



YouTube Shorts Tambah Fitur Editing Video untuk Saingi TikTok
- YouTube terus berupaya meningkatkan fitur Shorts agar dapat bersaing dengan TikTok dan Instagram Reels.
Platform berbagi video pendek milik Google ini baru saja mengumumkan pembaruan (update) pada fitur edit videonya.
Pembaruan ini menghadirkan lebih banyak alat pengeditan yang memungkinkan pengguna membuat video Short dengan lebih presisi dan fleksibilitas.
Menurut Chief Product Officer YouTube, Johanna Voolich, pembaruan ini dilakukan karena fitur editing pada YouTube Shorts masih terlampau sederhana.
"Editor Shorts saat ini masih cukup sederhana, jadi, kami melakukan beberapa peningkatan," ujar Johanna dalam video wawancaranya yang diunggah oleh kanal YouTube Creator Insider.
Adapun pembaruan fitur yang disebutkan Johanna mencakup kemampuan untuk menyelaraskan video dengan musik, serta melihat pratinjau video saat proses pengeditan berlangsung.
Selain itu, pengguna juga dapat mengimpor beberapa klip dari galeri, lalu mengatur waktu tayangnya secara presisi menggunakan fitur pinch and zoom.
"Pengguna akan bisa mencubit dan memperbesar (pinch and zoom) untuk menemukan momen yang tepat dalam video Shorts agar benar-benar terasa seperti karya milikmu sendiri," imbuhnya.
Fitur edit berbasis AI
Tak hanya itu, YouTube juga dikabarkan akan segera meluncurkan serangkaian fitur berbasis kecerdasan buatan (AI). Salah satunya adalah alat penyelarasan otomatis yang dapat menyinkronkan klip video dengan irama musik tanpa perlu penyuntingan manual.
Kemudian, pada musim pertengahan tahun ini, YouTube juga akan menghadirkan fitur yang memungkinkan pengguna membuat stiker dari foto di galeri mereka atau menggunakan generator gambar berbasis AI.
Dengan fitur ini, kreator cukup mendeskripsikan stiker yang mereka inginkan, dan AI akan secara otomatis membuatnya sesuai keinginan.
“Misalnya saya ingin stiker jaket berwarna pink, saya tinggal ketik perintah dan stiker itu langsung muncul di video,” ujar Johanna.
Sebagaimana dihimpun KompasTekno dari Engadget, Minggu (6/4/2025), pembaruan lainnya mencakup peningkatan pada fitur template.
Kini, para kreator template akan otomatis mendapatkan kredit saat karya mereka digunakan oleh kreator lain.
Selain itu, template kini dapat mencakup elemen visual tambahan seperti image overlay dan efek filter. Hal ini memberikan lebih banyak fleksibilitas dan opsi kreatif dalam proses pembuatan video Shorts.
Ikut jejak TikTok
Dengan pembaruan-pembaruan tersebut, YouTube tampaknya ingin mencapai "tingkat" yang setara dengan fitur-fitur kreatif yang dimiliki TikTok dan Instagram Reels.
Sebab, saat ini, TikTok dan aplikasi edit videonya, CapCut, masih dianggap sebagai standar "emas" dalam pembuatan video pendek di perangkat mobile.
Terlebih, ini bukan kali pertama YouTube mengadopsi fitur-fitur TikTok ke platformnya.
Pada 2024, aplikasi besutan Google itu pernah menghadirkan fitur narasi text-to-speech di Shorts, fitur yang sebelumnya lebih dulu diperkenalkan di platform TikTok.
Namun, di tengah ketidakpastian masa depan TikTok di Amerika Serikat, YouTube melihat ada peluang untuk menjadikan Shorts sebagai alternatif yang lebih menarik bagi para kreator.
Melalui inovasi semacam ini, YouTube berharap bisa memperluas jangkauan dan meningkatkan daya tarik Shorts di tengah persaingan yang ketat.
Tag: #youtube #shorts #tambah #fitur #editing #video #untuk #saingi #tiktok