Legenda Arema FC Kuncoro, Sosok Rendah Hati dengan Jiwa Pemimpin
- Kepergian legenda Arema FC, Kuncoro, meninggalkan ruang kosong di dunia sepak bola Indonesia.
Sosok asisten pelatih Arema FC itu bukan hanya terkenal karena dedikasinya di lapangan, tetapi juga karena karakter kepemimpinan dan kerendahan hati yang membekas bagi banyak kolega, salah satunya pelatih fisik timnas U17 Indonesia, Sofie Imam Faizal.
Baginya, Kuncoro merupakan figur pembelajar sejati.
Meski telah melewati berbagai fase sebagai pemain dan pelatih, dirinya tidak pernah berhenti menggali pengetahuan.
“Seorang pelatih yang punya effort belajar luar biasa, meskipun ada hal tidak paham beliau tidak segan untuk bertanya kepada saya. Dengan senang hati saya membantu meskipun sampai larut malam,” tuturnya kepada Kompas.com.
Hubungan keduanya terjalin sejak lama, bermula dari masa aktif sebagai pemain hingga akhirnya sama-sama menjalani peran sebagai asisten pelatih profesional.
Kedekatan yang Terbangun di Balik Kursus Pelatih
Momen kebersamaan yang paling berkesan bagi mantan pelatih fisik Sabah FA tersebut terjadi saat mengikuti kursus Lisensi A PSSI pada tahun 2022.
Dalam proses panjang dan padat tersebut, ia mengaku Kuncoro justru memperlihatkan sisi personal yang hangat dan penuh perhatian.
“Alhamdulillah mendapat kesempatan bisa 1 kamar saat kursus lisensi A PSSI di Bali dan Tangerang Tahun 2022. Empat modul satu kamar terus, beliau awalnya tidak 1 kamar dengan saya, minta pindah ‘pokoknya sama Sofie’ ke panitia,” kata Sofie Imam.
Di sela kesibukan materi kursus, Kuncoro dikenal sebagai pribadi yang religius dan reflektif, sekaligus humoris.
“Beliau sosok yang agamamis selalu mengingatkan waktunya ibadah, sering manasehati perihal kehidupan, ibadah, pekerjaan dan humoris bisa membuat suasana tegang menjadi kembali rileks,” sambungnya.
Mantan asisten pelatih Sabah FA Sofie Imam Faizal dan asisten pelatih Arema FC Kuncoro foto bersama sebelum laga Piala Presiden beberapa waktu lalu.
Sifat kepemimpinan Kuncoro semakin terasa saat ia dipercaya menjadi ketua kelompok dalam kursus tersebut.
“Jiwa kepemimpinan sangat terasa disaat menjadi bagian group kelompok saya di kursus bisa menangani kelompok dengan baik, karena beliau sebagai ketua,” katanya lagi.
Tidak hanya di ruang kelas, Kuncoro juga kerap menunjukkan kepedulian secara personal.
“Dulu setiap awal musim sering ngajak saya ke Arema FC tapi belum bisa mengabulkan,” pungkas Sofie Imam.
Berpulang di Tempat yang Dicintainya
Kuncoro berpulang setelah kolaps di Stadion Gajayana Kota Malang, Jawa Timur seusai bermain dalam laga charity peringatan 100 tahun stadion bersejarah tersebut, Minggu (18/1/2026) sore.
Ia sempat bermain di babak pertama bersama para legenda sepak bola lainnya sebelum akhirnya terjatuh di bench pemain.
Laga pun dihentikan, tim medis bergerak cepat memberikan pertolongan, dan dilarikan ke Rumah Sakit Saiful Anwar (RSSA).
Namun, takdir berkata lain.
Tag: #legenda #arema #kuncoro #sosok #rendah #hati #dengan #jiwa #pemimpin