Pemain Naturalisasi ke Super League: Kemajuan atau Kemunduran? Netizen Terbelah
Mauro Zijlstra resmi gabung Persiija Jakarta. (Dok. Persija)
16:54
4 Februari 2026

Pemain Naturalisasi ke Super League: Kemajuan atau Kemunduran? Netizen Terbelah

Baca 10 detik
  • Hijrahnya sejumlah pemain naturalisasi dan abroad Timnas Indonesia ke klub Super League seperti Persija dan Persib memicu perdebatan sengit di media sosial.
  • Sebagian netizen mendukung keputusan tersebut sebagai hak profesional, sementara sebagian lainnya khawatir langkah ini akan menurunkan kualitas dan daya saing pemain.
  • Tren ini mengikuti jejak Thom Haye hingga Jordi Amat, dan kini nama Ivar Jenner serta Ragnar Oratmangoen juga santer diisukan akan merapat ke liga lokal.

Fenomena eksodus pemain naturalisasi dan abroad Timnas Indonesia ke kompetisi Super League kini menjadi perbincangan hangat yang membelah opini publik di media sosial.

Gelombang kepulangan para pemain yang sebelumnya berkarier di Eropa ini memicu perdebatan sengit mengenai dampak positif dan negatifnya bagi masa depan sepak bola nasional.

Tren ini semakin kencang setelah dua penggawa Garuda anyar, Shayne Pattynama dan Dion Markx, secara resmi diumumkan bergabung dengan Persija Jakarta dan Persib Bandung.

Keduanya mengikuti jejak para senior yang sudah lebih dulu merumput di Tanah Air sejak awal musim 2025/2026, seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, Jordi Amat, Rafael Struick, hingga Jens Raven.

Isu ini diprediksi belum akan berhenti karena nama gelandang muda Ivar Jenner kini santer dikaitkan dengan Dewa United dan Persija Jakarta.

Bahkan, rumor lain yang tak kalah ramai adalah potensi kedatangan Mauro Zijlstra dan Ragnar Oratmangoen ke liga domestik, di mana nama terakhir dihubungkan dengan Persib.

Jika semua rumor ini terwujud, jumlah pemain Timnas Indonesia yang berkarier di luar negeri, terutama Eropa, akan berkurang drastis.

Kondisi inilah yang memicu pro dan kontra di kalangan suporter dan pengamat sepak bola di dunia maya.

Sebagian netizen memandang fenomena ini sebagai hal yang wajar dan merupakan hak profesional setiap pemain untuk menentukan kariernya.

“Itu urusan klub dan pemain, tidak ada aturan naturalisasi wajib main di luar negeri,” tulis seorang netizen dalam sebuah kolom komentar.

Ada pula yang berpendapat bahwa kehadiran mereka di liga lokal justru bagus untuk menguji kualitas dan adaptasi dengan atmosfer sepak bola Indonesia secara langsung.

Namun, tidak sedikit pula yang menyayangkan tren "pulang kampung" ini karena dianggap berisiko menurunkan level permainan dan daya saing sang pemain.

“Negara lain jaga pemain abroad, kita malah suruh pulang, kualitas liga bisa stagnan,” komentar warganet lain dengan nada khawatir.

Meskipun pandangan terbelah, mayoritas netizen sepakat bahwa keputusan akhir tetap berada di tangan para pemain sebagai seorang profesional.

Kini, menarik untuk dinantikan apakah gelombang ini akan terus berlanjut atau justru ada pemain lokal yang termotivasi untuk mengikuti jejak sebaliknya dengan berkarier di luar negeri.

Kontributor : Imadudin Robani Adam

Editor: Arief Apriadi

Tag:  #pemain #naturalisasi #super #league #kemajuan #atau #kemunduran #netizen #terbelah

KOMENTAR