meluas di era digital, terutama sejak pandemi mendorong pola kerja dan belajar jarak jauh.

Durasi paparan layar yang meningkat signifikan membuat CVS kini tidak hanya dialami pekerja kantoran, tetapi juga pelajar, mahasiswa, hingga anak-anak.

Ciri-ciri Computer Vision Syndrome

  • Mata terasa lelah dan kering
  • Pandangan kabur atau berbayang
  • Mata terasa panas, perih, atau seperti berpasir
  • Sulit fokus setelah lama menatap layar
  • Sakit kepala
  • Nyeri pada leher, bahu, hingga punggung akibat postur kurang ergonomis
  • Risiko meningkat pada penggunaan layar lebih dari 4–6 jam per hari
  • Frekuensi berkedip menurun saat menatap layar
  • Penggunaan lensa kontak dapat memperparah keluhan
  • Bekerja di ruangan dengan pencahayaan buruk
  • Paparan cahaya biru berlebihan dari layar
  • Resolusi layar rendah atau refresh rate tidak optimal
  • Kebiasaan menggunakan lebih dari satu perangkat digital secara bersamaan

Cara Mengatasi dan mencegah Computer Vision Syndrome

Terapkan aturan 20-20-20

Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke jarak sekitar 6 meter selama 20 detik untuk memberi waktu istirahat pada mata.

Biasakan berkedip lebih sering

Saat menatap layar, frekuensi berkedip cenderung menurun. Berkedip membantu menjaga mata tetap lembap dan mencegah mata kering.

Atur jarak dan posisi layar dengan benar

Pastikan layar berada pada jarak sekitar 40–70 cm dari mata dan posisinya sejajar atau sedikit di bawah garis pandang.

Sesuaikan pencahayaan ruangan

Hindari ruangan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Pencahayaan yang seimbang membantu mengurangi ketegangan pada mata.

Gunakan mode malam atau filter cahaya biru

Fitur ini dapat mengurangi paparan cahaya biru dari layar, terutama saat menggunakan perangkat digital di malam hari.

Lakukan istirahat layar secara berkala

Selain aturan 20-20-20, sempatkan berhenti dari layar dalam durasi lebih lama untuk merilekskan mata dan tubuh.

Rutin periksa kesehatan mata

Pemeriksaan mata secara berkala penting, terutama bagi pengguna yang bekerja di depan layar setiap hari, untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

Dapatkan update berita teknologi dan gadget pilihan setiap hari. Mari bergabung di Kanal WhatsApp KompasTekno.

Caranya klik link https://whatsapp.com/channel/0029VaCVYKk89ine5YSjZh1a. Anda harus install aplikasi WhatsApp terlebih dulu di ponsel.

Tag:  #kerja #terlalu #lama #depan #layar #waspadai #computer #vision #syndrome

KOMENTAR