Trump Rombak Gedung Putih, Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah
Presiden AS Donald Trump di depan proyek pembangunan ballroom Gedung Putih(KENT NISHIMURA)
13:36
20 Mei 2026

Trump Rombak Gedung Putih, Bangun Kerajaan Drone dan RS Bawah Tanah

- Presiden AS Donald Trump memamerkan lokasi ballroom (ruang dansa) Gedung Putih barunya yang sangat besar pada Selasa (19/5/2026).

Ia mengeklaim, tempat itu akan memiliki rumah sakit militer bawah tanah dan "kerajaan drone" di atapnya.

Dengan latar belakang suara deru palu dan gergaji mesin, Trump menjelaskan fitur-fitur proyek yang harganya telah berlipat ganda menjadi 400 juta dollar AS atau sekitar Rp 7 triliun.

"Ini adalah hadiah untuk Amerika Serikat," kata Trump kepada para wartawan sambil berdiri di dekat pagar kuning di tepi ruang bawah tanah beton yang luas, dikutip dari AFP, Rabu (20/5/2026). 

"Ini semua uang saya dan uang para donatur. Ini bebas pajak," sambungnya.

Baca juga: Janji Pakai Uang Pribadi, Trump Kini Malah Minta Danai Negara untuk Bangun Ballroom

Aset penting keamanan nasional

Presiden berusia 79 tahun itu menggunakan kunjungan tersebut untuk membela keberadaan ruang dansa sebagai sesuatu yang penting bagi keamanan nasional.

Tanpa menghiraukan detail rahasia, Trump menjelaskan secara rinci tentang apa yang menurutnya adalah instalasi setinggi enam lantai di bawah ruang dansa itu sendiri. 

"Ini semua adalah ruangan-ruangan berbeda di bawah sini, mereka sedang membangun rumah sakit, ini adalah rumah sakit militer," jelas dia. 

Baca juga: Trump Gunakan Insiden Penembakan untuk Jualan Proyek Ballroom Gedung Putih

"Mereka membangun berbagai macam fasilitas penelitian, juga ruang pertemuan, dan ruangan-ruangan yang berkaitan erat dengan militer, lanjutnya.

Ia menegaskan, ballroom itu akan menjadi perisai yang akan sepenuhnya melindungi lantai bawah.

Partai Demokrat juga sangat menentang usulan alokasi dana keamanan sebesar 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 17,6 triliun dari uang pajak yang terkait dengan ruang dansa Trump.

Mereka turut menggunakan isu ini untuk menyerang Partai Republik menjelang pemilihan paruh waktu yang krusial pada bulan November.

Baca juga: Trump Kesal Proyek Ballroom di Gedung Putih Disetop, Sebut Tak Pakai Uang Pajak

Diklaim anti-drone

Arsitek Shalom Baranes menunjukkan denah lokasi untuk ballroom Gedung Putih baru senilai 400 juta dollar AS selama pertemuan Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional di Washington DC pada 8 Januari 2026. CHIP SOMODEVILLA / AFP Arsitek Shalom Baranes menunjukkan denah lokasi untuk ballroom Gedung Putih baru senilai 400 juta dollar AS selama pertemuan Komisi Perencanaan Ibu Kota Nasional di Washington DC pada 8 Januari 2026.

Trump mengeklaim, atap ruang dansa yang ia bangun dengan merobohkan Sayap Timur Gedung Putih, tahan terhadap drone.

"Drone akan terpental, tapi ini juga dimaksudkan sebagai pelabuhan drone," ujarnya. 

"Di atap gedung, kita akan memiliki kerajaan drone terbesar yang pernah ada dan itu akan melindungi Washington," tambahnya.

Latar belakang Trump sebagai seorang pengembang juga terlihat jelas saat ia berbicara tentang bagaimana arsitektur Yunani dan Romawi kuno memengaruhi bangunan tersebut, sebelum menawarkan sarapan kepada para wartawan.

Trump telah berulang kali mengatakan bahwa biaya ruang dansa tersebut ditanggung oleh para donatur swasta, termasuk para pendukungnya yang kaya dan sejumlah perusahaan.

Namun, para kritikus mengatakan bahwa wajib pajak akan terkena dampaknya dan tidak peka terhadap situasi di saat perang Iran telah menyebabkan biaya hidup melonjak.

Baca juga: Trump Mau Namai Ballroom Gedung Putih dengan Namanya Sendiri

Jadi alat politik lawan Trump

Pekan lalu, Trump dengan blak-blakan menyatakan bahwa dia tidak memikirkan situasi keuangan warga AS terkait perang melawan Iran.

Menurutnya, mencegah Teheran mendapatkan senjata nuklir adalah prioritasnya.

Para lawannya menggunakan komentar tersebut untuk menggambarkan dirinya sebagai sosok yang tidak memahami realitas, padahal pemilihan paruh waktu yang akan menentukan siapa yang mengendalikan Kongres AS tinggal kurang dari enam bulan lagi.

Baca juga: Trump Rombak Gedung Putih, Hendak Bangun Ruang Dansa Rp 4 T

Ruang dansa tersebut juga menghadapi tantangan hukum, dengan seorang hakim federal memutuskan pada April bahwa pembangunan ruang dansa tersebut membutuhkan persetujuan Kongres.

Proyek ini telah menyebabkan sayap timur Gedung Putih yang bersejarah dihancurkan hampir tanpa pemberitahuan.

Trump menuturkan, ruang dansa itu dibutuhkan untuk menyelenggarakan jamuan makan besar bagi para pemimpin asing, meskipun bangunan itu hampir tidak akan selesai pada saat masa jabatan keduanya yang berakhir pada 2029.

Tag:  #trump #rombak #gedung #putih #bangun #kerajaan #drone #bawah #tanah

KOMENTAR