



Anthony Ginting Tak Masalah Indonesia Open 2024 Bakal Kembali Digelar di Istora
Bukan rahasia umum jika venue Indonesia Open 2024 awalnya ada rencana dipindah ke Indonesia Arena.
Bahkan, pihak BWF sampai membuat video khusus perpisahan bertajuk "A Love Letter to Istora Senayan" yang diunggah di kanal YouTube resminya.
Namun, rencana perpindahan venue Indonesia Open 2024 ke Indonesia Arena gagal terlaksana.
Dan akhirnnya, Indonesia Open 2024 akan tetap digelar di Istora pada 4 hingga 9 Juni mendatang.
Menjadi salah satu pemain yang akan memanaskan persaingan Indonesia Open 2024, Ginting pun buka suara terkait adanya sikap 'PHP' pihak penyelenggara.
Ginting mengaku tak ambil pusing meskipun di awal sempat dibuat antusias terkait perpindahan venue Indonesia Open 2024.
"Ya, kalau menurut saya sih ya pasti kami juga excited waktu tahun lalu diumumkan (ke Indonesia Arena) karena venue baru," kata Ginting, dikutip dari BolaSport.

Runner-up All England 2024 tersebut menerima segala keputusan pihak penyelenggara, yang pastinya sudah yang terbaik.
"PBSI atau panitia sudah mempertimbangkan segala macam dengan baik. Maksudnya jangan daripada dipaksakan digelar di sana, tetapi khawatir ada apa-apa."
"Meskipun dipaksa digunakan, tetapi ada hal yang membuat penonton tidak akan nyaman menontonnya karena sempet ada juga turnamen seperti itu. Ada penghalang sedikit."
"Pasti semua hal, semua aspek sudah dipertimbangkan dengan baik oleh PBSI dan BWF, panitia. Dan apakah ada pengaruh, tidak ada. Maksudnya kami memang fokusnya sudah biasa berubah-berubah venue atau adaptasi semua," tutur Ginting.
Terlepas dari kembalinya Indonesia Open 2024 ke Istora, Ginting berharap Indonesia bisa meniru China terkait adanya venue khusus bulu tangkis.
"Biasanya tempat pertandingan bulu tangkis itu Istora. Kalau saya pribadi bukan hanya itu. Maksudnya lebih kayak kita bisa lihat pertandingan mungkin contohnya di China gitu."
"Di setiap kota mereka punya kayak GBK-nya sendiri. Jadi, pembangunannya merata sih. Maksudnya meskipun pindah venue, tetapi fasilitasnya ada."
"Meskipun di kota-kota lain selain Jakarta, fasilitasnya juga seperti di Jakarta. Kita semua ingin ada venue khusus bulu tangkis di Indonesia," tambah Ginting.
Adapun untuk kiprah Ginting di Indonesia Open, tahun lalu ia finis sebagai runner-up.
Ginting gagal meraih gelar juara Indonesia Open 2023 setelah kalah dari andalan Denmark, Viktor Axelsen, 20-22 dan 10-21.
Alasan Indonesia Open 2024 Kembali Digelar di Istora
Kabar soal kembalinya Indonesia Open 2024 ke Istora memang sempat menjadi buah bibir di kalangan warganet beberapa waktu lalu.
Banyak dari warganet menilai jika pihak penyelenggara terkesan tak konsisten, yang akhirnya membuat para penggemar bahkan pemain terkena 'prank'.
Melalui konferensi pers yang digelar pada Selasa (2/4/2024) lalu, Armand Darmadji selaku Ketua Panitia Penyelenggara menyampaikan bahwa adanya kesalahan teknis di Indonesia Arena menjadi alasannya.
Tak mau mengambil risiko, akhirnya PBSI memutuskan untuk kembali menggunakan Istora Senayan sebagai venue Indonesia Open 2024.
"Pada rencananya kami ingin memindahkan turnamen Indonesia Open ke Indonesia Arena yang berkapasitas kurang lebih 16.000 penonton karena dibandingkan turnamen level Super 1000 di negara lain, hanya Indonesia yang masih menggunakan venue di bawah kapasitas 10.000 penonton," buka Armand, dikutip dari PBSI.
"Ini juga sesuai himbauan Presiden Republik Indonesia, bapak Joko Widodo saat peresmian tahun lalu bahwa beliau ingin Indonesia Arena dapat menggelar turnamen bulutangkis internasional,” kata Armand menambahkan.
Kendala teknis yang dikhawatirkan oleh pihak PBSI adalah terkait pemasangan rigging gantung beserta perlengkapan lighting.
Hal itu diketahui setelah jajaran penyelenggara Indonesia Open 2024 melakukan survey di Indonesia Arena.
"Namun setelah dilakukan survey, kami terpaksa membatalkannya dan kembali ke Istora. Pembatalan tersebut karena ada kendala teknis dari struktur atap Indonesia Arena yang tidak bisa mengakomodir pemasangan rigging gantung dan perlengkapan lighting yang sudah menjadi standar kami dan BWF," papar Armand.
(Tribunnews.com/Isnaini) (BolaSport/Delia Mustikasari)
Tag: #anthony #ginting #masalah #indonesia #open #2024 #bakal #kembali #digelar #istora