Jangan Asal Ganti! Ini 6 Dampak Buruk Pakai Klakson Mobil di Motor
- Banyak pengendara motor tergoda mengganti klakson bawaan dengan klakson mobil karena dianggap lebih keras dan bikin pengguna jalan lain lebih “ngeh”. Sekilas memang terdengar menarik, apalagi bagi kamu yang sering merasa klakson motor kurang terdengar di jalanan ramai.
Namun, di balik suara yang lebih nyaring, ada konsekuensi teknis yang sering luput dari perhatian. Klakson mobil dan klakson motor sejatinya dirancang dengan kebutuhan daya dan sistem kelistrikan yang sangat berbeda.
Jika dipaksakan, penggunaan klakson mobil justru bisa menimbulkan berbagai masalah pada motor kamu. Mulai dari aki cepat rusak hingga biaya perawatan yang membengkak.
Berikut ini 6 efek negatif yang perlu kamu tahu sebelum nekat memasang klakson mobil di motor seperti dirangkum dari laman Suzuki Indonesia!
1. Aki Motor Lebih Cepat Soak atau Drop
Perbedaan kebutuhan arus listrik antara klakson mobil dan motor tergolong sangat jauh. Klakson motor umumnya hanya memerlukan sekitar 3–7 ampere, sedangkan klakson mobil bisa menyedot daya hingga 30–70 ampere.
Saat kamu memaksakan klakson mobil di motor, aki yang kapasitasnya terbatas akan dipaksa bekerja ekstra. Dalam jangka waktu tertentu, aki bisa cepat tekor, bahkan rusak hanya dalam beberapa bulan. Dampaknya bukan cuma klakson bermasalah, tapi performa motor secara keseluruhan juga ikut menurun, terutama saat starter di pagi hari.
2. Berisiko Merusak Sistem Kelistrikan
Arus listrik yang terlalu besar akan langsung membebani sistem kelistrikan motor. Klakson mobil menarik daya tinggi, apalagi jika motor kamu juga dipasangi aksesori lain seperti lampu tambahan, charger ponsel, atau alarm.
Jika kondisi ini dibiarkan, kabel bisa cepat panas, sekering berpotensi putus, bahkan dalam kasus tertentu kabel dapat meleleh. Kerusakan kelistrikan seperti ini sering kali tidak langsung terasa, tapi efeknya muncul perlahan dan bisa merepotkan.
3. Wajib Pakai Komponen Tambahan
Agar klakson mobil bisa berbunyi maksimal di motor, biasanya diperlukan komponen tambahan seperti relay atau penguat arus (XCS). Memang, dengan alat ini suara klakson bisa terdengar lebih keras dan stabil.
Namun, penggunaan relay bukan berarti sistem kelistrikan motor kamu jadi sepenuhnya aman. Beban arus tetap besar dan jika pemasangan kurang rapi atau kualitas relay buruk, risiko konsleting justru semakin tinggi. Dalam jangka panjang, relay juga bisa cepat rusak.
4. Sangat Tidak Efisien Saat Mesin Mati
Membunyikan klakson saat mesin motor mati sebenarnya sudah tidak disarankan, apalagi jika yang digunakan adalah klakson mobil. Tanpa suplai dari mesin, seluruh beban listrik hanya bertumpu pada aki.
Jika sering dilakukan, cadangan daya aki akan terkuras dengan cepat. Akibatnya, motor bisa mendadak sulit dihidupkan atau bahkan mogok karena aki tidak lagi mampu menyuplai daya yang dibutuhkan.
5. Performa Tak Jauh Beda dari Klakson Motor Berkualitas
Banyak orang beranggapan klakson mobil pasti jauh lebih keras dibanding klakson motor. Padahal, menurut banyak mekanik, perbedaannya tidak terlalu signifikan jika kamu menggunakan klakson motor aftermarket yang berkualitas.
Saat ini sudah banyak klakson khusus motor dengan suara nyaring dan karakter tegas, tanpa perlu membebani sistem kelistrikan. Jadi, daripada mengambil risiko besar, pilihan ini jelas lebih aman untuk motor kamu.
6. Biaya Perawatan Jadi Lebih Mahal
Aki yang cepat rusak, relay tambahan yang harus sering diganti, hingga potensi kerusakan kabel membuat biaya perawatan motor bisa membengkak. Kamu mungkin harus lebih sering ke bengkel hanya untuk mengatasi masalah kelistrikan.
Padahal, harga klakson motor berkualitas sebenarnya tidak jauh berbeda dengan klakson mobil. Jika akhirnya malah memicu kerusakan komponen lain, penggunaan klakson mobil justru menjadi pemborosan yang seharusnya bisa dihindari.
Tag: #jangan #asal #ganti #dampak #buruk #pakai #klakson #mobil #motor