Kata Eks Presiden FIFA Sepp Blatter soal Seruan Boikot Piala Dunia 2026 
Presiden FIFA, Sepp Blatter, sedang menjalani hukuman larangan beraktivitas dalam sepak bola selama delapan tahun.(AFP PHOTO / VALERIANO DI DOMENICO)
07:28
27 Januari 2026

Kata Eks Presiden FIFA Sepp Blatter soal Seruan Boikot Piala Dunia 2026 

- Mantan presiden FIFA, Sepp Blatter, ikut angkat suara atas seruan agar penggemar memboikot pertandingan Piala Dunia 2026 di Amerika Serikat.

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung sekitar 4,5 bulan lagi dengan format 48 tim.

Turnamen ini digelar di tiga negara, yakni Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, mulai 11 Juni hingga 19 Juli 2026.

Meski begitu, muncul pandangan bahwa dinamika politik di Amerika Serikat dapat memengaruhi minat penonton untuk datang langsung ke stadion.

Pengacara anti-korupsi Mark Pieth, yang pernah bekerja bersama Blatter saat menjabat presiden FIFA, menyebut situasi terkini di Amerika Serikat membuat sebagian penggemar ragu untuk hadir langsung.

Pernyataan Mark Pieth dan Dukungan Blatter

Mark Pieth menyoroti sejumlah peristiwa yang dinilai memicu kekhawatiran.

Ia menyinggung insiden penembakan demonstran di Minnesota oleh agen federal Amerika Serikat. Menurutnya, kondisi tersebut tidak mendorong penggemar sepak bola untuk bepergian ke sana.

“Apa yang kita lihat di dalam negeri, marginalisasi lawan politik, penyalahgunaan oleh layanan imigrasi, dll, sama sekali tidak mendorong penggemar untuk pergi ke sana,” kata Pieth dalam wawancara dengan sebuah publikasi Swiss.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.TANGKAPAN LAYAR Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan Presiden FIFA, Gianni Infantino, di acara drawing Piala Dunia 2026 di Gedung John F Kennedy Center for the Performing Arts, Washington DC, Amerika Serikat, Sabtu (6/12/2025) dini hari WIB.

Ia juga menyampaikan imbauan melalui media sosial. “Untuk para penggemar, hanya ada satu nasihat: hindari Amerika Serikat! Anda akan mendapatkan tontonan yang lebih baik di televisi,” ucapnya.

Pieth menambahkan risiko lain bagi penggemar yang tetap datang. “Setelah tiba, para penggemar harus siap jika mereka tidak berperilaku baik terhadap pihak berwenang, mereka akan segera dipulangkan. Itu pun jika mereka beruntung,” tandasnya.

Sepp Blatter menyatakan sependapat dengan Pieth. “Saya pikir Mark Pieth benar untuk mempertanyakan Piala Dunia ini,” kata mantan presiden FIFA tersebut di media sosial.

Seruan Boikot dari Jerman

Wacana boikot Piala Dunia 2026 juga mencuat dari Jerman. Wakil presiden Asosiasi Sepak Bola Jerman (DFB), Oke Gottlich, menyebut sudah saatnya membicarakan opsi tersebut menyusul ketegangan politik terkait kepemimpinan Donald Trump.

“Saya benar-benar bertanya-tanya kapan waktunya untuk memikirkan dan membicarakan hal ini secara konkret,” kata Gottlich kepada Hamburger Morgenpost. “Bagi saya, waktunya sudah pasti tiba.”

Gottlich merujuk pada boikot Olimpiade 1980 sebagai pembanding. “Apa pembenaran untuk boikot Olimpiade pada tahun 1980-an?” ujarnya. “Menurut saya, potensi ancamannya sekarang lebih besar daripada saat itu. Kita perlu membahas ini.”

Dari total 104 pertandingan Piala Dunia 2026, sebanyak 78 laga dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat. Situasi tersebut membuat isu keamanan dan politik kembali menjadi perhatian menjelang turnamen.

Tag:  #kata #presiden #fifa #sepp #blatter #soal #seruan #boikot #piala #dunia #2026

KOMENTAR