Ini ''Senjata'' Baru ChatGPT untuk Lawan Dominasi Google
Induk perusahaan ChatGPT, OpenAI merancang strategi baru dengan merambah bisnis iklan, seperti Google Search.(dig.watch)
06:12
21 Januari 2026

Ini ''Senjata'' Baru ChatGPT untuk Lawan Dominasi Google

Ringkasan berita:

  • Google selama ini mendominasi bisnis iklan digital berbasis pencarian lewat Google Search, dengan iklan yang disesuaikan kata kunci dan kebutuhan pengguna.
  • OpenAI bersiap menantang model tersebut dengan iklan di ChatGPT, yang akan tampil untuk pengguna gratis dan ChatGPT Go, berbasis konteks percakapan, bukan sekadar kata kunci.
  • Langkah ini menandai pergeseran ChatGPT menjadi mesin pencari berbasis percakapan, sekaligus strategi OpenAI mencari sumber pendapatan baru tanpa mengorbankan privasi dan kualitas jawaban.

- Selama bertahun-tahun, Google lewat Google Search menjadi pemain utama dalam bisnis iklan digital berbasis pencarian. Model iklan yang menautkan kata kunci dengan kebutuhan pengguna menjadikan mesin pencari ini sebagai salah satu sumber pendapatan terbesar Google.

Di tengah dominasi tersebut, pendekatan baru mulai muncul dari perusahaan kecerdasan buatan/artificial intelligence (AI) OpenAI.

Pengembang ChatGPT itu bersiap menjadikan iklan sebagai “senjata baru” untuk menyaingi model bisnis Google Search.

OpenAI berencana menampilkan iklan di ChatGPT, khususnya bagi pengguna versi gratis dan paket berlangganan murah ChatGPT Go, dengan pendekatan yang meniru logika iklan pencarian, namun berbasis percakapan.

Dalam pengumuman resminya, OpenAI menjelaskan bahwa iklan di ChatGPT akan ditampilkan berdasarkan konteks obrolan pengguna. Sehingga, iklan yang ditawarkan bisa jadi lebih personal dan cocok dengan pengguna.

Polanya mirip dengan Google Search yang menyajikan iklan sesuai kata kunci pencarian. Dari ilustrasi yang dibagikan, iklan akan muncul di bagian bawah jawaban ChatGPT, diberi label “sponsored”, dan dipisahkan secara jelas dari respons utama AI.

Iklan ini hanya akan muncul jika relevan dengan percakapan. Misalnya, saat pengguna meminta bantuan menyusun rencana liburan, ChatGPT dapat menampilkan iklan hotel, tiket perjalanan, atau hiburan di destinasi terkait.

Pengguna juga diberi opsi untuk menutup iklan, memberi alasan penolakan, atau melihat penjelasan mengapa iklan tersebut muncul.

OpenAI menegaskan bahwa kehadiran iklan tidak akan memengaruhi kualitas jawaban ChatGPT.

“Jawaban ChatGPT tidak didorong oleh iklan, melainkan oleh apa yang paling bermanfaat bagi pengguna,” tulis perusahaan tersebut.

Privasi terancam?

Namun, model iklan berbasis percakapan ini memicu kekhawatiran soal privasi, mengingat ChatGPT memiliki basis pengguna sangat besar, yakni lebih dari 800 juta pengguna tiap minggu.

Selain itu, pengguna juga kerap mengguakan chatbot ChatGPT untuk membahas topik personal hingga sensitif, seperti kesehatan dan keuangan.

Menanggapi hal ini, OpenAI memastikan percakapan tetap bersifat privat dan tidak dibagikan ke pihak ketiga. Data mentah percakapan tidak dijual ke pengiklan, iklan diklaim hanya memanfaatkan konteks secara internal.

Pengguna juga dijanjikan kontrol penuh. Mereka bisa mematikan personalisasi iklan dan menghapus data yang digunakan untuk penayangan iklan kapan saja.

Selain itu, iklan tidak akan ditampilkan pada akun yang diketahui atau diprediksi milik pengguna di bawah usia 18 tahun, serta tidak muncul pada topik sensitif seperti kesehatan, kesehatan mental, dan politik.

Pada tahap awal, iklan ChatGPT akan diuji coba dalam beberapa minggu ke depan, dimulai dari pengguna gratis dan ChatGPT Go di Amerika Serikat.

Sementara itu, pengguna ChatGPT Plus, Pro, Business, dan Enterprise dipastikan tetap bebas iklan. Belum ada informasi kapan uji coba ini akan diperluas ke wilayah lain.

Cari cara dapat cuan

Langkah ini menandai perubahan besar arah ChatGPT. Sejak dirilis pada November 2022, ChatGPT hadir sebagai asisten AI tanpa iklan.

Memasuki tahun keempat, platform ini mulai mengadopsi model bisnis yang selama ini menjadi kekuatan utama Google Search.

Padahal sebelumnya, CEO OpenAI Sam Altman dikenal vokal menyatakan ketidaksukaannya terhadap iklan, bahkan menyebut kombinasi iklan dan AI sebagai sesuatu yang “mengganggu”. Meski begitu, ia juga mengakui iklan bisa menjadi sumber pendapatan baru, sebagaimana dihimpun dari CNN.

Masuknya iklan dinilai sulit dihindari. OpenAI harus menanggung biaya besar untuk membangun dan mengoperasikan infrastruktur AI, dengan komitmen investasi hingga sekitar 1,4 triliun dollar AS (sekitar Rp 23.691 triliun) dalam delapan tahun ke depan.

Altman sebelumnya menyebut OpenAI menargetkan pendapatan tahunan sekitar 20 miliar dollar AS (sekitar Rp 338,4 triliun) pada akhir 2025.

Dengan basis pengguna ChatGPT yang mencapai ratusan juta, iklan berbasis percakapan dipandang sebagai peluang bisnis yang sangat besar.

Iklan juga bukan satu-satunya upaya monetisasi OpenAI. Tahun lalu, perusahaan meluncurkan fitur “Instant Checkout” yang memungkinkan pengguna membeli produk dari retailer seperti Walmart dan Etsy langsung lewat ChatGPT.

Ke depan, OpenAI membayangkan iklan di ChatGPT tidak sekadar teks statis, melainkan dapat diajak berinteraksi, misalnya dengan bertanya spesifikasi produk atau membandingkan harga.

Dengan strategi ini, ChatGPT tak lagi sekadar asisten AI, melainkan mulai bertransformasi menjadi “mesin pencari berbasis percakapan” yang siap mengusik dominasi Google di ladang iklan digital.

Tag:  #senjata #baru #chatgpt #untuk #lawan #dominasi #google

KOMENTAR