Kontroversi ''Handball'' Marc Pubill, Barcelona Pertimbangkan Lapor ke UEFA
Penyerang Atletico Madrid, Julian Alvarez, merayakan gol pertama timnya pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou di Barcelona pada 8 April 2026.(AFP/LLUIS GENE)
19:02
9 April 2026

Kontroversi ''Handball'' Marc Pubill, Barcelona Pertimbangkan Lapor ke UEFA

Barcelona tengah diselimuti kemarahan besar setelah menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025-2026.

Fokus utama kekecewaan kubu Barcelona bukan terletak pada performa tim, melainkan pada serangkaian keputusan wasit yang dianggap berat sebelah.

Barcelona kini tengah serius mempertimbangkan untuk melayangkan pengaduan resmi kepada UEFA atas insiden yang terjadi di Camp Nou tersebut.

Ketegangan memuncak ketika wasit mengabaikan insiden yang melibatkan bek tim tamu, Marc Pubill, di dalam kotak penalti pada babak kedua.

Barcelona menilai integritas pertandingan dalam ajang sebesar Liga Champions telah tercederai oleh kegagalan perangkat pertandingan dalam menerapkan aturan dasar yang sangat krusial.

Baca juga: Hansi Flick Optimistis Barcelona Balikkan Keadaan Lawan Atletico Madrid di Leg Kedua

Perdebatan panas ini bermula saat kiper Los Rojiblancos, Juan Musso, melakukan tendangan gawang pendek kepada Pubill.

Namun, bek tersebut tampak tidak sadar bahwa bola sudah dalam permainan dan justru menghentikan si kulit bulat menggunakan tangannya sebelum mengembalikannya kepada sang kiper.

Meskipun aksi handball ini terlihat sangat nyata, wasit justru membiarkan permainan berlanjut dengan menginstruksikan tendangan gawang diulang.

Keputusan ini memicu reaksi keras dari pelatih Hansi Flick yang mempertanyakan efektivitas teknologi pembantu wasit.

"Hansi Flick marah dengan keputusan tersebut, bertanya apa gunanya VAR jika bukan untuk hal seperti ini," sebagaimana dilaporkan dalam dinamika internal klub.

Sebaliknya, pelatih lawan, Diego Simeone, justru membela keputusan tersebut dengan menyebutnya sebagai bentuk "akal sehat".

Ketidakadilan Pasca-Kartu Merah Pau Cubarsi

Baca juga: Hansi Flick Semprot Wasit Usai Barcelona Ditekuk Atletico Madrid

Rasa frustrasi Barcelona kian berlipat ganda karena sebelumnya mereka telah dirugikan sejak babak pertama.

Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 8 April 2026.AFP/LLUIS GENE Bek Barcelona, Pau Cubarsi (kiri), menerima kartu merah dari wasit Rumania, Istvan Kovacs, pada laga leg pertama perempat final Liga Champions antara FC Barcelona dan Club Atletico de Madrid di Stadion Camp Nou, Barcelona, pada 8 April 2026.

Bek muda andalan mereka, Pau Cubarsi, diusir dari lapangan oleh wasit yang kemudian disusul oleh gol tendangan bebas Julian Alvarez.

Kontrasnya ketegasan wasit saat memberikan kartu merah kepada Cubarsi dengan pengabaian pelanggaran Pubill menjadi poin utama keberatan manajemen Barca.

Melansir dari media Diario Sport dan RAC1, klub kini sedang menyusun surat keluhan resmi kepada UEFA.

Meskipun langkah ini diprediksi tidak akan mengubah hasil laga yang sudah berakhir, Barca ingin mencari pertanggungjawaban dan kejelasan atas keputusan tersebut.

Mereka merujuk pada aturan IFAB serta preseden serupa dalam laga Club Brugge vs Aston Villa, di mana penalti diberikan ketika pemain mengambil bola yang sudah dioper oleh kipernya.

Menuntut Presisi dalam Kompetisi Elit

Pihak manajemen merasa bahwa standar kepemimpinan wasit di level tertinggi harus lebih presisi dan konsisten.

Kegagalan memberikan penalti atas insiden Pubill dinilai sebagai kesalahan nyata yang mengubah arah pertandingan secara signifikan.

Baca juga: Kata Diego Simeone Usai Atletico Madrid Tampil Ganas Lawan Barcelona

Klub merasa tidak adil jika momen-momen yang menentukan nasib tim di kancah Eropa ditangani secara lalai.

Meskipun UEFA biasanya hanya menanggapi surat keluhan sebagai bentuk sopan santun tanpa mengubah hasil, Barcelona tetap pada pendiriannya untuk bersikap vokal.

Tag:  #kontroversi #handball #marc #pubill #barcelona #pertimbangkan #lapor #uefa

KOMENTAR