Meski Fituristik, 5 Produk Canggih Ini Gagal dan Hilang dari Pasaran
Ilustrasi teknologi yang gagal terwujud, dibuat menggunakan AI(Dibuat menggunakan AI. Kompas.com/Lely Maulida)
17:06
26 Januari 2026

Meski Fituristik, 5 Produk Canggih Ini Gagal dan Hilang dari Pasaran

Ringkasan berita:

  • Tak semua inovasi teknologi sukses di pasaran, meski menawarkan konsep canggih dan unik. Sejumlah produk bahkan hanya berhenti sebagai konsep, seperti Project Ara dari Google, ponsel modular yang memungkinkan komponen diganti-pasang tetapi tak pernah terealisasi.
  • Berbagai produk teknologi dengan ide brilian akhirnya gagal atau menghilang, mulai dari masker Bluetooth Razer Zephyr, alat penerjemah kucing Meowlingual, piring terbang Skyship, helm pintar Skully, hingga teknologi internet berbasis cahaya LiFi yang hingga kini belum digunakan secara luas oleh konsumen rumahan.

- Teknologi terus berkembang dan melahirkan berbagai solusi, layanan, serta perangkat yang membantu kehidupan manusia.

Seiring perkembangannya, muncul pula beragam ide produk unik dengan konsep teknologi canggih.

Namun, tak semua inovasi tersebut berhasil menarik minat konsumen saat dipasarkan. Bahkan, sebagian hanya berhenti sebagai produk konsep dan tak pernah benar-benar dirilis.

Salah satu contohnya adalah Project Ara, proyek ponsel modular yang awalnya dikembangkan Motorola dan kemudian dilanjutkan Google.

Proyek ini mengusung ide ponsel dengan komponen yang bisa dibongkar pasang layaknya PC, mulai dari kamera, baterai, hingga layar, dan sempat direncanakan rilis pada 2017. Meski terdengar menjanjikan, Project Ara tidak terealisasi.

Selain Project Ara, masih banyak produk teknologi lain dengan konsep brilian yang berakhir gagal di pasaran, berikut daftarnya.

1. Masker Bluetooth

Sejak pandemi pada 2020, perusahaan berlomba menghadirkan produk solutif untuk menangkal virus. Produsen perangkat gaming Razer misalnya, meluncurkan masker wajah yang didukung Bluetooth bernama Razer Zephyr.

masker Razer Zephyr masker Razer Zephyr

Masker yang bagian mulutnya didesain transparan itu dibekali speaker, kipas filter yang bisa diganti-ganti, hingga lampu RGB agar terlihat futuristik. 

Saat itu, Razer Zephyr dibanderol seharga 99 dollar AS (sekitar Rp 1,6 juta). Namun, kini masker canggih tersebut tak lagi eksis di pasaran.

2. Alat penerjemah kucing

Pada 2003 sebuah perusahaan asal Jepang meluncurkan perangkat bernama Meowlingual untuk menerjemahkan suasana hati kucing. Desainnya pun unik dan lucu karena menyerupai bentuk kucing.

Sebuah perusahaan asal Jepang meluncurkan perangkat bernama Meowlingual, yang memiliki fitur menerjemahkan suasana hati kucing.Ubergizmo Sebuah perusahaan asal Jepang meluncurkan perangkat bernama Meowlingual, yang memiliki fitur menerjemahkan suasana hati kucing.

Meowlingual memiliki layar dan beberapa tombol. Ketika perangkat ini diarahkan ke kucing, maka Meowlingual akan mendengarkan suara kucing, lalu menerjemahkan mood atau ungkapan hewan pengguna melalui gambar yang ditampilkan di layar.

Misalnya ketika suaranya pendek, diterjemahkan sebagai "aku lapar". Kemampuan itu didukung oleh teknologi analisis suara yang dikembangkan oleh Laboratorium Akustik Jepang.

Meowlingual dijual di AS dan Jepang seharga 75 dollar AS (sekitar Rp 1,2 juta). Namun, kini perangkat unik itu tidak tersedia lagi.

3. Piring terbang

Tahun 1975, desainer Inggris John West mengembangkan piring terbang raksasa bernama Skyship. Agar bisa terbang, perangkat ini didukung dengan sejumlah baling-baling dan helium agar mampu menambah daya angkatnya.

Purwarupa dari Skyship bahkan sudah pernah dipamerkan dan diterbangkan. Purwarupa dari armada yang mirip cangkang kerang ini memiliki diameter 9 meter dan dikendalikan oleh remote.

Adapun model yang diproduksi ditargetkan berdiameter 61 meter, diklaim West mampu membawa muatan hingga 9 metrik ton hingga sejauh 1.600 kilometer dengan kecepatan 160 kilometer per jam.

Sayangnya proyek ini gagal terwujud karena West tidak pernah mendapat investor untuk memproduksi Skyship.

4. Helm pintar

Sejumlah perusahaan sempat mengembangkan teknologi helm pintar dengan dukungan head-up display (HUD), yaitu teknologi yang menampilkan informasi penting seperti kecepatan dan navigasi dalam tampilan yang diproyeksikan di area kaca helm.

Salah satu dari proyek helm pintar yakni Skully Helmets pada tahun 2015. Kampanye proyek ini dijalankan di platform crowdfunding Indiegogo dan sukses mengumpulkan dana hingga lebih dari 2,5 juta dollar AS (sekitar Rp 42 miliar).

Helm pintar Skully, memiliki tampilan kecil pada kaca yang diproyeksikan untuk menginformasikan seputar kecepatan hingga navigasiSkully Helm pintar Skully, memiliki tampilan kecil pada kaca yang diproyeksikan untuk menginformasikan seputar kecepatan hingga navigasi

Proyek itu juga mendapat suntikan dana dari Intel sebesar 1 juta dollar AS (sekitar Rp 16,8 miliar). Sayangnya Skully Helmets hanya mampu diproduksi dalam jumlah minim karena konflik internal, hingga akhirnya startup Skully juga dibubarkan.

5. LiFi

LiFi merupakan jaringan internet yang mengandalkan cahaya LED, bukan sinyal radio seperti WiFi. Perangkat seperti laptop atau ponsel bisa menangkap sinyalnya dari cahaya yang dipancarkan bola lampu LED yang mengubah informasi menjadi data.

LiFi dinilai lebih unggul dibanding WiFi karena cahaya tidak bocor ke luar ruangan, sehingga lebih aman.

Sayangnya teknologi ini belum menjangkau konsumen rumahan, walaupun perusahaan seperti pureLiFi sudah memasarkannya untuk segmen bisnis, dihimpun KompasTekno dari Live Science.

Tag:  #meski #fituristik #produk #canggih #gagal #hilang #dari #pasaran

KOMENTAR