Perusahaan China Kasih Cuti 10 Hari buat Karyawan yang Gak Mood
Ilustrasi bad mood. (Freepik)
13:06
26 Januari 2026

Perusahaan China Kasih Cuti 10 Hari buat Karyawan yang Gak Mood

Ringkasan berita:

  • Pang Dong Lai menerapkan kebijakan kerja anti-mainstream di China, termasuk “cuti tidak bahagia” hingga 10 hari untuk kesehatan mental, jam kerja hanya tujuh jam per hari, libur akhir pekan, serta total cuti tahunan 30–40 hari di luar libur Imlek. Manajemen dilarang menolak pengajuan cuti karyawan yang sedang tidak mood.
  • Pendekatan humanis ini terbukti mendorong kinerja bisnis, dengan lebih dari 7.000 karyawan, gaji rata-rata di atas 9.000 yuan per bulan, serta penjualan 17 miliar yuan dan laba lebih dari 800 juta yuan pada 2024, didukung layanan toko yang sangat berorientasi pada kenyamanan pelanggan.

- China dikenal memiliki budaya kerja yang ketat. Namun, Pang Dong Lai, salah satu jaringan ritel di China justru menerapkan kebijakan yang berbeda.

Perusahaan ini mengizinkan karyawan cuti sampai 10 hari saat tidak bahagia atau tidak mood.

Kebijakan "Cuti Tidak Bahagia" diberlakukan oleh pendiri sekaligus chairman Pang Dong Lai, Yu Donglai, sejak Maret 2024 lalu.

Saat itu Donglai mengatakan, setiap stafnya bebas meminta tambahan cuti 10 hari kapanpun ketika merasa tidak sehat secara mental. Cuti ini berbeda dari cuti tahunan dan sudah diberikan sebelumnya.

"Saya ingin setiap staf memiliki kebebasan. Setiap orang memiliki saat yang tidak bahagia, jadi jika Anda merasa tidak bahagia, jangan datang ke kantor," kata Donglai.

Pengusaha ritel asal China itu juga berkata bahwa dirinya ingin semua karyawan memiliki waktu yang cukup untuk istirahat di luar jam kerja, serta kebebasan untuk memilih kapan mereka ingin rehat.

Karena itu, Donglai melarang manajeman menolak pengajuan cuti ketika karyawan enggak mood. "Penolakan adalah pelanggaran," tegas Donglai.

Saat itu, kebijakan tersebut memantik perhatian, hingga mendapat dukungan dari warganet.

Sebagai pengusaha, Donglai memang mengkritik budaya kerja dengan jam kerja yang panjang dan didukung pengusaha China.

Padahal menurutnya, praktik itu tidak etis dan merenggut kesempatan orang lain untuk mengembangkan diri, karena memaksanya bekerja lembur.

Adapun di bawah kepemimpinan Donglai, perusahaannya menerapkan jam kerja selama tujuh jam sehari, libur di akhir pekan, berhak atas cuti 30-40 hari per tahun ditambah cuti lima hari ketika tahun baru Imlek.

Dia juga meyakini bahwa dengan memastikan karyawannya punya kehidupan yang sehat dan bahagia, maka bisnisnya pun akan bertumbuh.

Pang Dong Lai sendiri memiliki lebih dari 7.000 karyawan pada tahun 2024, dengan pendapatan bulanan rata-rata lebih dari 9.000 yuan (sekitar Rp 21 juta).

Dalam menjalankan bisnisnya, Donglai juga fokus pada kepuasan pelanggan. Karena itu setiap toko Pang Dong Lai dirancang agar selalu memenuhi kebutuhan setiap pelanggan.

Tersedia troli belanja biasa setelah pintu masuk, serta troli khusus lansia yang dilengkapi tempat duduk dan sandaran tangan, serta stroller untuk keluarga yang belanja membawa bayi.

Supermarket Pang Dong Lai juga dilengkapi dengan lemari hewan peliharaan khusus, disertai tempat minum dan pendingin.

Menurut firma riset pasar Daxue Consulting yang fokus pada pasar China, prinsip yang dijalankan Donglai itu sukses membuat usahanya terus bertumbuh.

Pada tahun 2024, Pang Dong Lai melaporkan total penjualan sebesar 17 miliar yuan (sekitar Rp 41,1 triliun) dengan keuntungan lebih dari 800 juta yuan (sekitar Rp 1,9 triliun), dihimpun KompasTekno dari situs resmi Daxue Consulting.

Tag:  #perusahaan #china #kasih #cuti #hari #buat #karyawan #yang #mood

KOMENTAR