Real Madrid Tak Terima Vinicius Jadi Korban Rasisme, Pemain Muda Mereka Malah Hina Orang China
- Pemain muda Real Madrid, Dean Huijsen, dikecam karena membagikan konten rasis di Instagram yang menyinggung publik China.
- Huijsen telah menyampaikan permintaan maaf tulus melalui Weibo, menyatakan unggahan konten ofensif tersebut tidak disengaja.
- Pemain Benfica, Gianluca Prestianni, disanksi UEFA satu laga sementara investigasi rasisme terhadap Vinicius Jr berjalan.
Bek muda Real Madrid, Dean Huijsen, menjadi sorotan setelah membagikan ulang sebuah video di media sosial yang dianggap bermuatan konten rasisme.
Huijsen, yang musim lalu tampil impresif bersama AFC Bournemouth sebelum hijrah ke Madrid, membagikan ulang sebuah video di akun Instagram pribadinya yang memiliki 5,2 juta pengikut.
Namun, unggahan tersebut menuai kecaman karena memuat komentar yang dianggap menyinggung orang China.
Sejumlah warganet menilai konten itu rasis dan mendesak sang pemain segera meminta maaf, terutama kepada publik China.
Huijsen kemudian menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf melalui akun resmi Madrid di Weibo, salah satu platform media sosial terbesar di China dengan ratusan juta pengguna aktif bulanan.
“Saya dengan tulus meminta maaf kepada teman-teman saya di China. Saya sebelumnya membagikan konten yang tanpa sengaja memuat pesan ofensif. Itu sepenuhnya tidak disengaja, dan saya menyesali ketidaknyamanan yang ditimbulkan,” tulis Huijsen dalam pernyataan berbahasa Mandarin.
Tindakan pemain muda Real Madrid itu justru bertolak belakang dengan kondisi rekan setimnya, Vinicius Jr yang tengah pekan lalu menjadi korban rasisme pemain Benfica, Gianluca Prestianni.
Gianluca Prestianni, resmi dijatuhi sanksi larangan satu pertandingan oleh UEFA menyusul dugaan tindakan rasis terhadap Vinícius Junior.
Akibat hukuman sementara tersebut, Prestianni dipastikan absen pada leg kedua di Stadion Santiago Bernabéu, Rabu malam waktu setempat.
UEFA menjatuhkan hukuman satu laga sebagai langkah provisional sembari proses investigasi terus berjalan.
Jika terbukti bersalah, pemain asal Argentina berusia 20 tahun itu terancam sanksi lebih berat hingga 10 pertandingan.
Insiden terjadi pada leg pertama di Estadio da Luz, Lisbon. Vinícius melaporkan kepada wasit François Letexier bahwa dirinya menjadi korban pelecehan rasial.
Pertandingan sempat dihentikan sekitar 10 menit setelah wasit mengaktifkan protokol anti-rasisme UEFA.
Penyerang asal Brasil itu mengaku mendapat ucapan bernada rasis. Rekan setimnya, Kylian Mbappe, bahkan menyebut mendengar Prestianni melontarkan kata monyet sebanyak lima kali.
Benfica langsung merespons dengan menyatakan akan mengajukan banding atas keputusan tersebut.
Namun, klub Portugal itu mengakui kecil kemungkinan hukuman bisa dibatalkan tepat waktu sehingga Prestianni tetap absen di leg kedua.
Kontributor: M.Faqih
Tag: #real #madrid #terima #vinicius #jadi #korban #rasisme #pemain #muda #mereka #malah #hina #orang #china