Perubahan Pola Tidur yang Buruk Saat Ramadhan Bisa Ganggu Metabolisme dan Konsentrasi
- Selama bulan Ramadhan, ada perubahan waktu beraktivitas, seperti waktu makan dan minum yang berubah karena berpuasa hingga jam tidur yang ikut bergeser.
Berkaitan dengan danya perubahan waktu tidur, rupanya dapat berdampak luas, khususnya bagi kesehatan
Dosen Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, Lailatul Muniroh menyebut bahwa perubahan pola tidur saat bulan puasa umumnya terjadi karena adanya perubahan jam makan untuk sahur, peningkatan aktivitas malam seperti tarawih, tadarus, nongkrong, dan lain sebagainya.
Baca juga: 3 Dampak Kurang Tidur yang Nyata pada Kulit Wajah
Perubahan Pola Tidur yang Buruk Mengganggu Metabolisme
Hal tersebut dapat memicu perubahan hormon kortisol dan melatonin yang dapat mempengaruhi kualitas tidur.
“Selain itu, saat puasa dapat semakin parah apabila begadang sampai sahur. Akibatnya tidur menjadi lebih larut, durasi tidur berkurang, atau kualitas tidur terganggu,” ujar Laila.
Ia menerangkan, perubahan pola tidur seperti begadang hingga sahur berisiko memberi rasa kantuk di siang hari, konsentrasi turun, mood swing, pusing, dan daya tahan tubuh turun.
Jangka menengahnya dapat mengganggu metabolisme, hormon stress meningkat, nafsu makan tidak terkontrol saat berbuka, kenaikan berat badan, hingga mengganggu regulasi gula darah dan keseimbangan hormon lapar.
“Perubahan pola tidur juga berlaku pada kelebihan jam tidur, seperti tidur siang terlalu lama. Hal ini dapat berdampak pusing saat bangun dan mengganggu pola tidur karena sulit tidur di malam hari,” jelasnya.
Di samping itu, terlalu banyak tidur juga menyebabkan metabolisme melambat, apalagi jika kurangnya aktivitas fisik, maka akan mengakibatkan tubuh akan terasa lebih lemas.
Untuk menghindari pola tidur berantakan, Laila menyarankan untuk tidur lebih awal dan hindari scrolling media sosial sebelum tidur.
Hindari begadang tanpa alasan mendesak, serta biasakan tidur siang 20-30 menit untuk memulihkan energi.
“Ramadhan adalah momen belajar pengendalian diri, sekaligus melatih kedisiplinan hidup. Tidur yang teratur bukan sekadar soal kenyamanan, tetapi bagian dari menjaga tubuh,” imbuhnya.
Baca juga: Mengenal Sleep Divorce, Ketika Pasutri Pisah Ranjang demi Kualitas Tidur Lebih Baik
Selain itu, Lailatul mengingatkan untuk membatasi konsumsi kafein saat berbuka, tetap melakukan aktivitas fisik di pagi hari, serta makan sahur yang seimbang untuk memenuhi gizi harian.
“Jadikan Ramadhan sebagai bulan menata ritme hidup agar lebih seimbang, sehat, dan berkualitas. Karena ibadah yang optimal lahir dari tubuh yang sehat,” pungkasnya.
Tag: #perubahan #pola #tidur #yang #buruk #saat #ramadhan #bisa #ganggu #metabolisme #konsentrasi