Ide Boikot Piala Dunia 2026 Muncul, Sikap Trump ke Afrika Disorot
Trofi Piala Dunia FIFA dipajang saat acara drawing Piala Dunia FIFA 2026 di John F. Kennedy Center for the Performing Arts pada tanggal 5 Desember 2025 di Washington, DC.(GETTY IMAGES via AFP/POOL)
14:35
20 Januari 2026

Ide Boikot Piala Dunia 2026 Muncul, Sikap Trump ke Afrika Disorot

- Pelatih asal Perancis yang melegenda di Afrika, Claude Le Roy, melempar ide untuk memboikot Piala Dunia 2026.

Claude Le Roy juga melontarkan kritik keras terhadap sikap Presiden Amerika Serikat Donald Trump terhadap Afrika.

Pandangan itu tertuang dalam wawancara Claude Le Roy dengan harian Le Figaro yang dipublikasikan pada Senin (19/1/2026), sehari setelah final Piala Afrika 2025.

Pada final Piala Afrika 2025 Senegal vs Maroko di Stadion Prince Moulay Abdellah, Claude Le Roy bertugas sebagai pengamat.

Le Roy juga terlihat berada di tepi lapangan dan memberikan arahan kepada Sadio Mane di tengah situasi kacau yang sempat menghentikan pertandingan.

Kehadiran Le Roy di momen krusial itu tidak lepas dari statusnya sebagai figur penting dalam sepak bola Afrika.

Kendati lahir di Perancis, nama Le Roy melegenda di Benua Afrika. Sebagai pelatih, ia pernah mengantar Kamerun juara Piala Afrika 1988.

Le Roy juga pernah menangani sejumlah negara Afrika lain, di antaranya Senegal (1989-1992), RD Kongo (2004-2006; 2011-2013), Ghana (2006-2008), Kongo (2013-2015), dan Togo (2016-2021).

Pria yang kini berusia 77 tahun itu merupakan mentor langsung pelatih Arab Saudi saat ini, Herve Renard, yang juga berasal dari Perancis.

Menilik rekam jejak itu, Le Roy memiliki kedekatan emosional dengan sepak bola Afrika. Ia pun angkat suara membela kepentingan sepak bola Afrika.

Claude Le Roy menilai langkah-langkah politik Trump telah merusak fondasi sosial dan kemanusiaan di Afrika, terutama melalui kebijakan yang berkaitan dengan organisasi nonpemerintah.

“Dia adalah presiden yang merusak Afrika dengan mematikan semua LSM,” kata Claude Le Roy dalam wawancara di Le Figaro, dilansir dari L'Equipe.

“Di situlah letak tragedi benua ini,” ujarnya menambahkan.

Kritik Le Roy tidak berhenti pada tataran politik semata. Ia juga mengaitkannya dengan dunia sepak bola global.

Ia kemudian mengemukakan gagasan yang lebih ekstrem dengan mengapungkan ide boikot Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.

Baru-baru ini, Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyita sorotan ketika membekukan izin visa imigran untuk 75 negara.

Negara Afrika yang sudah lolos ke Piala Dunia 2026, yakni Senegal dan Pantai Gading, termasuk dalam daftar 75 negara yang terkenal larangan perjanalan Donald Trump.

“Saya bertanya-tanya apakah tidak sebaiknya menyerukan boikot Piala Dunia 2026,” ujar Le Roy dilansir dari L'Equipe..

Piala Dunia 2026 dijadwalkan berlangsung di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko pada periode 11 Juni hingga 19 Juli.

Le Roy menilai wacana boikot tersebut relevan jika dikaitkan dengan sikap Donald Trump terhadap Afrika serta relasi politik yang ia soroti.

Ia juga menyinggung posisi Presiden FIFA Gianni Infantino yang menurutnya terlalu dekat dengan Trump di tengah situasi tersebut.

“Melihat perilaku Donald Trump terhadap benua ini, dengan seorang presiden FIFA, Gianni Infantino, yang membanggakan diri berada di sisinya,” kata Le Roy.

“Para pemimpin di tingkat tertinggi sepak bola tidak pernah lagi berbicara tentang sepak bola, melainkan hanya soal uang,” ujarnya menambahkan.

Le Roy mengaku tidak akan tinggal diam dan bakal terus memperjuangkan kebaikan untuk sepak bola Afrika.

“Saya menghadiri konferensi pers CAF atau Konfederasi Sepak Bola Afrika, saya beberapa kali ingin berbicara, tetapi saya tidak pernah diberi mikrofon karena semua orang tahu saya pasti tidak akan bersikap menyenangkan,” kata Le Roy.

“Perjuangan saya dalam hal ini belum berakhir,” ujarnya menegaskan.

Tag:  #boikot #piala #dunia #2026 #muncul #sikap #trump #afrika #disorot

KOMENTAR