Mobil Terendam Banjir Jangan Panik! Ini 7 Cara Aman Menyelamatkan Mobil Biar Tidak Rusak Parah
Sejumlah warga dievakuasi menggunakan perahu saat banjir menggenangi Perumahan Duta Bandara Permai, Kosambi, Tangerang, Senin (12/01/ 2026). (Hanung Hambara/ Jawa Pos)
11:32
23 Januari 2026

Mobil Terendam Banjir Jangan Panik! Ini 7 Cara Aman Menyelamatkan Mobil Biar Tidak Rusak Parah

- Banjir sering datang tanpa permisi dan bikin pemilik mobil kelimpungan. Apalagi saat air mulai masuk ke mesin atau interior, salah langkah bisa sebabkan kerusakan serius yang mahal.

Karena itu, penting tahu apa yang harus dilakukan saat mobil terendam banjir agar kerusakan tidak bertambah parah. Menangani mobil kebanjiran harus dengan tahapan khusus supaya sistem kelistrikan dan mesin tetap aman.

Berikut 7 langkah aman mengatasi mobil terendam banjir, seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia, agar kerusakan dapat diminimalisasi dengan tepat.

1. Lepaskan Kabel Aki untuk Mencegah Korsleting

Langkah pertama yang wajib dilakukan ialah melepas kabel aki mobil. Aki berhubungan langsung dengan sistem kelistrikan dan elektronik kendaraan, sehingga sangat rentan korsleting saat terkena air.

Risiko ini makin besar untuk mobil keluaran terbaru yang sudah banyak sistem otomatis dan sensor elektronik. Dengan melepas kabel aki, potensi kerusakan pada komponen listrik bisa diminimalisasi akibat banjir.

2. Jangan Menyalakan Mesin, Cukup Dorong Mobil

Saat mobil terendam banjir, menghidupkan mesin adalah kesalahan fatal. Jika ingin memindahkan mobil ke tempat aman, cukup dorong tanpa menyalakan mesin. Menyalakan mesin dengan air di ruang mesin bisa menyebabkan korsleting serta air tersedot ke mesin. Kondisi ini berujung kerusakan berat dengan mogok total dan biaya perbaikan mahal.

3. Keringkan dan Periksa Sistem Pengapian

Sistem pengapian seperti busi, koil, alternator, saringan udara, dan kabel pengapian sangat sensitif terhadap air. Jika terkena banjir, performa mobil bisa langsung turun atau mesin gagal menyala.
Kamu harus mengeringkan seluruh komponen pengapian dengan teliti dan memastikan semuanya normal. Jika mobil menunjukkan tanda mogok atau gangguan, segera bawa ke bengkel resmi untuk pemeriksaan.

4. Lepaskan Rem Tangan Agar Tidak Lengket

Segera nonaktifkan rem tangan setelah mobil terendam banjir. Jika tetap aktif, rem kanvas bisa lengket karena lembap dan membuat roda susah gerak saat pakai mobil lagi.
Untuk mencegah mobil terbawa arus, kamu bisa mengganjal roda dengan batu atau pakai gigi satu pada mobil manual. Mobil transmisi otomatis cukup geser tuas ke posisi “P” atau parkir.

5. Kuras Tangki Bensin

Air banjir bisa masuk ke tangki bensin dan bercampur bahan bakar. Jika dibiarkan, akan timbul karat di tangki dan mengganggu sistem pembakaran mesin. Menguras tangki bertujuan mencegah kerusakan jangka panjang seperti tangki keropos, bocor, dan gangguan pengapian. Jika ragu, serahkan ke bengkel sebelum mobil dipakai kembali.

6. Cek dan Bersihkan Seluruh Interior Mobil

Interior mobil wajib diperiksa secara menyeluruh setelah terendam banjir. Karpet, jok, panel pintu, setir, dan dashboard perlu dicek satu persatu. Air banjir yang tersisa bisa memicu jamur dan karat bila tak cepat diatasi. Pembersihan menyeluruh penting agar interior tetap nyaman dan tidak bau apek atau rusak tersembunyi.

7. Keringkan Panel dan Lampu Mobil

Lampu dan panel kelistrikan mobil harus dicek dengan teliti. Air masuk ke lampu dapat menyebabkan korsleting dan lampu tak berfungsi maksimal. Pastikan seluruh lampu benar-benar kering sebelum mobil dipakai. Ini penting untuk menjaga sistem kelistrikan dan mencegah kerusakan listrik usai banjir.

 

Editor: Dony Lesmana Eko Putra

Tag:  #mobil #terendam #banjir #jangan #panik #cara #aman #menyelamatkan #mobil #biar #tidak #rusak #parah

KOMENTAR