Eric Garcia Buka-bukaan soal Krisis Barcelona dan Sosok Carles Puyol sebagai Panutan
Bek tengah Barcelona, Eric Garcia, akhirnya angkat bicara mengenai situasi sulit yang tengah dihadapi klub asal Catalan tersebut.
Setelah menelan hasil pahit saat bertemu Girona dan Atletico Madrid, Garcia membedah seluk-beluk ruang ganti hingga mengungkapkan kekagumannya pada sosok kapten legendaris, Carles Puyol.
Kekalahan beruntun yang dialami Barcelona di ajang LaLiga dan Copa del Rey memicu alarm kewaspadaan bagi sang pelatih, Hansi Flick.
Gaya bermain agresif yang diterapkan Flick dinilai mulai membuat fisik para pemain kewalahan.
Garcia pun mengakui adanya penurunan performa yang disebabkan oleh berbagai faktor teknis maupun mental.
Baca juga: Eric Garcia Bongkar Isi Rapat Darurat Hansi Flick Usai Barcelona Tumbang di Dua Laga Beruntun
Analisis Kekalahan dan Evaluasi Tim
Menurut Garcia, hasil buruk di semifinal Copa del Rey saat bersua Atletico Madrid dipengaruhi oleh intensitas yang tidak terjaga.
Meski sempat mengimbangi permainan di awal, faktor eksternal seperti keputusan wasit sempat memengaruhi psikologis tim.
“Melawan Atletico, semuanya berjalan lancar di babak pertama. Ini soal intensitas dan sikap. Di semifinal Copa del Rey, seharusnya kami tampil dengan mentalitas yang berbeda," ujar Eric Garcia dikutip dari Mundo Deportivo.
"Gol yang dianulir, tujuh menit waktu tambahan, benar-benar membuat kami kesal. Dan melawan Girona, kami sangat menderita; itu adalah pertandingan yang menegangkan dan saling serang.
"Mereka kuat di kandang sendiri dengan penguasaan bola. Ini adalah minggu untuk membicarakan banyak hal dan meningkatkan diri. Melawan Levante, tim melakukan apa yang harus dilakukan,” lanjutnya.
Ia juga menambahkan bahwa jeda kompetisi menjadi momen krusial untuk memperbaiki pendekatan taktik dalam mengarungi Liga Spanyol 2025-2026.
Baca juga: Hasil Atletico Madrid Vs Barcelona 4-0, Eric Garcia Cetak Gol Bunuh Diri dan Dapat Kartu Merah
“Bermain setiap tiga hari seringkali tidak memberi Anda waktu untuk menganalisis berbagai hal, karena Anda selalu memiliki pertandingan untuk mengubah apa yang telah Anda lakukan sebelumnya," tegas Garcia.
Bek Barcelona Eric Garcia berlari dengan bola pada laga Liga Champions antara AS Monaco dan FC Barcelona di Stadion Louis II di Kerajaan Monako pada 19 September 2024.
"Dua minggu yang lebih tenang ini memungkinkan kami untuk berbicara, berlatih lebih banyak, memperkuat pendekatan kami, dan saya pikir itu positif.”
Dinamika Ruang Ganti dan Kepemimpinan
Meskipun sering berduet dengan bek muda seperti Pau Cubarsi, Eric Garcia yang kini berusia 25 tahun mulai memegang peran senior.
Ia menekankan pentingnya komunikasi jujur antar pemain, termasuk keberanian untuk berdebat demi kebaikan tim.
“Saya tidak akan mengungkapkannya seperti ini, tetapi kepercayaan yang kita semua miliki berarti bahwa pada suatu saat… misalnya Raphinha, yang cukup mudah emosi, jika kita harus berdebat, kita akan berdebat," jelas Garcia.
"Itu tidak akan meningkat; kita akan tetap saling menyayangi. Saya pikir itu positif bahwa kita dapat saling mengatakan hal-hal apa adanya."
Terkait gaya kepemimpinannya, Garcia secara terang-terangan menyebut nama Carles Puyol dan Javier Mascherano sebagai inspirasi utama. Baginya, Puyol adalah representasi komitmen tertinggi bagi seorang pemain.
Baca juga: HT Skor Atletico Madrid Vs Barcelona 4-0: Bunuh Diri Eric Garcia Jadi Petaka
“Puyol, terutama. Dari apa yang bisa saya bicarakan dengannya, apa yang saya lihat darinya sejak kecil, apa yang dia sampaikan. Dan Mascherano juga."
"Mereka berdua adalah orang-orang yang memimpin dengan memberi contoh, dengan pengorbanan, cerdas di lapangan, dan yang memberikan segalanya."
Saya memang memiliki hubungan yang lebih dekat dengan Puyi. Dia selalu berusaha membantu saya; dia mudah didekati, dan kami memiliki kenalan bersama,” pungkasnya.
Tag: #eric #garcia #buka #bukaan #soal #krisis #barcelona #sosok #carles #puyol #sebagai #panutan