5 Fakta Menarik di Balik Kekalahan Penalti Indonesia atas Iran di Final Piala Asia Futsal 2026
- Timnas Futsal Indonesia kalah dari Iran 4-5 via adu penalti di final Piala Asia Futsal 2026 Jakarta.
- Pencapaian sebagai 'runner-up' merupakan rekor terbaik sepanjang sejarah keikutsertaan Indonesia di turnamen tersebut.
- Pelatih Hector Souto dipastikan tetap melatih hingga Piala Dunia Futsal 2028 seiring kemajuan tim.
Timnas Futsal Indonesia harus mengubur mimpi meraih gelar Piala Asia Futsal 2026 setelah kalah dramatis dari Iran melalui adu penalti dengan skor 4-5.
Bermain di Indonesia Arena, Jakarta, skuad Garuda sebenarnya tampil heroik dengan menahan raksasa Asia itu 5-5 hingga babak tambahan waktu sebelum akhirnya menyerah di fase tos-tosan.
Meski gagal menjadi juara, performa Indonesia mendapat banyak pujian karena menunjukkan perkembangan signifikan di level Asia.
Berikut 5 fakta menarik di balik laga final yang penuh emosi tersebut.
1. Final Pertama Sepanjang Sejarah Indonesia
Runner-up menjadi pencapaian terbaik Indonesia di Piala Asia Futsal. Sebelumnya, prestasi tertinggi Garuda hanya mencapai perempat final pada edisi 2022.
Tahun ini, Indonesia bahkan mencetak sejarah dengan menyingkirkan Jepang 5-3 di semifinal sebelum menantang Iran di partai puncak.
2. Laga Gila 10 Gol dan Kejar-kejaran Skor
Final berlangsung dalam tempo tinggi dan penuh drama.
Indonesia sempat unggul beberapa kali melalui gol Reza Gunawan, Samuel Eko, serta hattrick Israr Megantara.
Namun Iran terus memberi respons hingga skor 5-5 bertahan sampai extra time.
Pertandingan ini menjadi salah satu final paling spektakuler dalam sejarah turnamen.
3. Israr Megantara Bersinar Meski Gagal Penalti
Israr tampil luar biasa dengan tiga gol di final dan menutup turnamen dengan total lima gol, hanya terpaut satu dari para top skor.
Sayangnya, ia menjadi salah satu penendang yang gagal saat adu penalti.
Usai laga, Israr mengaku mendapat pesan tegas dari pelatih Hector Souto untuk segera melupakan kegagalan tersebut.
Ia juga memasang target besar, bermain di luar negeri dan membawa Indonesia ke Piala Dunia Futsal 2028.
4. Mental Garuda Dipuji Meski Kalah
Pelatih Hector Souto menegaskan kebanggaannya terhadap para pemain yang mampu menghadapi tekanan melawan tim sekelas Iran.
Menurutnya, kekuatan mental menjadi salah satu modal terbesar Indonesia hingga mampu memaksa pertandingan berlanjut ke adu penalti.
5. Era Hector Souto Berlanjut hingga 2028
Ketua Umum Federasi Futsal Indonesia (FFI), Michael Victor Sianipar, memastikan kontrak Hector Souto telah diperpanjang hingga Piala Dunia Futsal 2028.
Federasi menilai pencapaian ke final adalah bukti proyek pembangunan tim berjalan ke arah yang benar.
FFI bahkan berambisi lebih besar dengan mencoba mengajukan Indonesia sebagai tuan rumah Piala Dunia Futsal 2028.
Kontributor: Azka Putra
Tag: #fakta #menarik #balik #kekalahan #penalti #indonesia #atas #iran #final #piala #asia #futsal #2026