Micron Bantah Tinggalkan Konsumen, Luruskan Isu Kelangkaan Memori Global
Ilustrasi produsen RAM, Micron.(The Business Time.)
09:06
15 Januari 2026

Micron Bantah Tinggalkan Konsumen, Luruskan Isu Kelangkaan Memori Global

Rangkuman berita:

  • Micron menegaskan mereka tidak meninggalkan pasar konsumen, tetapi kini lebih banyak menyalurkan memori lewat jalur OEM ke produsen laptop dan gadget seperti Dell dan Asus, bukan lagi lewat produk ritel bermerek.
  • Kelangkaan memori global dipicu lonjakan besar permintaan dari pusat data dan industri AI, yang porsinya naik dari 30–35 persen menjadi 50–60 persen pasar, sehingga menekan pasokan untuk segmen lain.
  • Masalah ini tidak akan cepat selesai, karena pabrik baru butuh waktu lama untuk beroperasi penuh. Dampak penambahan pasokan baru diperkirakan baru terasa signifikan sekitar tahun 2028.

– Kelangkaan memori (RAM) global memunculkan anggapan bahwa produsen memori mengabaikan konsumen demi fokus pada industri kecerdasan buatan (AI).

Namun, narasi tersebut ternyata tak sepenuhnya tepat. Hal ini disampaikan oleh Wakil Presiden Marketing Mobile and Client Business Unit Micron, Christopher Moore, dalam wawancara eksklusif dengan media teknologi Wccftech. 

Ia menyebut narasi publik yang berkembang kerap menyederhanakan persoalan kelangkaan memori global saat ini.

“Saya ingin membantu publik memahami bahwa persepsi yang berkembang mungkin tidak sepenuhnya tepat. Kami masih melayani konsumen di seluruh dunia, hanya saja melalui jalur yang berbeda,” ujar Moore.

Ia menjelaskan bahwa Micron kini lebih banyak menyalurkan produk memorinya melalui jalur OEM (Original Equipment Manufacturer).

Artinya, Micron memasok memori, seperti LPDDR5 dan LPDDR5X, langsung ke produsen perangkat, seperti Dell, Asus, dan lainnya, sebelum kemudian dikemas menjadi produk jadi dan dijual ke konsumen.

Menurut Moore, kontribusi Micron dalam rantai pasok perangkat konsumen justru masih sangat besar melalui model OEM tersebut, meski perusahaan tidak lagi terlalu agresif menjual produk memori ritel bermerek sendiri.

Permintaan pusat data melonjak tajam

Moore tidak menampik bahwa lonjakan kebutuhan dari sektor pusat data dan AI menjadi penyebab utama kelangkaan memori saat ini.

Ia menyebut porsi permintaan memori dari segmen pusat data yang sebelumnya berada di kisaran 30–35 persen kini melonjak menjadi 50–60 persen dari total pasar.

“Ini bukan masalah Micron semata, melainkan masalah industri. Semua produsen memori mengalami keterbatasan pasokan karena permintaan meningkat jauh lebih cepat dibandingkan kemampuan produksi,” kata Moore.

Kondisi tersebut membuat industri memori harus mengalokasikan kapasitas produksi ke segmen dengan permintaan terbesar, tanpa bisa secara instan menambah pasokan.

Moore menambahkan, kekurangan pasokan ini juga tidak dapat langsung diselesaikan dengan pembangunan pabrik baru. Ekspansi kapasitas produksi memori melibatkan proses manufaktur yang kompleks dan tidak bisa dilakukan dalam waktu singkat.

Ilustrasi memori RAM Crucial.uk.crucial.com Ilustrasi memori RAM Crucial.

Salah satu tantangan utamanya adalah pengelolaan variasi kepadatan chip (density) yang berbeda-beda. Setiap perubahan konfigurasi, misalnya dari modul 12 GB ke 16 GB, memerlukan penyesuaian mesin produksi yang justru dapat menurunkan output sementara.

“Semakin sering kami mengganti konfigurasi, semakin turun hasil produksinya,” ungkap Moore.

Karena itu, Micron kini bekerja sama dengan para pelanggan untuk menstabilkan permintaan konfigurasi agar pasokan bisa lebih konsisten.

Dampak baru terasa 2028

Moore mengungkapkan bahwa kelangkaan memori global ini masih akan berlangsung dalam beberapa tahun ke depan.

Pasalnya, pabrik-pabrik baru membutuhkan waktu panjang sebelum dapat berkontribusi signifikan terhadap pasokan.

Sebagai contoh, pabrik baru Micron di Idaho, Amerika Serikat, baru dijadwalkan mulai beroperasi pada pertengahan 2027.

Namun, produksi dalam skala besar diperkirakan baru akan berdampak nyata terhadap pasokan global sekitar 2028, setelah seluruh proses kualifikasi dan sertifikasi pelanggan rampung.

Kehadiran kompetitor baru di industri memori, seperti ChangXin Memory Technologies (CXMT), juga dinilai belum mampu mengatasi masalah kelangkaan dalam waktu dekat.

Sebab, perusahaan baru umumnya masih membutuhkan waktu untuk adaptasi teknologi dan penyesuaian kapasitas produksi di pabrik mereka.

Artinya, konsumen masih harus bersiap menghadapi harga RAM dan storage yang relatif tinggi dalam beberapa tahun ke depan, sebagaimana dirangkum KompasTekno dari Wccftech.

Tag:  #micron #bantah #tinggalkan #konsumen #luruskan #kelangkaan #memori #global

KOMENTAR