Alasan Orang Suka Menunda Pekerjaan Menurut Psikolog, Takut Gagal
Sering menunda pekerjaan dan dianggap malas? Psikolog menjelaskan, kebiasaan ini kerap dipicu rasa takut gagal dan cara otak mengelola emosi.(freepik)
19:05
26 Januari 2026

Alasan Orang Suka Menunda Pekerjaan Menurut Psikolog, Takut Gagal

Menunda pekerjaan sering kali langsung dikaitkan dengan rasa malas.

Saat seseorang enggan memulai tugas, kehilangan motivasi, atau memilih melakukan hal lain yang lebih menyenangkan, label “malas” kerap muncul begitu saja.

Namun ternyata, tidak sesederhana itu.

Dikutip dari Paste Magazine, Profesor Joseph Ferrari, Ph.D., yang dikenal meneliti perilaku prokrastinasi, menyebut bahwa apa yang sering terlihat sebagai malas sering kali lebih berkaitan dengan kondisi emosional yang kompleks dan cara otak bereaksi terhadap tugas tertentu.

Menunda karena takut gagal

Salah satu alasan utama orang menunda adalah ketakutan akan kegagalan dan penolakan.

Profesor Joseph menjelaskan, banyak orang yang sengaja menunda tugas karena mereka ingin menghindari perasaan tidak nyaman yang muncul saat menghadapi tugas tersebut.

Ketika sebuah tugas terasa menakutkan atau memicu perasaan negatif, otak cenderung mencari cara untuk menghindar.

Dalam konteks ini, menunda bukan sekadar malas, melainkan bentuk self-handicapping, yaitu perilaku mengganti tugas penting dengan aktivitas yang tidak berarti agar seseorang tidak perlu menghadapi kemungkinan gagal.

Pola ini sering muncul karena keyakinan negatif di dalam diri tentang kemampuan sendiri.

Bagaimana persepsi diri membentuk kebiasaan menunda

Profesor Joseph juga menjelaskan bahwa apa yang disebut sebagai core beliefs, keyakinan mendasar seseorang tentang dirinya dan dunia, ikut berperan dalam kecenderungan menunda.

Mereka yang memiliki keyakinan negatif tentang kemampuan diri cenderung menunda tugas yang menantang karena mereka merasa tidak mampu mengatasinya.

Misalnya, ketika seseorang merasa “aku pasti gagal” atau “aku tidak cukup baik”, pikiran tersebut dapat memicu perilaku menunda agar tidak perlu menghadapi perasaan takut tersebut secara langsung.

Hari Orang yang Menyerah (Quitter?s Day) diperingati setiap Jumat kedua bulan Januari.Freepik Hari Orang yang Menyerah (Quitter?s Day) diperingati setiap Jumat kedua bulan Januari.

Fokus pada emosi bukan hanya waktu

Profesor Joseph ini menekankan bahwa menunda pekerjaan lebih berkaitan dengan emosi dan bagaimana seseorang mencoba untuk mengatasi rasa takut, kebosanan, atau tekanan batin ketimbang sekadar kurangnya disiplin atau kemauan.

Pola menunda ini sering muncul sebagai respons terhadap stres emosional yang timbul saat berpikir tentang tugas yang harus diselesaikan.

Oleh karena itu, psikolog sering mengaitkan prokrastinasi dengan strategi penghindaran emosi, bukan karena seseorang “malas bekerja”.

Apa yang bisa dilakukan untuk mencegah pola menunda pekerjaan?

Menyadari bahwa prokrastinasi sering berakar pada rasa takut, keraguan diri, dan reaksi emosional membuka jalan untuk strategi yang lebih efektif.

Pendekatan seperti cognitive-behavioral therapy (CBT) dapat membantu seseorang mengenali dan mengubah keyakinan negatif yang sering memicu penundaan.

Alih-alih menyalahkan diri sendiri karena “malas”, psikolog merekomendasikan strategi seperti:

  • Mengenali emosi yang muncul sebelum menunda tugas
  • Memahami pola pikir negatif yang mendasarinya
  • Mencari cara untuk secara bertahap menghadapi tugas yang menakutkan.

Dengan pendekatan seperti ini, perilaku menunda dapat dipahami sebagai sesuatu yang lebih kompleks daripada sekadar karakter malas, ia merupakan rangkaian reaksi psikologis yang bisa dipelajari dan ditangani.

Tag:  #alasan #orang #suka #menunda #pekerjaan #menurut #psikolog #takut #gagal

KOMENTAR