Como Tak Cuma Nico Paz, Martin Baturina Senjata Baru Fabregas
- Martin Baturina semakin menunjukkan pengaruh besarnya di Como 1907. tim beralias Il Lariani pun tak harus melulu bergantung kepada Nico Paz.
Como terus melahirkan talenta-talenta muda yang bersinar di Serie A. Sejak musim lalu, baik Nico Paz maupun Assane Diao telah menunjukkan kemampuan mereka di level tertinggi kompetisi Liga Italia.
Sekarang, Alex Valle, Jesus Rodriguez, Jacobo Ramon, dan Maximo Perrone juga mulai tampil sebagai pemain U23 yang konsisten mengisi starting XI klub yang dimiliki oleh penguasaha Indonesia, Michael Bambang Hartono dan Robert Budi Hartono itu.
Dalam tiga laga terakhir, Martin Baturina mencuat. Penampilan bahkan boleh dibilang lebih cemerlang dibandingkan Nico Paz, yang selama ini kerap dianggap sebagai tumpuan Como.
Awalnya, Baturina yang baru berusia 22 tahun, mengalami kesulitan untuk masuk ke dalam starting XI Como, setelah didatangkan dari Dinamo Zagreb.
Selama paruh pertama kompetisi Serie A 2025-2026, ia hanya tampil dalam 10 pertandingan, dengan hanya 2 kali sebagai starter, dan mengumpulkan total 262 menit bermain.
Dengan penampilan yang minim tersebut, Baturina hanya mencetak 1 gol.
Namun, sejak pekan ke-20 pada 10 Januari lalu, ia mulai menunjukkan kualitas yang membuat Como membelinya dengan harga tinggi, yaitu 18 juta euro ditambah 5 juta euro dalam bentuk bonus.
Pada laga melawan Bologna (10/1/2026), Baturina mencetak gol pada menit ke-90+4 untuk menyelamatkan Como dari kekalahan dan memastikan hasil imbang 1-1.
Ia kembali berkontribusi saat menghadapi AC Milan pada 15 Januari lalu. Kala itu, Baturina mentas sebagai starter dan memberikan assist untuk gol Marc Oliver Kempf, yang sempat membawa Como unggul 1-0 sebelum akhirnya mereka kalah 1-3.
Pada pertandingan terbaru di pekan ke-21 Liga Italia melawan Lazio, pelatih Como, Cesc Fabregas, kembali mempercayakan posisi starter kepada Baturina.
Pemain yang lahir di Zurich pada 16 Februari 2003 ini membayar kepercayaan tersebut dengan penampilan yang sangat baik.
Ia mencetak gol pertama tim pada menit ke-2 dan memberikan assist untuk gol Paz yang membuat skor menjadi 3-0 di menit ke-49.
Martin Baturina merayakan gol dalam laga Liga Champions antara GNK Dinamo Zagreb vs AC Milan di Stadion Maksimir di Zagreb pada 29 Januari 2025. (Photo by Damir SENCAR / AFP)
Baturina Motor Permainan Como
Walaupun nama Nico Paz lebih sering disebut berkat dua golnya, Baturina menjadi motor permainan Como yang sesungguhnya.
Ia tidak hanya mencetak 1 gol dan 1 assist, tetapi juga terlibat dalam semua gol Como, termasuk operan yang mengawali gol kedua yang dicetak Paz.
Operan Baturina juga menjadi kunci dalam mendapatkan penalti yang diakibatkan oleh pelanggaran Kenneth Taylor terhadap Maxence Caqueret di dalam kotak 16 meter. Cuma, Penalti itu gagal dikonversi jadi gol oleh Nico Paz.
Dalam tiga pertandingan terakhir di Liga Italia, Martin Baturina memberikan kontribusi yang lebih signifikan dibandingkan Nico Paz. Ia mencetak 2 gol dan 2 assist, sementara Paz hanya mencetak 2 gol.
Jawab Kepercayaan
Setelah awal yang lambat, Baturina kini menjadi senjata baru bagi Como dalam menghadapi putaran kedua kompetisi.
"Saya tumbuh karena memiliki seluruh tim dan staf di sekitar saya," ujar Baturina dalam wawancara dengan DAZN yang dikutip dari Tuttomercatoweb.
"Pertandingan yang bagus," ucap sang pelatih, Cesc Fabregas.
"Saya menaruh seorang gelandang di lini serang. Ini pertandingan yang tepat untuk melakukan hal tersebut."
"Impian saya adalah semua orang berfungsi untuk permainan kami. Contohnya selalu ada pembicaraan soal Baturina dan kami perlu fokus pada pemain-pemain muda. Beberapa di antara mereka memerlukan waktu lebih banyak."
"Sedikit demi sedikit, mereka menjadi siap. Tim bermain dengan bagus dan memiliki kepercayaan diri yang tinggi," tutup sang pelatih.
Tag: #como #cuma #nico #martin #baturina #senjata #baru #fabregas