YouTube Ungkap Cara Baru Lindungi Keluarga dan Remaja di Dunia Digital
Ilustrasi YouTube. (Pexels)
16:08
16 Januari 2026

YouTube Ungkap Cara Baru Lindungi Keluarga dan Remaja di Dunia Digital

Baca 10 detik
  • YouTube berfokus melindungi remaja dengan kontrol terintegrasi, bukan menjauhkan mereka dari platform digital.
  • YouTube memperkenalkan kontrol baru bagi orang tua, termasuk batas waktu Shorts dan pengaturan istirahat/tidur.
  • Platform ini mengembangkan pedoman kualitas konten kolaboratif untuk memprioritaskan konten edukatif bagi audiens remaja.

YouTube tetap menjadi salah satu platform favorit remaja untuk menikmati beragam konten, mulai dari mengulang materi pelajaran sekolah, mengikuti kreator idola, mendengarkan podcast yang sedang viral, hingga menonton cuplikan pertandingan olahraga.

Namun di balik popularitas tersebut, YouTube menegaskan komitmennya untuk menghadirkan ruang digital yang lebih aman dan sehat bagi anak-anak dan remaja.

Alih-alih menjauhkan generasi muda dari dunia digital, YouTube memilih pendekatan perlindungan yang terintegrasi langsung dalam produknya.

Jennifer Flannery O’Connor, Vice President, Product Management YouTube, menegaskan bahwa perlindungan anak menjadi fokus utama perusahaan selama lebih dari satu dekade terakhir.

“Di YouTube, kami percaya pentingnya melindungi anak-anak di dunia digital, bukan menjauhkan mereka dari dunia digital. Itulah sebabnya kami telah menghabiskan lebih dari satu dekade membangun produk yang disesuaikan dan perlindungan bawaan bagi penonton usia muda,” ujarnya dalam keterangan resmi, Jumat (16/1/2026).

Tiga Fokus Utama untuk Pengalaman Remaja yang Lebih Aman

Berdasarkan masukan dari orang tua dan para pakar, YouTube merumuskan tiga fokus utama dalam pengelolaan akun anak dan remaja.

Pertama, menghadirkan kontrol yang membantu anak menikmati konten secara bertanggung jawab, sekaligus memberi orang tua rasa tenang dalam mengatur waktu menonton keluarga.

Kedua, memastikan ketersediaan konten yang sesuai usia dengan kebijakan serta pengamanan yang lebih ketat bagi audiens muda.

Ketiga, menciptakan pengalaman YouTube yang disesuaikan dengan setiap kelompok usia melalui akun sederhana yang sudah dilengkapi perlindungan bawaan.

“Kami akan membagikan sejumlah pembaruan yang dapat membantu orang tua menyesuaikan pengalaman YouTube keluarga mereka, khususnya untuk penonton remaja,” kata Jennifer.

Kontrol Baru untuk Menonton Lebih Bijak

Salah satu pembaruan penting adalah kontrol tambahan untuk video Shorts. Orang tua kini dapat mengatur batas waktu anak remaja mereka dalam men-scroll video pendek.

Bahkan, YouTube akan segera menghadirkan opsi menyetel timer ke nol, sebuah fitur yang diklaim sebagai yang pertama di industri.

“Fitur ini memberi orang tua kendali penuh atas jumlah video pendek yang dapat ditonton anak. Misalnya, mereka bisa menyetel feed Shorts ke nol saat anak perlu fokus mengerjakan tugas sekolah, lalu mengubahnya menjadi 60 menit saat perjalanan mobil yang panjang agar tetap terhibur,” jelas Jennifer.

Selain itu, orang tua yang mengelola akun terawasi juga dapat mengatur Waktu Tidur dan pengingat waktu Istirahat, melengkapi perlindungan kesehatan digital bawaan yang telah diterapkan YouTube untuk remaja.

Aturan YouTube untuk remaja. [Google Indonesia] PerbesarAturan YouTube untuk remaja. [Google Indonesia]

Pedoman Baru untuk Konten Remaja Berkualitas

YouTube juga memperkenalkan prinsip dan panduan baru bagi kreator yang bertujuan mengarahkan remaja ke konten yang lebih menyenangkan, sesuai usia, berkualitas tinggi, dan memperkaya wawasan.

“Kami memperkenalkan prinsip-prinsip baru dan panduan kreator untuk membantu menghadirkan konten yang lebih berkualitas bagi penonton remaja,” ungkap Jennifer.

Pedoman ini dikembangkan bersama Youth Advisory Committee, Center for Scholars & Storytellers UCLA, serta didukung pakar global dari American Psychological Association, Digital Wellness Lab Boston Children’s Hospital, dan berbagai organisasi internasional lainnya.

Prinsip tersebut mengklasifikasikan konten mana yang dianggap berkualitas rendah dan mana yang bernilai tinggi bagi remaja. Ke depan, YouTube akan memanfaatkan panduan ini untuk mengedukasi komunitas kreator global.

“Kami akan menggunakan prinsip ini untuk membantu kreator memahami peran mereka dalam mendukung pengalaman remaja di YouTube,” tambahnya.

Tak hanya itu, prinsip ini juga menjadi dasar pengembangan sistem rekomendasi YouTube, yang akan lebih sering menampilkan konten edukatif berkualitas tinggi seperti dari Khan Academy, CrashCourse, dan TED-Ed kepada penonton remaja.

Pengalaman yang Tepat untuk Usia yang Tepat

Untuk memudahkan keluarga, YouTube memastikan remaja secara otomatis ditempatkan pada akun pengguna di bawah usia 18 tahun yang telah dilindungi. Dalam waktu dekat, YouTube juga akan menghadirkan pengalaman pendaftaran baru.

“Dalam beberapa minggu mendatang, kami akan meluncurkan proses pendaftaran terbaru yang memungkinkan orang tua membuat akun anak baru dan beralih akun dengan mudah di aplikasi seluler, hanya dengan beberapa ketukan,” tutur Jennifer.

Editor: Dythia Novianty

Tag:  #youtube #ungkap #cara #baru #lindungi #keluarga #remaja #dunia #digital

KOMENTAR